Di Balik Layar Rumah Produksi Animasi The Little Giantz

Di Balik Layar Rumah Produksi Animasi The Little Giantz

Rumah produksi animasi The Little Giantz resmi beroperasi pada September 2016. Sebagai rumah produksi animasi lokal, The Little Giantz menunjukkan eksistennya melalui sebuah karya serial animasi “Nussa” yang tayang pada platform digital, Youtube.

Kehadiran The Little Giantz merupakan angin segar bagi industri animasi lokal. Terlebih, masih banyak yang menyepelekan produk animasi lokal dan membandingkannya dengan karya animasi luar negeri.

Ricky Manoppo selaku Chief Operation Officer The Little Giantz menyatakan adanya The Little Giantz ingin membuktikan bahwa animasi di Indonesia dapat bersaing dengan market global.

“Menurut saya, sudah saatnya untuk menunjukkan sebuah perusahaan animasi yang benar-benar baik dan bagus kualitasnya. Di The Little Giantz sebagian besar yang memproduksi karya animasi adalah orang-orang Indonesia. Kami ingin animasi di Indonesia tidak dipandang sebelah mata lagi,” kata Ricky.

Sebagai perusahaan yang didominasi oleh anak muda, The Little Giantz menerapkan fleksibilitas dan budaya kerja yang menyenangkan bagi para karyawannya. Hal ini mengingat, sebagian besar karyawan The Little Giantz dituntut kreatif untuk menghasilkan sebuah karya. Sehingga suasana kerja yang santai, namun tetap serius amat dibutuhkan.

“Para BOD (Board of Director) sering melakukan komunikasi secara persuasif. Kami sering berinteraksi dengan para karyawan, berusaha untuk menyampaikan apa tujuan The Little Giantz, visi, serta misinya,” lanjutnya.

Animasi merupakan bidang ilmu yang sangat luas. Untuk itu, The Little Giantz mengelompokkan fokusnya kepada kualitas, kekuatan story telling, dan kemasan visual. Agar hasil karya yang dihasilkan konsisten dan dapat diterima oleh penikmat animasi.

“Untuk menghasilkan ketiga komponen tersebut (kualitas, kekuatan story telling, dan kemasan visual), kami membutuhkan animator yang andal. Saat ini, memang banyak animator yang berasal dari perguruan tinggi. Namun, masih membutuhkan pengasahan dan pendalaman agar bisa sama kualitasnya.”

Baca Juga: Nussa: Serial Animasi yang Sarat akan Nilai Agama

Hadirnya The Little Giantz Academy

Untuk mengasah kemampuan para animator lokal, tahun lalu The Little Giantz mendirikan The Little Giantz Academy. The Little Giantz Academy merupakan wadah belajar bagi para animator untuk meningkatkan kemampuannya. Tak hanya dari sisi keterampilan, namun juga mempelajari industri animasi baik di Indonesia maupun secara global

“Kami mendirikan The Little Giantz Academy ini untuk memberikan pengalaman dan inspirasi kepada orang yang mau belajar animasi. Tak hanya dari segi teknis, namun juga bisnisnya. Jadi setelah mengikuti pendidikan ini, mereka bisa menentukan mau ambil bagian di posisi apa. Sebagai animator atau mau terjun ke dalam bisnis industri animasi,” jelas Ricky.

“Kami tidak akan berhenti di sini. Kami akan terus menelurkan karya-karya yang bermanfaat bagi masyarakat.”

Apa Kata Founder?

Di Balik Layar Rumah Produksi Animasi The Little Giantz
Ricky Mzc Manoppo (Chief Operation Officer)

“Awal tertarik di dunia animasi karena saya suka nonton film. Setiap menonton film animasi saya penasaran, bagaimana caranya membuat film animasi itu. Meskipun pendidikan saya akuntansi, tetapi saya mencoba untuk mempelajari animasi pada akhirnya.”

Di Balik Layar Rumah Produksi Animasi The Little Giantz
Bony Wirasmono (Chief Creative Officer The Little Giantz)

“Saya suka story telling tetapi saya tidak bisa menyampaikan lewat bercerita. Gambar membantu saya untuk menyampaikan apa yang saya pikirkan.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here