Budaya Kerja Toxic di Kantor bikin Stres, Apa Saja Ciri-Cirinya?

Budaya kerja toxic di kantor menjadi salah satu penyebab seorang karyawan tidak betah berlama-lama bekerja. Interaksi dengan rekan-rekan kantor pun selalu tak nyaman. Secara tidak langsung, budaya kurang sehat rentan membuat karyawan mudah stres dan kehilangan semangat kerja.

Karyawan hendaknya bisa mengantisipasi perasaan kurang menyenangkan saat merasa tidak cocok dengan budaya perusahaan. Kalau pilihannya hanya terus bertahan, mau tidak mau harus beradaptasi bukan? Berikut beberapa ciri budaya kerja toxic yang kerap ditemui di banyak kantor.

Memiliki Atasan Cenderung Diktator

Kebanyakan budaya kerja toxic diawali dari kepemimpinan yang tak sehat juga. Jenis atasan diktator paling sering membuat anak buah frustrasi. Apalagi jika semua kegiatan dan pekerjaan harus benar-benar di bawah komandonya.

Tidak adanya kesempatan bagi karyawan buat berbicara ternyata dapat mengganggu kesehatan mental. Budaya kerja seperti ini sayangnya masih saja ditemui di beberapa tempat kerja. Jika terus-terusan di bekerja di bawah tekanan tidak sehat, bisa-bisa badan dan pikiran lebih sering sakit.

Tidak Ada Kehangatan dalam Satu Tim

Selain atasan, rekan kerja juga berkontribusi menciptakan budaya kerja toxic yang tak menyenangkan. Andai seseorang berada di suatu tim kerja yang begitu dingin dan apatis, suasana kerja pun menjadi tak nyaman. Sama sekali tidak ada kehangatan antarrekan kerja, entah itu sekadar sapaan atau senyuman.

Padahal, keramahan dan kehangatan adalah faktor penting yang dibutuhkan karyawan dalam bekerja. Sebaik apa pun sebuah tim, rasanya sia-sia jika tidak ada kekompakkan dan keakraban di sana. Alih-alih saling mengenal, para anggota tim justru terkesan saling menjaga jarak.

Baca Juga: Menghadapi Rekan Kerja Toxic Butuh Kesabaran, Jangan Justru Emosi

Persaingan Kerja Tidak Sehat

Ciri lain dari budaya kerja toxic adalah adanya persaingan kerja yang sangat ketat. Bahkan, sikut-sikutan antarkaryawan dianggap sebagai hal biasa. Hal ini tentu menjadi masalah karena menyebabkan suasana kerja makin tak kondusif.

Bersaing antarrekan kerja tentu hal wajar. Namun, sangat tidak wajar jika kemudian beberapa orang menghalalkan segala cara untuk terlihat lebih baik. Karyawan yang ada di lingkungan persaingan tidak sehat begini biasanya akan sulit mencapai promosi atau jenjang karier lebih baik.

Budaya Gosip Dianggap Biasa

Terakhir, tanda yang satu ini pasti sudah sangat umum ditemukan di kantor mana pun. Ya, budaya gosip seperti makin dianggap biasa dan normal. Padahal, kegiatan ini jelas sama sekali tidak ada manfaatnya dalam berkarier.

Sebagian orang biasanya melampiaskan rasa lelah dan penat bekerja dengan bergosip. Apa saja bisa menjadi topik menarik, entah rekan kerja sendiri hingga atasan. Jika budaya ini tidak terkontrol, hampir dipastikan tempat kerja tersebut sangat tidak sehat.

Budaya kerja toxic mana yang paling kamu sering temukan di kantor? Andai semua budaya tersebut ternyata cenderung mematikan kariermu, ada baiknya kamu memilih peluang lain di luar sana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here