Sudah Waktunya Milenial Paham Mengatur Keuangan, Lewat M!Power

Agen asuransi milenial M!Power, startup asuransi yang dibentuk oleh Sequis Life. (FOTO: dok. M!Power)

Fenomena perilaku hedonisme kental dengan generasi milenial. Dimulai dari kebiasaan kecil menyeruput kopi berkali-kali di kedai kopi dalam sehari hingga traveling tanpa batas yang menguras kantong. Imbasnya, kondisi finansial milenial acap ngos-ngosan. Fenomena ini tak lepas dipicu oleh minimnya literasi mengatur keuangan.

Baru sedikit generasi milenial yang memahami pentingnya mengatur keuangan untuk kestabilan masa depannya. Kurangnya ilmu keuangan menyeret mereka terperangkap dalam hidup hedonisme yang menganggap dirinya akan bahagia dengan mencari kebahagiaan semu sebanyak mungkin.

Hedonisme menjadi awal terbentuknya perilaku konsumtif. Situasi buruknya, gaya hidup konsumtif akan melahirkan kebiasaan berutang. Alhasil, tak jarang polemik masalah keuangan dialami kaum muda yang kehilangan arah dalam mengatur keuangannya.

Hal ini menarik perhatian Sequis Life untuk membentuk M!Power, sebuah perusahaan rintisan atau startup bagi kaum muda mempelajari lebih dalam pentingnya mengatur keuangan sejak dini. Startup yang menawarkan proteksi diri dini bagi milenial ini baru didirikan pada Juli 2019.

Melalui komunitasnya, M!Power memberikan edukasi mengatur keuangan yang tepat, termasuk melakukan investasi diri. Pentingnya melakukan investasi diri digaungkan M!Power mengingat prediksi bonus demografi Indonesia di tahun 2030 yang mayoritas pekerja produktif berusia milenial.

M!Power memberikan edukasi gratis mengenai perencanaan keuangan bagi milenial. (FOTO: dok. M!Power)

“Mulai tahun 2020 hingga 2035, bonus demografi Indonesia akan banyak anak muda yang produktif. Untuk itu, mereka harus paham bagaimana melindungi investasinya, teknik menabung. Generasi milenial harus memahami manajemen risiko yang benar,” ujar Yan Ardhianto H. RFP, Senior Manager Business Development Sequis Life.

“M!Power menawarkan literasi itu. Kami menawarkan mentoring gratis untuk menghantarkan milenial memiliki mindset entrepreneurship yang benar, memiliki wawasan yang benar tentang perencanaan keuangan. Kami mengajak milenial untuk menjadi partner kami,” tuturnya.

Sejak diluncurkan empat bulan lalu, M!Power telah menggandeng 50 kaum milenial sebagai perancang keuangan, atau yang disebut M!Prentice. Para M!Prentice ini mendapatkan pelatihan khusus terkait manajemen risiko, lalu mendapatkan sertifikasi perencanaan keuangan dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI).

Baca Juga: Keuangan Tidak Sehat Milik Milenial Bisa Dilihat dari Tanda-Tanda Ini Loh

Berbekal literasi manajemen risiko dan AAJI, M!Prentice resmi menjadi agen asuransi milenial yang profesional. Meski baru berjalan empat bulan, melalui mentoring Sequis Life, para M!Prentice yang rata-rata berusia di bawah 35 tahun sukses mengedukasi 300 orang untuk menyadari pentingnya berinvestasi, terutama atas jiwanya.

M!Power Tawarkan Peluang Bisnis bagi Milenial

Farah Diba (tengah, berdiri) berbagi ilmu manajemen risiko kepada rekan-rekan M!Prentice (FOTO: Mega.Fransisca/Job-Like Magazine)

Literasi mengatur keuangan dan peluang bisnis yang ditawarkan M!Power memang menggiurkan kaum milenial, terutama bagi mereka yang belum berpenghasilan. Termasuk Farah Diba, seorang mahasiswa semester tingkat akhir, yang tengah meniti kariernya sebagai perancang finansial profesional.

Farah bergabung sebagai M!Prentice sebelum M!Power resmi diluncurkan. Berawal tanpa pengetahuan mengenai keuangan dan asuransi, Farah kini menjadi salah satu M!Prentice andalan M!Power.

Tak hanya menawarkan produk M!Power berupa M!Protection yang memberikan enam perlindungan bagi milenial dalam satu produk asuransi, Farah juga mulai memerankan perannya sebagai seorang mentor. Perlahan ia “naik kelas” dengan mengedukasi rekan-rekan M!Prentice yuniornya.

“Awalnya, saya tidak tahu soal asuransi. Saya hanya memberanikan diri untuk gabung, meski menjadi agen asuransi itu masih tabu. Tapi, saya melihat prospek yang bagus di M!Power. Terlebih suasananya milenial banget, dan mentoring-nya nggak kaku,” ujarnya.

“Seiring proses pembelajaran, saya akhirnya paham bahwa asuransi itu penting. Saya jadi semakin tertarik untuk mengedukasi orang agar mereka paham mengenai risikonya. Sejauh ini orang tidak membeli asuransi bukan karena nggak butuh, tapi karena mereka nggak paham,” tandasnya.

Sebagai startup yang diperuntukkan bagi milenial, M!Power memfokuskan produk M!Protection untuk kebutuhan milenial. Salah satu keuntungan M!Protection bagi milenial adalah proteksi diri terhadap tiga penyakit mental yang belakangan banyak dialami anak muda, yaitu OCD, skizofrenia, dan gangguan bipolar.

Dengan premi tahunan yang ramah kantong mulai dari Rp380 ribu, milenial bisa melakukan konseling gratis atas diagnosis ketiga masalah mental tersebut. Selain itu, M!Protection memiliki sistem jaminan asuransi internasional mengingat tingginya aktivitas traveling yang dilakukan milenial.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here