Cara Sleekr Mendorong Karyawan agar Tetap Produktif

Karyawan Sleekr

Sebagai penyedia aplikasi untuk layanan HR dan Accounting, Sleekr terus melebarkan sayapnya untuk membantu lebih banyak lagi para pelaku bisnis di Indonesia. Ekspansi yang dilakukan berdasarkan kesadaran bahwa saat ini banyak bisnis yang mempunyai masalah di seputar Human Resources dan Accounting. Masalah tersebut dirasakan baik oleh para karyawan maupun petingginya. Untuk itu, Sleekr terus berinovasi untuk memberikan produk digital terbaik yang bisa memudahkan para praktisi di bidang HR, Accounting, juga pajak untuk melakukan tugas dan fungsinya masing-masing. Saat ini, tercatat ada sekitar 90.000 pengguna aplikasi Sleekr yang tersebar di wilayah Indonesia.

Sejak awal didirikan, Sleekr memiliki visi untuk turut memajukan bisnis dan orang-orang di dalamnya. Visi tersebut diturunkan menjadi misi dengan ingin membuat sebuah platform yang dapat memenuhi kebutuhan HR dan Accounting yang sederhana serta dapat digunakan dengan mudah oleh setiap bisnis yang membutuhkan. Untuk mencapai visi dan misi tersebut, Edward Samuel, People Development Sleekr meyakini bahwa karyawan memegang peranan penting untuk mewujudkannya. Ada 2 kriteria karyawan yang diharapkan dapat bergabung bersama Sleekr untuk mewujudkan visi tersebut.

“Kalau ditanya, orang-orang seperti apa sih yang cocok untuk bekerja di Sleekr? Untuk setiap karyawan di Sleekr, outputnya cuma 2 yaitu mereka menjadi leader dan owner. Menjadi leader maksudnya mereka harus bisa menginspirasi orang-orang di sekitar dan mengajak yang lainnya untuk ikut maju bersama. Sedangkan menjadi owner, mereka harus own the job. Apapun pekerjaan yang diberikan harus selesai,” jelasnya.

Penanaman leadership dan ownership diturunkan ke dalam 2 pilar nilai-nilai yang diusung oleh Sleekr. Pilar pertama yaitu respect for people yang memiliki nilai-nilai yaitu customer first, team work, dan think win-win. Pilar kedua yang diusung yakni continuous improvement yang memiliki highest standard, learn, be curious, dan deliver better.

Kebersamaan karyawan Sleekr

“Tantangan yang terbesar adalah bagaimana kita membiasakan karyawan untuk meresapi nilai-nilai perusahaan. Sehingga, tidak hanya menjadi pajangan saja di kantor. Kami terus berpikir bagaimana caranya nilai-nilai ini bisa dihidupi oleh semua orang yang bekerja di Sleekr. Kami awali dari saat wawancara kandidat. Kami akan uji mereka dengan pertanyaan-pertanyaan yang mengarah ke dalam nilai-nilai perusahaan. Kemudian, ketika mereka menjadi karyawan sehabis 3 bulan masa percobaan kami uji lagi berdasarkan nilai-nilai tersebut untuk memastikan mereka masih memiliki nilai yang sama dengan perusahaan. Selain itu, kami rutin mengadakan town hall meeting. Semua karyawan akan berkumpul dan menjadi sesi sharing tentang apa tujuan kita ada di sini,” lanjutnya. 

Baca Juga : Pemberian Reward Ala Sleekr, Job Seekers Tertarik Bergabung?

Budaya Perusahaan Memengaruhi Produktivitas Karyawan

Tak hanya ingin didengar, namun juga ingin mendengar menjadi sebuah budaya yang coba dibangun oleh Sleekr di kalangan karyawannya. Sebanyak 80% karyawan Sleekr merupakan generasi millennial. Wacana millennial at work seakan mengisyaratkan bahwa agak sedikit tricky bagaimana harus memperlakukan millennial yang senang bereksperimen dan bereksplorasi di lingkungan kerja. Untuk menyiasatinya, Sleekr mengawalinya dengan mengikuti pola kerja para millennial, salah satunya menerapkan sistem remote working. Remote working diharapkan dapat mendorong para karyawan bekerja lebih fleksibel. Meskipun secara formalitas, jam kerja 9 to 6 masih diberlakukan.

“Kalau di sini selama pekerjaan mereka selesai, tidak masalah karyawan mau datang pukul 10 atau 11 siang. Dengan catatan tugas-tugas mereka semuanya selesai. Jika mereka mengambil pilihan untuk remote working, mereka tinggal melakukan absensi melalui aplikasi. Remote working sebenarnya cukup membantu teman-teman sehingga tidak perlu datang ke kantor. Semua bisa dilakukan dari rumah atau tempat klien.”

Memberikan fleksibilitas waktu dalam bekerja serta pengadaan fasilitas lainnya di kantor, merupakan beberapa upaya untuk mendukung kinerja karyawan terutama dari kalangan millennial. Yang terpenting adalah bagaimana perusahaan dapat mendengar pendapat dan masukan dari karyawannya, sehingga aturan yang berlaku tidak selalu harus top down. Untuk mengetahui seberapa berpengaruh kebijakan perusahaan memengaruhi produktivitas dan kenyamanan karyawan, Sleekr menerapkan penilaian yang dilakukan per 6 bulan dengan menggunakan 360 review. 

Assesment ini benar-benar bisa mengukur segala aspek, tidak hanya dari atasan ke bawahan namun juga dari bawahan ke atasan. Sehingga, seluruh karyawan dari berbagai lini dapat mengetahui apa saja yang menjadi kekurangan dan kelebihannya selama bekerja. Ini pun bisa menjadi ajang introspeksi diri baik bagi atasan maupun bawahan. Saya kira, startup ini berbeda dengan yang lainnya karena mau mendengar kritikan langsung dari bawahannya. No room for baper (bawa perasaan.red),” ungkapnya.

Beri komentar Anda tentang artikel ini