Mengenal Toxic Positivity di Kantor, Pernah Mengalaminya?

Toxic positivity di kantor kerap dialami beberapa karyawan. Sayangnya, tidak banyak karyawan yang menyadari kalau sedang berada dalam kondisi tersebut. Senantiasa berpikir positif dalam segala hal ternyata tidak selalu berujung baik loh.

Memaksakan diri positif dan selalu baik-baik saja justru dapat menjadi bumerang bagi karyawan. Tidak banyak yang tahu kalau toxic positivity di kantor rentan membuat karyawan menjadi stres karena pekerjaan. Yuk, simak ulasan singkatnya berikut ini.

Pengertian Toxic Positivity

Dilansir tadi Psychology Today, toxic positivity di kantor bisa berasal dari kebiasaan untuk selalu ceria menghadapi banyak hal. Tidak ada yang salah dengan bersikap positif, tapi bukan berarti tidak mengijinkan emosi lain masuk. Misalnya, sedih, kecewa, atau marah.

Berpura-pura bahagia dan positif di tengah perasaan kecewa justru tampak menumbuhkan emosi negatif yang lebih besar. Emosi negatif yang menumpuk inilah yang lama-lama bisa menjadi masalah di kantor. Bukannya menerima keadaan sedang tidak baik, seseorang justru sibuk menumbuhkan pikiran positif dengan cara yang salah.

Baca Juga: 5 Tanda Kamu Memilih Lingkungan Kerja yang Salah, Duh!

Bentuk Toxic Positivity di Kantor

Kamu mungkin tidak sadar bahwa toxic positivity sangat rentan dan mudah ditemui di tempat kerja. Kamu bisa jadi korban, tapi bisa juga kamu adalah pelakunya. Misalnya, kamu memberikan nasihat yang salah pada rekan kerja yang sedang curhat tentang kepenatan bekerja.

Bentuk nasihat yang salah itu antara lain memberikan dorongan untuk tidak mengeluh dan berusaha berpikir positif. Padahal, tujuan rekan kerjamu tadi hanyalah ingin bercerita dan menyampaikan isi hati. Dukungan untuk selalu berpikir positif kurang tepat diberikan padanya karena dia sedang butuh orang yang memahami rasa lelah dan jenuhnya.

Bagaimana Menghindari Toxic Positivity Saat Bekerja?

Andai kamu menjadi korban toxic positivity di kantor, mulailah untuk koreksi diri dengan cara lebih tepat. Kenalilah semua emosi yang biasanya muncul saat kamu bekerja. Entah itu bahagia, sedih, marah, kecewa, hingga lelah.

Terima dulu semua emosi tersebut, baik positif maupun negatif. Dengan tidak menyangkal emosi yang muncul, pikiranmu menjadi lebih jernih untuk bisa mencari jalan keluar. Kamu tidak perlu terburu-buru merasa baik-baik saja hanya demi bisa bekerja kembali.

Yuk, keluar dari toxic positivity agar kesehatan mentalmu juga terjaga! Bekerja dengan hati lebih sehat tentu bisa lebih meningkatkan produktivitas bukan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here