5 Tips Merekrut Karyawan dengan Memperhatikan Faktor Culture Fit

Merekrut karyawan dengan memperhatikan faktor culture fit penting artinya bagi sebuah perusahaan. Pasalnya, karyawan yang culture-fitted memiliki tingkat turnover yang rendah. Untuk itu, kamu selayaknya menerapkan strategi merekrut karyawan yang sudah culture fit.

Seorang karyawan yang culture fit artinya ia sudah mengenal baik budaya kerja perusahaan. Selain itu, ia juga sudah bekerja dalam situasi dan kondisi kerja yang sama sebelumnya.

Mengapa Culture Fit Penting untuk Dipertimbangkan?

Seorang karyawan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja dan membangun karier. Jika karyawan tidak menyenangi apa yang dilakukannya atau tidak menyenangi situasi dan kondisi kerjanya, maka hal tersebut bisa memicu ketidaknyamanan, yang akhirnya berujung pada turnover.

Tips Merekrut Karyawan yang Culture Fit

Berikut ini beberapa strategi yang bisa kamu lakukan agar mendapatkan karyawan yang bisa bekerja sesuai dengan budaya, nilai kerja serta visi dan misi perusahaan:

Pastikan Bahwa Perusahaan Sudah memiliki Budaya Kerja dan Value

Kamu tentunya harus memastikan bahwa perusahaan sudah memiliki budaya dan nilai-nilai kerja untuk diperkenalkan kepada kandidat. Jika belum, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, di antaranya menetapkan visi dan misi, menjadikan perusahaan inklusif dan meningkatkan frekuensi komunikasi.

Perkenalkan Nilai-Nilai Kerja Perusahaan

Dengan memperkenalkan budaya dan nilai-nilai kerja, kandidat akan mengetahui seperti apa perusahaan yang akan dilamarnya. Salah satu cara memperkenalkan budaya dan nilai kerja adalah dengan mencantumkannya di situs, platform media sosial, atau iklan lowongan kerja yang digunakan.

Diskusikan Budaya dan Nilai Kerja

Agar bisa merekrut karyawan yang punya culture fit, kamu bisa mendiskusikan budaya dan nilai kerja saat proses wawancara dilakukan. Pastikan saat melakukan diskusi, kamu juga bertindak sesuai budaya dan nilai kerja yang perusahaan.

Baca Juga: Mengapa Perusahaan Enggan Merekrut Karyawan Tua? Ini Alasannya

Selain itu, tidak ada salahnya mengajak kandidat untuk berkeliling kantor dan bertemu dengan karyawan lain agar memahami budaya dan nilai kerja yang digunakan.

Tanyakan Pertanyaan Mengenai Budaya dan Nilai Kerja

Saat melakukan wawancara kerja, beberapa pertanyaan bisa mengungkapkan sejauh mana karyawan bisa beradaptasi dengan budaya dan nilai kerja di perusahaan. Yaitu:

  • Tim seperti apa yang Anda inginkan?
  • Seberapa penting penghargaan atau pengakuan bagi Anda?
  • Apakah Anda mengerti budaya perusahaan kami? Bagian yang mana yang paling sesuai dengan diri Anda?
  • Mengapa Anda ingin bekerja di perusahaan kami?
  • Apakah Anda nyaman dengan nilai-nilai kerja yang kami miliki?

Culture Fitted Reminding

Untuk memastikan kembali apakah karyawan memiliki sudah culture-fitted, kamu bisa mengingatkan kembali pentingnya bekerja dengan memperhatikan budaya dan nilai-nilai kerja. Lakukan ini beberapa hari atau satu bulan setelah karyawan diterima oleh perusahaan.

Dengan merekrut karyawan yang culture fit, kamu menghindarkan perusahaan dari turnover. Seperti yang diketahui, biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk merekrut karyawan tidak sedikit. Selain itu, karyawan juga berinvestasi waktu untuk mengembangkan skill karyawan.

Di sisi lain, kehilangan anggota tim bisa menurunkan moral karyawan lain yang pada akhirnya menurunkan produktivitas kerja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here