The Little Giantz Libatkan Para Manajer untuk Atasi Drama di Kantor

The Little Giantz Libatkan Para Manajer untuk Atasi Drama di Kantor
Corporate Secretary The Little Giantz, Sagita Ajeng Saniari

Banyak drama yang terjadi di lingkungan kerja yang pada akhirnya menjadikan toxic dan membuat suasana kerja menjadi kurang nyaman. Biasanya, jika itu terjadi tim HR berperan sebagai pendamai atau mediator dari kubu-kubu yang bersebrangan.

Namun, yang perlu diingat HR bukanlah panasea untuk segala hal yang berhubungan dengan karyawan di perusahaan. Di The Little Giantz, tim HR mempercayakan kepada para manajer untuk melakukan fungsi HR, dalam mengawasi para karyawannya. Para manajer diminta untuk memposisikan diri berdiri di atas dua kaki; sebagai bagian dari manajemen sekaligus HR.

Bagaimana cara melihat kemampuan para manajer melakukan fungsi HR?

Menurut Sagita Ajeng Daniari, Corporate Secretary The Little Giantz, cara melihat apakah manajer memiliki kemampuan untuk melaksanakan fungsi HR, berdasarkan kedekatan dan kepekaan mereka terhadap kondisi karyawannya.

“Para manajer di sini telah melalui berbagai macam proses jadi sudah mengetahui pola pikir, pola kerja, dan budaya kerja di The Little Giantz. Sehingga, pasti mengetahui apa saja yang bukan menjadi DNA The Little Giantz,” jelasnya.

Baca Juga: 3 Cara Ampuh Menangani Ratu Drama di Kantor

Para manajer diberi kewenangan untuk melakukan pengawasan kepada bawahan langsung. Jika ada perilaku atau situasi yang tidak mendukung kondusifnya lingkungan pekerjaan, para manajer berhak untuk menegur, memediasi, dan memberikan pendapatnya kepada HR.

“Di The Little Giantz, kami menerapkan budaya transparansi dan keterbukaan satu sama lain dalam soal pekerjaan. Sebisa mungkin tidak ada yang ditutupi dan menjadi unek-unek di kemudian hari. Semua orang bebas menyampaikan pendapatnya. Bebas berpendapat bukan hanya hak HR atau manajer, tetapi hak seluruh karyawan,” tutur Ajeng.

Untuk mencegah merebaknya toxic di lingkungan kerja, tim HR The Little Giantz pun melakukan antisipasi sejak tahap rekrutmen. Saat ini, HR The Little Giantz lebih mengutamakan menerima karyawan junior, namun tetap yang memiliki kreativitas yang tinggi.

Alasannya, karyawan junior biasanya lebih mudah untuk dibimbing karena belum terpengaruh dengan drama yang terjadi di lingkungan kantor. Selain itu, mereka tidak money oriented karena mayoritas bekerja untuk memenuhi passion.

“The Little Giantz merekrut 80 persen karyawan junior. Mereka lebih mudah dibimbing dan dibekali dasar-dasar nilai perusahaan. Sehingga, lebih mudah melahirkan bibit-bibit generasi penerus bagi perusahaan,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here