Daftar Pertanyaan tentang Soft Skill Ini Sering Muncul dalam Wawancara

Pertanyaan tentang soft skill sering kali ditanyakan dalam sesi wawancara. Rekruter biasanya ingin menggali sebanyak apa soft skill yang dimiliki calon karyawan. Maklum, di zaman sekarang ini memiliki hard skill saja tidak cukup. Jadi, harus dapat diimbangi dengan soft skill yang mumpuni juga.

Lalu, pertanyaan tentang soft skill apa saja yang sering muncul? Berikut ada empat pertanyaan yang sebaiknya kamu siapkan jawabannya sebelum wawancara.

Ceritakan Pengalaman Anda Memimpin Sebuah Tim dalam Kondisi Sulit!

Jika kamu sudah punya pengalaman bekerja, rekruter akan sangat tertarik pada cara kamu berada dalam sebuah tim. Bahkan, rekruter mampu menggali lebih banyak info melalui pengalamanmu memimpin tim. Dari situ rekruter bisa menilai kemampuan leadership kamu sudah cukup atau belum.

Pertanyaan tentang soft skill ini lebih sering muncul untuk para pelamar di posisi pimpinan, misalnya supervisor, manajer, dan lain-lain. Jadi, kemaslah ceritamu dengan baik dan sampaikan dengan cara semenarik mungkin. Tidak perlu ragu sebutkan kendala saat menjadi pemimpin, asalkan kamu juga siap berikan solusinya.

Bagaimana Cara Anda Menyelesaikan Banyak Pekerjaan?

Pertanyaan tentang soft skill berikutnya sangat erat dengan kemampuan mengelola waktu. Andai perusahaan tempat kamu melamar punya budaya load kerja cukup tinggi, maka pertanyaan ini pasti diajukan. Rekruter ingin tahu seberapa cerdas kamu memanajemen waktu agar semua pekerjaan dapat selesai.

Kamu bisa menjawab pertanyaan ini dengan memahami prioritas pekerjaan terlebih dahulu. Hindari sikap membanggakan diri akan kemampuan multitasking. Ingat, multitasking sebenarnya lebih banyak memberikan dampak negatif daripada positif dalam bekerja.

Baca Juga: Soft Skill Karyawan yang Wajib Dimiliki agar Karier Berkembang

Bagaimana Anda Beradaptasi dengan Orang Sulit dalam Sebuah Kelompok?

Selanjutnya, rekruter biasanya juga ingin tahu cara anda beradaptasi dalam sebuah kerja tim. Tentu kamu sering berada dalam sebuah kelompok kerja dengan beragam macam orang. Pasti ada satu atau dua orang yang sikapnya kurang kamu sukai bukan?

Rekruter akan cukup jeli menilai kemampuan seseorang dalam kolaborasi tim jika diberikan kondisi sulit. Jadi, usahakan tidak menampilkan sentimen emosi saat bekerja dengan orang yang tidak kamu suka. Rekruter hanya ingin melihat profesionalitas bekerja, bukan sifat mudah terbawa perasaan.

Apa yang Jadi Tantangan Tersulit dalam Karier Anda?

Pertanyaan tentang soft skill ini biasanya cukup sulit untuk dijawab. Bisa jadi terlalu banyak tantangan dan hambatan dalam bekerja sehingga sulit jika harus memilih satu saja. Padahal, poin yang ingin dilihat rekruter bukanlah seberapa banyak tantangan yang pernah kamu hadapi.

Kamu cukup pilih salah satu hambatan sepanjang pengalamanmu bekerja. Lalu, sertakan cara kamu keluar dari masalah tersebut. Rekruter hanya ingin tahu seberapa jauh kamu sanggup menjadi problem solver jika dihadapkan dengan banyak masalah.

Persiapkan wawancaramu berikutnya dengan lebih baik ya. Percayalah, banyak berlatih menjawab pertanyaan wawancara dapat membuat kamu lebih siap dan percaya diri. Semangat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here