Membantu Pekerjaan Rekan Kerja Bisa Berdampak Buruk bagi Kariermu

Saling membantu saat bekerja merupakan hal wajar yang pasti pernah dilakukan semua orang. Sayangnya, banyak orang yang membantu pekerjaan rekan kerja secara berlebihan. Sehingga hal tersebut menimbulkan dampak buruk yang sukar dihindari.

Kemungkinan besar kamu tentu tak percaya kalau membantu pekerjaan rekan kerja dapat berdampak buruk bagi dirimu maupun rekan kerja tersebut. Ulasan informasi berikut ini akan mengungkap faktanya:

Produktivitas Rentan Menurun

Ada sebuah penelitian tentang membantu pekerjaan rekan kerja yang dilakukan terhadap 91 orang responden. Hasilnya, responden yang membantu pekerjaan pada pagi dan siang hari ternyata mengalami penurunan produktivitas.

Hal tersebut dapat terjadi karena kelelahan mental yang dialami selama memberikan bantuan. Itulah sebabnya, para karyawan disarankan untuk fokus pada pekerjaan pribadi sebelum menyelesaikan urusan rekan kerja.

Baca Juga: 5 Manfaat Bekerja dari Rumah yang Bikin Produktivitas Meningkat

Fokus Kerja Juga Terganggu

Selain rentan menyebabkan penurunan produktivitas, membantu rekan kerja rupanya juga bisa mengganggu fokus kerja pribadi. Kelelahan mental yang terjadi pada diri akan menyebabkan fokus berkurang meskipun pekerjaan kamu belum rampung.

Akibatnya, kamu butuh waktu lebih lama untuk menyelesaikan pekerjaan dan hasilnya pun belum tentu benar-benar maksimal.

Rekan Kerja Jadi Ketergantungan

Tak dapat dipungkiri bahwa perilaku membantu pekerjaan rekan kerja juga dapat membuat ia jadi ketergantungan. Kemungkinan besar rekan kerja akan terus-menerus meminta bantuan meskipun tahu bahwa kamu juga punya setumpuk pekerjaan.

Kalau hal ini terjadi berlarut-larut, hubungan profesional kamu dan rekan kerja pun bisa terganggu. Rekan kerja jadi mudah marah dan kecewa karena terlalu bergantung kepada dirimu saat bekerja. Sementara kamu tidak selalu bisa memberikan bantuan yang diharapkan olehnya.

Gagal Mendapatkan Apresiasi yang Layak

Kerja keras kamu selama ini patut mendapatkan apresiasi yang layak berupa bonus, tunjangan, kenaikan gaji, atau fasilitas lainnya. Namun, hal tersebut belum tentu kamu dapatkan kalau kamu lebih sering membantu pekerjaan rekan kerja. Bisa saja rekan kerjamu justru mendapatkan apresiasi tersebut karena dianggap lebih layak oleh atasan. Padahal, sebagian besar hasil kerjanya merupakan buah kerja kerasmu selama memberikan bantuan.

Jangan sampai kamu mengorbankan karier sendiri hanya karena sering membantu rekan kerja, ya. Selesaikan dulu kewajibanmu secara efektif sebelum memutuskan untuk membantu rekan kerja dengan porsi yang tepat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here