Bramble Furniture Bebaskan Konsumen Kustomisasi dengan Teknologi AR

Bramble Furniture menggunakan teknologi AR untuk memudahkan konsumen melakukan kustomisasi produk. (FOTO: Job-Like Magazine/Mega.Fransisca)

Bramble Furniture melirik pasar Indonesia dengan menawarkan sentuhan teknologi Artificial Intelligent (AI) dalam proses pembuatan produk-produknya. Langkah ini diambil Bramble Furniture untuk mewujudkan komitmennya mengedepankan personalisasi produk sesuai dengan selera setiap konsumennya. 

Produk yang dihasilkan Bramble Furniture memang menjadi lebih unik dan spesial dengan konsep kustomisasi. Konsumen bisa dengan leluasa mendesain furniturnya, mulai dari karakteristik desain hingga pilihan warna. Komitmen kustomisasi ini diapungkan Bramble Furniture melalui konsep “Endless Possibilities”.

Konsep ini sendiri merupakan perwujudan dari impian sang pemilik, Jeremiah Bramble. Bramble Furniture merupakan bisnis keluarga yang berdiri pada 1991 dan kini diteruskan ke tangan Jeremy, begitu ia disapa. Tumbuh di lingkungan bisnis furnitur, kreativitas Jeremy mengenai desain dan warna semakin terasah.

Dengan memosisikan dirinya di kacamata konsumen, Jeremy menyadari adanya kendala yang dialami konsumen untuk menemukan produk furnitur yang sesuai dengan karakter dan keinginannya. Oleh karena itu, visualisasi produk untuk melahirkan produk yang unik dan personal dibutuhkan.

Alhasil, sejak dua tahun silam, Jeremy dan timnya fokus mengembangkan konsep kustomisasi dan teknologi AI untuk produknya. Konsumen bisa melakukan kustomisasi atas lebih dari 500 produk yang ditawarkan Bramble Furniture. Kustomisasi warna untuk satu produk bisa dilakukan hingga tiga warna. Proses personalisasi ini akan memakan waktu 6-10 pekan.

Proses kustomisasi ini juga didukung dengan teknologi AI berupa Augmented Reality (AR). Bramble Furniture menggandeng startup Ars.App sebagai pemasok teknologi AR. Melalui teknologi AR, konsumen bisa melakukan visualisasi produk sebelum membelinya. 

Baca Juga: Menciptakan Program AI, Ternyata Tak Serumit yang Kamu Kira!

Misalnya, konsumen cukup meng-screening produk dalam Ars.App untuk memastikan apakah karakter, warna, hingga ukuran produk cocok dengan lokasi atau ruangan yang akan ditempati. Untuk mendapatkan informasi ini, konsumen cukup mengunduh Ars.App. 

“Saya melihat adanya potensi. Saya ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa kamu bisa melakukan kustomisasi hingga ratusan warna. Bahkan ada lebih dari 1 juta warna kombinasi yang bisa dilahirkan. Selain itu, saya juga selalu tertarik dengan teknologi visualisasi,” ujar Jeremy kepada Job-Like Magazine.

“Dua tahun lalu ketika saya mulai ingin melakukan visualisasi, saya tidak tahu apapun mengenai 3-modeling. Saya belajar banyak informasi dari internet. Para karyawan kami juga tidak punya informasi. Mungkin ini proyek teknologi paling menantang yang pernah saya jalani,” lanjutnya.

Jeremiah Bramble, Direktur Bramble Furniture. (FOTO: Job-Like Magazine/Mega.Fransisca)

Tantangan bukan untuk dihindari, sebaliknya tantangan menjadi pelecut menuju kesuksesan. Hal itu juga dirasakan Jeremy. Pria berusia 28 tahun ini mengamini dirinya sebagai sosok yang haus tantangan. Menurutnya, ia tidak mengenal kata “failure” dalam kamus hidupnya. Failure atau kegagalan hanyalah “batu loncatan” untuk mencapai sukses.

“Selama kamu menancapkan komitmen dalam benak, kegagalan bukan lagi sebuah pilihan. Saya punya mental bahwa saya tidak bisa gagal. Di benak saya, kegagalan hanyalah satu langkah agar saya bisa meraih sukses,” ucapnya.

“Kunci dalam berbisnis itu melakukan riset. Bukan hanya riset mengenai tren di pasar, tapi apakah ada peluang untuk mencapai target? Saya berharap kami mendapatkan banyak data mengenai konsumen Indonesia. Kami memang sukses di Amerika Serikat (AS), tapi saya ingin tahu apa sih warna kesukaan pasar Indonesia, apa yang tidak mereka sukai. Saya butuh riset mengenai pasar,” tuturnya.

Bramble Furniture Incar Pasar Indonesia dengan Membuka Showroom Pertama

Bramble Furniture memang telah menancapkan kakinya sebagai perusahaan furnitur kenamaan di pasar AS. Berdiri pada 1991, Bramble yang dijalankan oleh orangtua Jeremy saat itu memfokuskan bisnis mereka di pasar AS meski pabrik mereka berlokasi di Solo, Jawa Tengah. Bramble memenangi pasar internasional berkat kualitas produknya.

Ya, furnitur produksi Bramble menggunakan bahan terbaik dari kayu mahoni solid, solid brasss, dan kaca bevel. Menariknya, lebih dari 95 persen desain dan produksinya dilakukan oleh para pengrajin lokal. Namun, tak ingin hanya menguasai pasar internasional, Bramble mulai melirik pasar Indonesia.

Oleh karena itu, pada 2019, Bramble meluncurkan platfrom digital bernama Bramble Furniture. Pada Selasa (28/1), Bramble Furniture resmi membuka showroom pertamanya yang berlokasi di kawasan Kemang Timur, Jakarta Selatan. Misi Bramble Furniture melebarkan pasar domestik juga ditunjukkan dengan ditunjuknya dua artis, Cathy Sharon dan Jennifer Bachim, sebagai Brand Ambassador.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here