Cara Mudah Meretensi Karyawan Milenial agar Betah Bekerja

Karyawan milenial dikenal memiliki ciri khas yang membedakannya dengan karyawan yang berasal dari generasi lain. Salah satunya, masa kerja milenial amatlah singkat karena mudah memutuskan untuk pindah kerja ke perusahaan lain. Oleh karenanya, ada baiknya perusahaan memberikan perhatian dan melakukan upaya untuk meretensi karyawan milenial yang dimilikinya.

Milenial mudah berganti pekerjaan atau perusahaan karena menurut mereka gaji bukanlah hal yang utama. Bagi milenial, kenyamanan bekerja lebih dari segalanya. Selain itu, milenial juga menginginkan pekerjaan yang bisa menyalurkan aspirasi atau passion-nya.

Jika perusahaan ingin meretensi atau mempertahankan karyawan milenial, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, yaitu,

Kesempatan untuk Berkolaborasi

Bagi milenial, ide dan inovasi baru adalah segalanya. Kedua hal tersebut hanya bisa didapatkan dengan adanya kolaborasi. Oleh karenanya, jika ingin meretensi karyawan milenial, maka perusahaan harus bisa menciptakan budaya berkolaborasi. Salah satu caranya, membentuk tim dan membuat tim-tim yang ada saling bekerjasama.

Di dalam tim juga diperlukan upaya untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan leadership skill. Sehingga tujuan yang ditetapkan bisa dicapai bersama-sama.

Agar Bisa Meretensi Karyawan Milenial, Terapkan Work-Life Balance

Milenial sangat memperhatikan work-life balance. Bagi milenial, beristirahat, bersantai dan bersosialisasi tidak kalah penting dibandingkan dengan bekerja terus-menerus di depan komputer. Bahkan, bersantai dan bersosialisasi merupakan kunci dari munculnya kreativitas.

Milenial juga menggemari jadwal kerja yang fleksibel. Dengan jadwal kerja fleksibel, milenial bisa bekerja kapan saja dan dimana saja. Dengan begini, stres dan burnout akan berkurang.

Baca Juga: Work-Life Balance vs Work-Life Flexibility, Pilih yang Mana?

Menyalurkan Passion Karyawan Milenial

Bekerja sesuai dengan passion merupakan dambaan bagi setiap milenial. Karenanya, perusahaan harus bisa menyalurkan passion yang dimiliki oleh karyawan milenialnya. Caranya bisa dengan menempatkan milenial pada posisi/pekerjaan yang sesuai dengan passion.

Lebih dari itu, berikan pula kesempatan untuk mengembangkan diri dengan memberikan pelatihan agar kemampuan dan skill yang dimiliki bisa berkembang. Dengan begini, bukan hanya milenial bisa menyalurkan passion, tapi mereka juga bisa mengembangkan kariernya sesuai dengan passion yang dimiliki.

Membudayakan Feedback

Meski punya kreativitas dan semangat kerja yang tinggi, milenial juga merupakan generasi yang penuh dengan ketidakpastian. Oleh karenanya, milenial sangat memerlukan feedback positif maupun negatif. Feedback juga diharapkan datang dari semua pihak. Baik dari atasan maupun dari sesama rekan kerjanya.

Feedback memancing interaksi, yang nantinya akan menghilangkan ketidakpastian. Feedback juga diperlukan untuk mengetahui perkembangan kemampuan dan skill yang dimiliki oleh tiap-tiap karyawan milenial yang bekerja di perusahaan.

Jika beberapa hal di atas dilakukan, karyawan milenial akan semakin betah bekerja di perusahaan. Sehingga, kemungkinan untuk pindah kerja ke perusahaan lain bisa diperkecil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here