Bolehkah Fresh Graduate Nego Gaji Saat Sesi Wawancara Kerja?

Nego gaji adalah hal yang lumrah dilakukan saat sesi wawancara kerja. Namun, banyak orang beranggapan bahwa fresh graduate nego gaji adalah sesuatu yang tabu. Sebaiknya fresh graduate menerima gaji yang diajukan perusahaan karena belum memiliki pengalaman kerja memadai.

Jadi, apakah sebenarnya keputusan fresh graduate nego gaji adalah suatu kesalahan atau hal yang sebaiknya tidak dilakukan?

Mencari Tahu Standar Gaji untuk Pekerjaanmu

Sebelum fresh graduate nego gaji, hal pertama yang patut dilakukan adalah mencari tahu standar gaji untuk pekerjaan yang akan dilamar. Hal ini sebenarnya mudah, terutama bila kamu melamar pekerjaan di perusahaan besar.

Informasi mengenai standar gaji dapat dicari melalui internet atau bertanya kepada kerabat yang punya hubungan pekerjaan dengan perusahaan tersebut. Dengan demikian, kamu bisa memperkirakan penawaran gaji yang pantas untuk mengapresiasi kinerjamu.

Baca Juga: 5 Hal yang Mendorong Calon Karyawan Kerap Minta Gaji Besar

Mengandalkan Reputasi Sekolah atau Universitas

Upaya fresh graduate nego gaji dapat didukung oleh faktor reputasi sekolah atau universitas. Menjadi lulusan sekolah atau universitas bergengsi memang boleh membuat kamu bangga. Karena sekolah dan universitas berkualitas dianggap mampu menghasilkan tenaga kerja yang berkualitas dan siap kerja.

Nilai tambah ini membuat kamu tak perlu ragu nego gaji, terutama bila kamu memiliki nilai akademis di atas rata-rata.

Mempertimbangkan Pengalaman Magang

Jangan lupa kalau pengalaman magang juga patut menjadi salah satu faktor pendukung fresh graduate nego gaji. Kalau kamu punya pengalaman magang di perusahaan atau startup bergengsi, pengalaman tersebut menjadi nilai lebih yang tidak dimiliki semua orang.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kamu sangat kompeten untuk masuk ke dunia kerja. Sehingga kamu patut mendapatkan apresiasi berupa gaji besar yang sebanding dengan tanggung jawab pekerjaan.

Mengukur Kemampuan Kerja Diri Sendiri

Usaha fresh graduate melakukan negosiasi gaji juga harus dilakukan berdasarkan kemampuan yang dimiliki diri sendiri. Misalnya, kamu berhak nego gaji dengan nilai tinggi kalau memiliki kemampuan penguasaan software penting yang berhubungan dengan pekerjaan.

Kemampuan tersebut memang patut dihargai sebab tidak semua orang memilikinya. Kemampuan kerja yang baik membuat perusahaan tak perlu repot melakukan training dalam waktu lama untuk mempersiapkanmu sebelum bekerja.

Kesimpulannya, keinginan fresh graduate nego gaji bukanlah hal keliru asalkan dibarengi dengan berbagai faktor pendukung. Jangan mau dibayar dengan gaji kecil kalau sebenarnya kamu pantas mendapatkan yang jauh lebih besar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here