Jangan Bohong! Begini Cara HRD Mendeteksi Kebohongan Para Pelamar Kerja

Banyak pelamar kerja berusaha mendapatkan pekerjaan dengan cara berbohong saat wawancara. Tujuannya tentu saja agar kelihatan kompeten di mata Human Resource Department (HRD). Padahal, cara HRD mendeteksi kebohongan justru bisa membuat pelamar kerja mendapatkan nilai minus.

Makanya, kamu jangan sampai berbohong hanya demi mendapatkan pekerjaan, ya. Beberapa cara HRD mendeteksi kebohongan berikut ini bisa bikin kandidat karyawan gagal lolos rekrutmen:

Mengamati Bahasa Tubuh Kandidat Karyawan

Cara HRD mendeteksi kebohongan yang paling sering dilakukan adalah mengamati bahasa tubuh kandidat karyawan. HRD yang sudah senior biasanya sangat berpengalaman mengungkap kebohongan cuma dengan melihat bahasa tubuh kandidat karyawan saja.

Kandidat karyawan yang sedang berbohong biasanya tampak agak gelisah, berbicara cepat, dan menyembunyikan tangannya. Gerak-gerik yang aneh dapat membuat HRD curiga bahwa kamu sedang menyembunyikan fakta selama wawancara berlangsung.

Memeriksa Kesesuaian antara Rentang Waktu dan Kompetensi Karyawan

Tim HRD yang teliti juga bisa mengidentifikasi kebohongan kandidat karyawan dengan memeriksa kesesuaian antara rentang waktu dan kompetensi karyawan. Misalnya, tercantum pengalaman kerja selama 2 tahun dalam CV kandidat karyawan tersebut.

Kalau sang kandidat tidak bisa menyebutkan job desk-nya secara lancar, kemungkinan besar kandidat tersebut sedang berbohong. Cara HRD mendeteksi kebohongan ini bahkan bisa membuat pelamar kerja gelagapan bila ditanyakan secara lugas.

Baca Juga: Yuk, Membuat Cheat Sheet untuk Interview agar Peluang Kerja Makin Besar!

Mengecek Akun Media Sosial Kandidat Karyawan

Kini, banyak pelamar kerja mencantumkan informasi tentang akun media sosialnya dalam CV. Informasi tersebut bisa dimanfaatkan untuk memuluskan cara HRD mendeteksi kebohongan. Tim HRD akan mengecek akun media sosial tersebut untuk mencari kesesuaian antara pernyataan kandidat karyawan dan fakta yang ditunjukkan di dunia maya.

Jadi, jangan sampai kamu punya citra buruk saat menggunakan media sosial sebab hal tersebut bisa berpengaruh pada peluang kerja di lain kesempatan.

Mencari Informasi Langsung ke Perusahaan Bersangkutan

Perusahaan yang saling menjadi kompetitor bukan berarti memiliki relasi buruk hingga tidak berhubungan sama sekali. Bila ada pelamar kerja yang berasal dari perusahaan kompetitor, bukan mustahil bila cara HRD mendeteksi kebohongan dilakukan dengan langsung menghubungi perusahaan tersebut.

Dengan demikian, tim HRD akan mendapatkan info cukup akurat tentang karakter dan kompetensi kerja kandidat karyawan yang sedang berada dalam tahap rekrutmen.

Beberapa cara HRD mendeteksi data palsu kandidat di atas menunjukkan bahwa kamu harus jadi kandidat karyawan yang jujur sejak proses rekrutmen. Mendapatkan pekerjaan dengan cara yang benar akan membuat kamu merasa tenang dan bisa memberikan kontribusi terbaik selama bekerja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here