Founder Mendekor.com Siap Ambil Risiko untuk Bangun Bisnis Sosial

CEO Muda yang Siap Ambil Risiko untuk Bangun Bisnis Sosial
Founder Mendekor.com, Brian Karno Jan

Brian Karno Jan merupakan orang di balik dari bisnis sosial Mendekor.com. Alumnus Northumbria University ini, tak hanya ingin memuaskan passionnya dalam bisnis namun juga ingin membantu pengrajin lokal untuk berkarya lebih baik di negeri sendiri.

Di usianya yang menginjak 24 tahun, Brian membawahi 9 orang karyawan untuk membangun Mendekor.com bersama-sama. Meski tidak pernah belajar mengenai kepemimpinan secara formal, dengan tim yang ia bangun Brian belajar banyak soal arti kepemimpinan.

“Saat kuliah saya tidak belajar soal leadership. Jadi, saya lebih banyak menggunakan common sense dan banyak belajar dari orang yang sudah berpengalaman. Bagaimana caranya jangan menjadi bos tetapi harus jadi seorang pemimpin. Kalau saya, tetap menganggap setara dengan para karyawan tetapi tetap berwibawa ketika mengambil keputusan. Jangan cuma nyuruh tetapi juga harus mau untuk melakukan pekerjaan itu,” tutur Brian.

Menjadi pemimpin di antara karyawan yang sebaya tentu tidak mudah bagi Brian. Hal pertama yang dilakukan untuk meminimalisir konflik yaitu membangun komunikasi dan menyamakan visi serta misi perusahaan. Apalagi, Mendekor.com tidak hanya mengejar bisnis namun juga dampak yang dapat diberikan kepada pengrajin lokal. 

“Dari awal hiring saya pasti menjelaskan apa sih Mendekor.com? Kami juga menjelaskan tentang misi sosial Mendekor.com, sehingga karyawan yang bergabung ke sini juga harus memiliki visi dan misi yang sama. Jadi, kita menyamakan tujuan dulu bahwa kita bekerja bukan hanya karena uang tetapi melihat nilai-nilai yang kita bangun,” tegasnya.

“Salah satu nilai yang kita bangun yaitu selalu ingat untuk melakukan yang terbaik dalam hal apapun. Apapun bagiannya pasti akan memengaruhi perusahaan. Kenapa kita harus memberikan yang terbaik? Karena kalau perusahaan tidak berkembang, akan ada banyak pengrajin kita yang terlantar dan berkurang pendapatannya.”

Lebih Dekat dengan Brian Karno Jan

Apa yang paling membuat kamu terbebani menjadi seorang founder ?

Jujur awalnya terbebani. Apalagi kita tidak menghidupi karyawan tetapi juga para pengrajin yang menemui banyak masalah. Tetapi daripada terbuai dengan masalah, lebih baik mengendepankan solusi. Apa yang harus dilakukan untuk membantu para pengrajin dan bisnis ini tetap jalan.

Nah, kamu kan menjalani bisnis ini dengan misi sosial. Apa yang kamu lakukan agar tidak terjadi bias antara bisnis dengan tujuan sosialnya ?

Yang pasti harus benar-benar tahu apa model bisnisnya. Tidak hanya mengikuti tren saja. Visi dan misi perusahaan menjadi guidelinenya. Dari awal, kami sudah tau kami ingin menjadi brand lokal. Stick with it. Dari awal kami juga sudah tahu ingin mengajak kerja sama para pengrajin loka. Jadi, kami tidak ingin menjual produk orang namun mengutamakan produk hasil pengrajin lokal.

Baca Juga : Cerita Peter Shearer, Juragan Warteg yang Berani Wujudkan Mimpi

Eh, tapi sejak kapan sih kamu mulai tertarik dengan desain interior ?

Pertama kali mulai tertarik sepertinya waktu kuliah. Sebelumnya saya tidak tahu tentang desain interior dan saya juga tidak bisa menggambar sama sekali. Passion saya itu jualan dab desain interior. Karena saya suka dua-duanya, jadi kenapa tidak untuk digabung dan akhirnya menjual produk dan jasa desain interior.

Sebagai interior designer, apa sih hal yang paling berkesan buat kamu ?

Yang paling berkesan ketika melihat ide kita menjadi realitas. Dari yang hanya di atas kertas kemudian melihat hasil jadinya, itu sih yang paling memuaskan.

Kembali lagi ke soal bisnis. Saat ini, apa yang kamu lakukan untuk membuat bisnis ini sustainable ?

Pertama harus tahu dan jeli melihat pasar. Jangan mengikuti tren yang ada. Kedua, harus tahu bagaimana caranya menggaet pasar dan tahu bagaimana caranya membesarkan pasar yang ada. Perbesar bisnis kita sesuai dengan kebutuhan, jangan hanya melihat dari keinginan kita saja.

Ke depan apa yang ingin kamu kembangkan dari Mendekor.com ?

Kami ingin memperbanyak penjualan produk sehingga kami harus menambah jumlah pengrajin. Kemudian, kami ingin memperluas business to business seperti fokus menyasar cafe, restoran, dan sebagainya. Kami juga ingin menjual produk-produk kami secara offline di beberapa tempat.

Ada saran untuk para anak muda pembaca Job-Like Magazine, yang mungkin ingin mencoba memulai bisnis sosial ?

Untuk menjalankan bisnis sosial agar terus sustainable, pastinya harus bikin profit. Karena dari profit itulah misi dan tujuan sosialnya akan terus bergulir. Yang pasti kalau mau jadi seorang founder, harus mau kerja keras. Apapun harus siap dikerjakan sendiri.

Beri komentar Anda tentang artikel ini