Bukalapak Tawarkan Reksa Dana Murah Mulai Rp10 Ribu

Sumber: studentjob

Perusahaan e-commerce Bukalapak kini mulai merambah bisnis di bidang investasi melalui penjualan reksa dana pasar uang. Dalam menjual produk tersebut, Bukalapak menggaet agen penjual reksa dana online yaitu Bareksa dan manajer investasi CIMB Principal Asset Management、serta membuat fitur bernama BukaReksa.

Fajrin Rasyid, Co-founder dan CFO Bukalapak memaparkan, untuk menjadi investor di produk tersebut, cukup mudah. Calon investor harus memiliki akun Bukalapak dan mempunyai saldo di BukaDompet dengan jumlah minimal Rp10.000

Tapi, ia memastikan return  (keuntungan) yang diperoleh oleh investor bisa mencapai 7-8 persen per tahun. Angka tersebut dinilai lebih menguntungkan bila dibandingkan dengan investasi di deposito perbankan yang saat ini hanya mencapai angka 5-6 persen saja.

“Estimasi kami return bisa 7-8 persen per tahun. Jauh lebih tinggi dari deposito bank, anak acuannya bergantung dari kondisi pasar uang,” papar Fajrin, pada saat peluncuran BukaReksa di BEI.

Fajrin menjamin bahwa produk tersebut sudah mendapatkan restu dan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Meskipun tidak menyebutkan berapa jumlah target investor, Fajrin optimis jika produk tersebut dapat meningkatkan transaksi di fitur BukaDompet.

Untuk tahap awal, Bukalapak menargetkan pemanfaatan fitur baru itu bisa meggiring pengguna aktif (user) Bukalapak yang saat ini sudah mencapai angka 11,2 juta pengguna untuk mengalihkan dana hasil jual beli ke produk investasi.

“Sekarang, BukaReksa telah launch satu setengah minggu. Sudah ada 6.000 lebih investor yang sudah terdaftar. Cukup baik, sebab untuk ukuran investor Indonesia masih ratusan ribu. Jadi, angka 6.000 itu lumayan menggembirakan,” ujar Fajrin.

Walau tergolong sebagai produk investasi ritel, Fajrin tak menjamin produk reksa dana tersebut terbebas dari risiko. Dirinya pun menjamin profil risiko yang ditawarkan BukaReksa telah mendapatkan persetujuan dari OJK.

“Setiap investasi walaupun kecil, memang ada risikonya. Akan tetapi, itu mudah-mudahan menjadi edukasi yang baik bagi masyarakat bahawa investasi itu bermacam-macam,” tuturnya.

Fajrin melanjutkan, ke depannya Bukalapak besar kemungkinan untuk bekerja sama dengan Manajer Investasi lain di luar CIMB Principal Asset.