Begini Generali Indonesia Menjamin Kesehatan Karyawan Saat Pandemi

Gen-Talks Generali Indonesia tips merawat gigi keluarga selama pandemi COVID-19.

Karyawan yang sehat mencerminkan perusahaan yang sehat. Program-program kesehatan karyawan pun menjadi prioritas Generali Indonesia untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif. Tak terkecuali pada masa pandemi COVID-19 ini. Memastikan kesehatan karyawan menjadi tanggung jawab Generali Indonesia. 

Oleh karenanya, selama pandemi dan memasuki new normal, Generali Indonesia memperketat aktivitas bekerja dari kantor untuk turut mencegah penyebaran virus COVID-19. Kebijakan untuk bekerja dari rumah diterapkan Generali sejak awal diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah. 

Sementara itu, kebutuhan bekerja dari kantor disertai dengan protokol ketat. Salah satunya, karyawan Generali Indonesia harus mendapatkan izin khusus dari Departemen Head dan tim Human Capital. Perizinan ini dikeluarkan setelah karyawan memenuhi beberapa persyaratan kesehatan yang telah ditentukan perusahaan.

Selain memperketat aktivitas bekerja dari kantor, Generali Indonesia juga aktif memberikan informasi kesehatan bagi karyawan, nasabah, dan partner-nya melalui Gen-Talks yang digelar secara virtual. Rabu (26/8), Gen-Talks membagikan informasi penting untuk merawat gigi selama pandemi dan prosedur apa saja yang sebaiknya dilakukan jika masyarakat harus ke dokter gigi.

Baca Juga: Jurus Generali Cegah Penyebaran COVID-19 di Masa New Normal

Ikuti Prosedur ke Dokter Gigi Selama Pandemi COVID-19

Kunjungan ke sarana kesehatan atau klinik gigi selama pandemi jelas masih menciptakan kekhawatiran. Terlebih paparan virus COVID-19 terjadi melalui percikan ludah. Rentannya paparan virus COVID-19 di area klinik gigi tentu menjadi pertimbangan besar. Drg. Rita R. Laila, dokter gigi swasta klinik pribadi yang diundang Generali untuk berbagi informasi seputar kesehatan gigi, pun menyarankan untuk menunda kunjungan ke dokter gigi selama pandemi.

Menurutnya, kunjungan ke sarana kesehatan lebih baik dihindari bila kasus kesehatannya tidak terlalu parah, meskipun protokol kesehatan telah diterapkan di setiap sarana kesehatan. Lalu, apa yang  sebaiknya dilakukan ketika seseorang mengalami masalah pada gigi dan mulutnya pada masa pandemi?

Drg. Rita menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter secara online sebagai langkah awal. Melalui konsultasi online dan foto gigi, dokter bisa memberikan diagnosa dan meresepkan obat tanpa harus bertemu secara fisik. Namun, bila harus dilakukan penanganan secara fisik, ada beberapa prosedur penting yang harus diperhatikan ketika mengunjungi klinik gigi agar terhindar dari paparan virus.

Pertama, lakukanlah pendaftaran secara online. Pada tahap pendaftaran ini, pasien akan menjawab beberapa pertanyaan terkait protokol kesehatan COVID-19 untuk memastikan dirinya tidak terpapar oleh virus. Kedua, Drg. Rita menegaskan agar pasien datang sesuai jadwal agar tidak berpapasan dengan pasien lain.

“Sudah banyak sarana kesehatan dan klinik yang pendaftarannya secara online. Ini dimaksudkan agar pasien dijadwalkan pada waktu-waktu tertentu sehingga mencegah interaksi antarpasien. Ketika datang pastikan juga memakai masker dan jaga jarak. Tidak menyentuh apapun yang ada di dalam klinik kecuali yang diinstruksikan dokter gigi. Tidak menyentuh mata, hidung, dan mulut. Serta cuci tangan saat datang dan pulang,” tutur Drg. Rita.

Baca Juga: Kerja di Generali, Ada Kesempatan Naik Karier dari Kegagalan

Drg. Rita juga mengingatkan agar kesehatan gigi tidak diremehkan. Generali Indonesia sendiri menyadari pentingnya untuk menjamin kesehatan gigi para karyawannya dengan memberikan perlindungan terhadap perawatan gigi. Menurut Drg. Rita, kasus sakit gigi paling tinggi adalah gigi berlubang. Sakit gigi berlubang sering diawali dengan kebiasaan sepele yaitu tidak membersihkan area mulut dengan benar sehingga sisa-sisa makanan bercampur dengan bakteri mulut yang melahirkan asam.

Ada juga kebiasaan-kebiasaan buruk yang acap diremehkan namun berakibat negatif bagi rongga mulut. Misal, apakah kamu suka menggigit pulpen ketika bekerja atau berpikir? Kebiasaan buruk ini ternyata bisa merusak lapisan gigi. Kebiasaan ini disebut Drg. Rita dipengaruhi oleh faktor psikologis. Menggigit pulpen dijadikan pelarian untuk mengalihkan perhatian. Itu sebabnya, pasien juga harus memulihkan masalah psikologisnya.

Selain itu, apakah kamu juga memiliki kebiasaan membuka tutup botol dengan gigi? Hentikan sekarang juga karena kebiasaan ini menyebabkan gigi menjadi aus sehingga mudah retak dan patah. Masalah gusi juga bisa disebabkan oleh kebiasaan sepele, yaitu membersihkan sela-sela gigi dengan tusuk gigi kayu. Pasalnya, menurut Drg. Rita, material dan ketebalan tusuk gigi kayu bisa membuat gusi melunak, lalu menyebabkan lubang atau jarak dengan gigi.

Beberapa masalah gigi di atas memang disebabkan oleh kebiasaan buruk yang sepele. Jadi, hentikan segera kebiasaan buruk tersebut dan mulailah berikan perhatian khusus pada kesehatan gigi dan mulutmu. Karena kesehatan gigi pun akan memengaruhi produktivitas keseharian. Nggak mau kan hari kamu jadi berantakan karena nyeri gigi?

Lindungi juga dirimu dengan asuransi Generali Indonesia.

Kunjungi Generali Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here