Marak Penggunaan VPN, Yuk Kenali Dampak Negatifnya

Keputusan Pemerintah Indonesia yang membatasi akses media sosial selama tiga hari per tanggal 21-24 Mei, memaksa banyak masyarakat untuk menggunakan Virtual Private Network (VPN).

Fitur ini berfungsi untuk melancarkan jaringan internet guna membuka media sosial selagi dibatasi oleh Pemerintah. Namun, ada baiknya bagi kamu untuk waspada terhadap penggunaan VPN tersebut. Sebab ada sejumlah dampak negatif dibaliknya. Apa saja? Berikut tiga di antaranya.

Terjangkit Malware

Jaringan VPN sejatinya merupakan Not Secure Connection (NSC) atau jaringan dengan kondisi tidak aman. Bahkan, ketika sedang menggunakan VPN, peringatan terhadap jaringan tersebut kerap kali muncul di layar perangkat yang digunakan.

Lantas, apa yang membuat hal ini berbahaya? Salah satu dampak bahaya dari NSC adalah potensi perangkat terjangkit oleh malware. Malware sendiri merupakan virus yang bisa memberikan efek negatif, mulai dari pengerusakan sistem perangkat, hingga penyalahgunaan data pribadi.

Kesimpulannya, baik smartphone, PC, atau laptop yang sudah terjangkit oleh malware bisa membuat perangkat tersebut mengalami masalah. Biasanya, malware paling mudah menyerang perangkat smartphone, karena fitur antivirus di smartphone sangatlah minim.

Baca Juga: https://magazine.job-like.com/browser-terbaik-untuk-smartphone/

Penggunaan VPN Bisa Berimbas Pencurian Data Pribadi

Penggunaan VPN juga mengancam data pribadi yang tersimpan di perangkat. Tentu pencurian data pribadi ini tidak akan pernah disadari oleh penggunanya mengingat hal ini dilakukan secara diam-diam. Umumnya, pencurian data ini akan digunakan untuk hal-hal negatif.

Bahkan, dalam konteks yang lebih parah, pencurian data pribadi ini berpotensi digunakan untuk melakukan aksi kriminal, salah satunya adalah membobol isi rekening atau kartu kredit seseorang. Duh, harus lebih waspada ya.

Network End-Poin

Network End-Poin juga menjadi salah satu kendala serius yang bisa disebabkan oleh penggunaan VPN. Pada dasarnya, VPN bisa melacak identitas IP Adress perangkat pengguna, sehingga hal ini bisa dimanfaatkan untuk hal-hal negatif.

Biasanya, pihak tak bertanggung jawab akan melacak koneksi asli dari perangkat yang menggunakan VPN, sehingga mereka akan menggunakan koneksi asli dari perangkat kamu untuk meningkatkan Bandwith atau kapasitas jaringan VPN miliknya.

Alhasil, sekalipun kamu sedang tidak menggunakan VPN, jaringan internet kamu akan melambat karena speed-nya terbagi. Inilah yang dimaksud dengan Network End-Poin.

Lebih parahnya lagi, masalah ini bisa bersifat permanen, sehingga jalan satu-satunya untuk terbebas dari Network End-Poin adalah dengan me-reset perangkat kamu ke pengaturan awal (factory reset).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here