Ubah Kualitas Hidup Kamu agar Tak Terjangkit Penyakit “The Silent Killer”

Pernahkah terlintas di benak kamu seperti apa kualitas hidup yang kamu inginkan? Apakah kamu ingin tetap produktif di usia dewasa dan bahagia di usia senja? Bila itu target kualitas hidup kamu, lalu apa yang sudah kamu lakukan untuk mencapainya?

Bila kamu mudah tergoda dengan minuman boba ataupun bubble tea di sela-sela waktu bekerja, kamu patut mengkhawatirkan kualitas hidupmu dalam beberapa tahun ke depan. Refleksikan juga kebiasaan buruk lainnya, seperti menyantap junk food, merokok, hingga tekanan stres karena pekerjaan.

Stop kebiasaan buruk itu sekarang juga! Kamu nggak mau kan tubuhmu akan menjadi sarang penyakit, salah satunya hipertensi? Menurut Dr. Haryadi Wijaya, Sp. PD, ahli ilmu penyakit dalam dari Rumah Sakit Mayapada Jakarta Selatan, hipertensi adalah “the silent killer”.

Mengapa disebut “the silent killer? Penderita hipertensi biasanya tidak menyadari kalau tekanan darahnya berada di level tinggi. Penderita baru menyadari setelah terjadi komplikasi atau serangan mendadak.

Dalam seminar bertajuk Healthy Workshop yang digelar Great Eastern, Rabu (30/10), Dr. Haryadi menjelaskan hipertensi terjadi karena pembuluh darah tidak lagi elastis yang disebabkan oleh dua macam faktor, yakni faktor degeneratif dan faktor gaya hidup. 

Faktor degeneratif tidak bisa diubah karena dipicu oleh usia yang semakin lanjut, jenis kelamin, genetik, dan juga ras. Namun, hipertensi bisa dihindari dengan mengubah gaya hidup yang tidak sehat. Sudah siapkah kamu mengubah gaya hidup demi kualitas hidup di usia senja yang lebih baik?

Baca Juga: Stop Gaya Hidup Serba Instan! Yuk, Sehatkan Generasi Masa Depan

Yuk, Tiru Tiga Metode Sederhana Hidup Sehat Ini

Mengubah gaya hidup yang sehat nggak susah lho! Tiru saja tiga metode sederhana yang dilakukan Clement Lien Cheong Kiat, CEO Great Eastern. Pasca mengalami patah kaki dua tahun silam yang membuat dirinya tak bisa beraktivitas karena otot-otot kakinya tidak berfungsi, ia lalu melakukan empat kali operasi dan pulih. Karena kejadian itu, Clement menyadari betapa menyenangkannya aktivitas berjalan kaki.

Clement Lien Cheong Kiat, CEO Great Eastern. (Foto: Mega.Fransisca/Job-Like Magazine)

Walking is very enjoyable. Cukup berjalan kaki saja bisa membantu kesehatan. Selain itu, faktor penting lainnya adalah makanan. Bayangkan organ-organ tubuh kamu sebagai goalkeeper yang menyaring makanan. Ketika diisi terlalu banyak maka terjadi penalti, organ pun akan bermasalah,” ujar Clement.

“Hal terakhir yang harus diperhatikan adalah tidur. Harus cukup tidur. Kamu harus mengembalikan energi dengan tidur yang cukup,” lanjutnya.

Metode Clement yang memaksimalkan jalan kaki untuk menjaga kesehatan diamini oleh Carlo Christian Tamba, seorang Wellness Consultant dari The Fit Company. Ia menyarankan kegiatan berjalan kaki selama 20 menit untuk menjaga kesehatan.

Sebagai konsultan kesehatan yang juga pendiri Master Bootcamp, Carlo menepis anggapan orang yang mengklaim dirinya sudah terbiasa dengan rutinitas gym. Carlo menegaskan rutinitasnya berolahraga bukan termotivasi untuk mendapatkan bentuk badan yang ideal, melainkan kesehatan jangka panjang.

“Motivasi saya bukan untuk mendapatkan six-pack. Tapi, saya ingin 20 tahun ke depan saya bisa olahraga, climbing, atau melakukan aktivitas fisik bersama anak saya,” bilang Carlo.

“Jadi, kamu dalam 10 tahun ke depan akankah kamu terbaring di tempat tidur rumah sakit? Atau akankah kamu masih menikmati hidupmu?” ujarnya.

Nah, bagaimana kamu melihat dirimu dalam 10 tahun ke depan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here