Job Abandonment: Saat Karyawan Tak Masuk Kerja Tanpa Alasan Jelas

Seorang karyawan profesional pasti menunjukkan profesionalitas kerja setiap saat berurusan dengan pekerjaan. Salah satu bukti profesionalitas kerja adalah mengajukan izin ketika tidak bisa masuk kerja karena satu dan lain hal. Izin kerja tersebut menunjukkan bahwa sang karyawan tidak melakukan job abandonment (pengabaian pekerjaan).

Apa yang dimaksud dengan job abandonment? Bagaimana cara menyikapinya?

Ulasan kali ini akan menambah wawasan kamu tentang istilah dunia kerja tersebut.

Mengenal Definisi Job Abandonment

Istilah yang masih asing di tanah air tersebut digunakan untuk mendefinisikan perilaku karyawan yang absen dari pekerjaan selama beberapa hari berturut-turut tanpa alasan jelas serta tanpa indikasi bahwa karyawan tersebut akan kembali bekerja.

Dalam berbagai kasus, ketidakhadiran karyawan dianggap sebagai pengabaian pekerjaan jika dilakukan selama tiga hari berturut-turut atau lebih.

Baca Juga: Pekerjaan Utama Terbengkalai akibat Side Job, Bagaimana Solusinya?

Perusahaan Harus Mencari Tahu Terlebih Dahulu

Walaupun perusahaan berhak mengambil keputusan terhadap perilaku job abandonment yang dilakukan karyawan, tetap saja perusahaan harus mencari tahu penyebabnya terlebih dahulu. Ada beberapa penyebab yang biasanya membuat karyawan jadi sulit menghubungi atau dihubungi perusahaan, yaitu:

  • Krisis pribadi, misalnya mengalami depresi berat.
  • Kondisi darurat medis (mengalami kecelakaan parah atau penyakit kronis yang menyebabkan kesadaran diri menurun).
  • Menjadi korban bencana alam.
  • Penahanan karena kasus tertentu, misalnya karena menjadi pelaku kriminalitas.

Apa Saja yang Harus Dilakukan Perusahaan?

Ketika ada karyawan yang melakukan job abandonment, maka pihak perusahaa harus melakukan beberapa langkah berikut ini:

  • Mencoba menghubungi karyawan melalui kontak pribadinya, misalnya telepon, chat, atau email.
  • Jika karyawan masih sulit dihubungi, perusahaan bisa mencoba menghubungi pihak keluarga (melalui telepon rumah) atau mengunjungi rumahnya secara langsung bila situasinya memadai.
  • Selanjutnya, perusahaan juga wajib mempertimbangkan kebijakan absensi yang berlaku. Ada perusahaan yang berhak memutuskan hubungan kerja secara sukarela jika karyawannya melakukan pengabaian pekerjaan dalam kurun waktu tertentu. Namun, pastikan bahwa sang karyawan juga sudah memahami peraturan dan kebijakan tersebut secara jelas agar tidak menimbulkan pemecatan sepihak.

Perusahaan juga bisa mempertimbangkan hal-hal lain berupa catatan absensi yang dimiliki karyawan, perilaku karyawan tersebut, serta urgensi kehadirannya di kantor. Beberapa hal yang patut menjadi pertimbangan perusahaan dalam mempertahankan karyawan yaitu,

  • Karyawan senantiasa berperilaku profesional dan hampir tidak pernah absen.
  • Melakukan pengabaian pekerjaan tanpa disengaja (misalnya sakit keras atau kecelakaan).
  • Tak melakukan hal-hal yang mencemarkan nama baik diri sendiri maupun tempat kerja.
  • Tidak sedang terlibat dalam pekerjaan bersifat mendesak di kantor.

Perusahaan harus menyikapi job abandonment secara tepat agar tidak kehilangan karyawan terbaik. Karena karyawan profesional juga dapat mengalami masalah serius yang mengganggu produktivitasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here