Cara Mengatasi Depresi dengan Menulis, Mudah dan Menenangkan Kok

Topik tentang depresi belakangan ini makin sering diperbincangkan anak milenial. Banyak faktor yang bisa menyebabkan depresi pada anak-anak muda, mulai dari masalah keluarga, lingkungan pertemanan, bullying, gaya hidup dan sosial, hingga keuangan. Rasa sedih, takut, dan cemas yang sengaja dipendam dan disimpan sendirian dapat menjadi faktor penyebab depresi yang dominan.

Ketidakmampuan seseorang untuk menerima segala hal yang terjadi pada hidupnya membuat orang tersebut sulit mengatasi depresi. Oleh sebab itu, kehadiran psikolog atau ahli jiwa terkadang sangat dibutuhkan bagi para penderita depresi.

Namun, ada juga salah satu cara untuk membantu seseorang mengatasi depresi sebelum memutuskan bertemu psikolog. Cara tersebut adalah dengan menulis. Berikut ini beberapa cara menulis yang ternyata cukup bisa menenangkan orang yang depresi.

Menulis Catatan Harian, Apapun Itu

Saat mulut tidak bisa mengungkapkan apa yang dirasa, entah sedih, senang, kecewa, atau marah; salah satu jalan agar emosi tersebut dapat tersalurkan dengan baik adalah dengan menulis. Memulai menulis catatan harian bisa menjadi alternatif untuk membiasakan diri merasakan dan menerima segala hal yang terjadi dalam kehidupan. Meski tidak semua orang terbiasa menulis, cara ini tidaklah sulit untuk dilakukan.

Mengatasi depresi tidak harus dengan menulis hal-hal besar. Catat saja kegiatan dan perasaan yang dialami dalam sehari. Kalau sedih, tulisah apa yang membuatmu sedih dan curahkan semuanya lewat tulisan. Rekam semua kejadianmu di catatan harian sehingga kelak kamu bisa membacanya kembali dan belajar mensyukuri banyak hal yang sudah bisa kamu lewati.

Baca Juga: Depresi pada Milenial Kerap Disebabkan Hal-Hal Berikut

Mengatasi Depresi Dapat dengan Menulis Hal-Hal Positif

Meski cerita yang kamu tulis di catatan harian berisi sebuah kemarahan, cobalah untuk tetap melihat hal positif yang terselip di kejadian yang kamu alami. Belajar menuliskan hal-hal positif dapat menjadi sebuah terapi untuk memaafkan diri sendiri juga. Jadi, jangan pernah lupa untuk menulis hal-hal menyenangkan juga ya.

Ketika kamu juga rajin mencatat hal-hal yang membahagiakan, otakmu juga akan merekam memori-memori positif. Maka, saat suatu kali nanti kamu mengalamai kegagalan atau kesedihan, kamu masih memiliki energi positif untuk menghadapinya. Kamu tidak akan larut terlama lama pada kesedihanmu itu.

Menulis Blog Agar Kisah Tersebut Dapat Dibagikan Juga

Percayalah, kisah-kisah di catatan harianmu tersebut pasti juga pernah dialami orang lain. Tentu kisahmu akan menjadi semakin lebih berarti ketika kamu membagikannya pada orang lain. Dengan begitu, kamu bisa menginspirasi orang lain lewat kisahmu.

Salah satu caranya adalah dengan membuat blog. Kamu tentu tidak harus terlalu terbuka bercerita apapun di blog-mu. Pilihlah kisah-kisah yang sekiranya bisa kamu pakai untuk menolong orang lain yang pernah mengalami hal sama sepertimu.

Baca Juga: Yuk Berdamai dengan Diri Sendiri agar Tak Depresi Mencari Kerja

Bisa membantu dan membahagiakan orang lain juga mampu mengatasi depresi pada diri sendiri loh. Kamu akan lega karena kamu tahu bahwa kamu tidak sendirian.

Membiasakan Diri Menulis Menjadi Cara Sederhana Mengatasi Depresi

Setelah kamu terbiasa menulis, jiwamu pun terasa lebih tenang. Setiap ada masalah, setidaknya kamu tahu cara paling mudah untuk menyembuhkannya terlebih dahulu sebelum larut dalam depresi. Menulis memang terkesan sederhana, tetapi manfaatnya sangat dapat dirasakan.

Lama-kelamaan, menulis dapat menumbuhkan rasa bahagia di hatimu. Kelak, catatan-catatan harianmu lah yang akan membuatmu tersenyum di usia senja. Kamu akan sangat bersyukur ketika bisa melewati kehidupan yang mungkin tidak mudah.

Bagaimana? Apakah kamu mulai tertarik memulai menulis untuk mengatasi depresi? Jika diperlukan, kamu juga bisa datang ke psikolog dan para ahli untuk membantumu keluar dari depresi. Semangat ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here