3 Perusahaan Ini Memakai Cara Unik untuk Menyeleksi Kandidat Karyawan Baru

menyeleksi
Sumber : wineturtle

Mempekerjakan seorang pegawai prosesnya sama seperti kencan, kedua pihak sama-sama berusaha menampilkan tingkah terbaik mereka dalam proses wawancara, dan Anda sering kali tidak tahu apakah sebenarnya kandidat dan perusahaan benar-benar cocok hingga beberapa bulan kemudian. Sayangnya, ini bisa menyebabkan perusahaan yang mempekerjakan kehilangan banyak waktu dan ang. Lebih dari 50% proses pengunduran diri oleh karyawan terjadi pada tahun pertama karyawan tersebut bekerja, dan menemukan karyawan baru untuk menggantikannya bisa mengeluarkan banyak sekali biaya. Karena itu, cara lebih baik untuk menyaring kandidat sangat diperlukan untuk menemukan karyawan yang benar-benar pas dan mau bertahan. Perusahaan-perusahaan pun mulai melakukan berbagai cara unik untuk menyeleksi kandidat demi memastikan mendapatkan yang cocok dan langgeng.

Cara Unik Perusahaan untuk Menyeleksi Kandidat Karyawan Baru

Mengadakan Pesta Wine dan Keju

Kandidat pekerjaan pada perusahaan bernama Creative Niche harus menjalani dua ronde wawancara. Setelah dua ronde ini, masih ada yang lain. Jika mereka dianggap sebagai kandidat yang cocok, mereka akan diundang ke wawancara tahap ketiga dan terakhir, sebuah pesta anggur dan keju dengan para staf perusahaan.

Dalam cara unik untuk seleksi kandidat ini, sebagian besar karyawan perusahaan akan ikut menghadiri, walaupun mereka sebenarnya diperbolehkan untuk tinggal di rumah. Setelah acara pesta tersebut selesai dan kandidat telah pulang, maka para karyawan yang datang akan memberikan voting jempol ke atas atau ke bawah. Kandidat yang mendapatkan jempol ke atas dari semua karyawan yang hadir akan mendapatkan tawaran pekerjaan.

Strategi ini dinyatakan bisa meningkatkan keberhasilan perusahaan dalam mempertahankan karyawannya hingga 90%. Ide ini diambil karena perusahaan tersebut bergerak dalam bidang rekrutmen. Sebagai perusahaan rekrutmen, salah satu kriteria calam mencari karyawan adalah menemukan karyawan yang bisa nyaman bicara dengan orang lain dan menggali dengan dalam. Berada dalam situasi pesta menunjukkan kemampuan kandidat dalam berbaur dan mengajak ngobrol orang-orang lain.

Mengamati Perilaku di Luar

Sumber : gettyimages

Kandidat yang melamar kerja di Zappos mungkin tidak tahu hal ini, tetapi ada cara unik untuk seleksi kandidat yang dilakukan oleh perusahaan. Sebagian dari proses wawancara perusahaan justru berlangsung di luar kantor korporat. Jika pelamar bukanlah orang lokal dari daerah tersebut, maka Zappos akan mengirimkan mobil untuk menjemput kandidat dan membawanya dari bandara ke kantor pusat perusahaan di Las Vegas. Pada saat berkendara, sang pengemudi akan mengamati dan mencatat segalanya.

Salah satu dari nilai utama Zappos adalah rendah hari, sedangkan satu nilai utama lainnya adalah semangat kekeluargaan. Jadi, jika sang kandidat tidak bersikap ramah kepada pengendara mobil shuttle yang membawa mereka ke kantor perusahaan, maka berarti kandidat tidak sesuai dengan nilai-nilai inti perusahaan. Maka, tak peduli seberapa baik performa kandidat pada saat wawancara, jika supir mobil tersebut tidak diperlakukan dengan baik, maka kesempatan bekerja di Zappos pun menghilang.

Menggunakan Audisi Massal

Sumber : soyouknowbetter

Alih-alih mewawancarai kandidat satu per satu, perusahaan software Menlo Innovations mengadakan sebuah audisi massal yang menirukan operasi hari ke hari perusahaan. Dengan ini, para pemimpin perusahaan akan bisa menemukan kandidat yang cocok berdasarkan budaya perusahaan. Di perusahaan ini, para staf bekerja berpasangan. Tiap pasangan mengerjakan tugas berbeda dan berbagi satu komputer. Jadi, ketika pelamar menjalani audisi, mereka dipasangkan dan diberikan kertas dan pensil.

Setiap pasangan lalu diminta mengerjakan sebuah tugas, tetapi diberi tahu bahwa tujuannya adalah untuk membuat rekan masing-masing terlihat cukup baik untuk diundang kembali ke langkah berikutnya. Pihak perusahaan lalu mengamati dan mencatat bukti-bukti kolaborasi autentik, kepercayaan diri, dan kerendahan hati.

Itulah cara unik dalam menyeleksi kandidat di tiga perusahaan berbeda. Tidak biasa, kan?

Baca Juga : 5 Cerita Unik di Wawancara Kerja yang Buat Anda Bersyukur Tak Miliki Pengalaman Sama