Dilema First Jobber: Lakukan Ini agar Karier Berjalan Mulus

Berbeda dengan karyawan yang sudah lama berkecimpung di dunia kerja, first jobber belum banyak memiliki pengalaman. Oleh karena itu, seringkali first jobber menghadapi dilema dalam mengambil keputusan yang terkait dengan pekerjaan atau kariernya.

Kalau kamu seorang first jobber, alias karyawan yang baru pertama kali bekerja, kamu tentunya harus menghindari dilema semacam ini. Pasalnya, kalau salah dalam menentukan pilihan, kariermu bisa berhenti sebelum berkembang.

Di awal perjalanan karier ada beberapa hal yang bisa menyebabkan kamu mengalami dilema. Berikut ini di antaranya:

Berapa Sih Gaji yang Pas untuk First Jobber?

Salah satu tujuan bekerja adalah mendapatkan penghasilan. Namun berapa jumlah gaji yang tepat untuk pekerjaan yang kamu lakukan? Persoalan gaji bisa menjadi dilema saat rekruter menanyakan pertanyaan tersebut.

Dalam hal ini, kamu sebelumnya bisa bertanya atau melakukan riset berapa jumlah gaji yang tepat untuk posisi yang kamu tempati. Namun, angka tersebut tentunya bukanlah angka yang pasti. Ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi besaran gaji, yaitu skala perusahaan, kompleksitas pekerjaan, serta kemampuan serta pengalaman yang dimiliki.

Yang harus diingat, selama kamu merasa tidak di curangi oleh perusahaan, atau selama kamu merasa kebutuhanmu bisa tercukupi dengan gaji tersebut, tidak ada salahnya untuk menerima tawaran dari rekruter.

Pasalnya, kamu belum banyak memiliki pengalaman. Dengan menerima tawaran rekruter, bisa saja kemampuan dan pengalaman yang kamu dapatkan punya nilai yang lebih besar dibandingkan gaji yang kamu terima.

Baca Juga: Hal-Hal Ini Bisa Mengacaukan Negosiasi Gaji pada Awal Karier

Tawaran dari Perusahaan yang Tidak Diminati

Terkadang, first jobber bisa mendapatkan tawaran pekerjaan dari perusahaan yang tidak diminatinya. Atau, posisi yang ditawarkan tidak diminati. Hal ini juga bisa menyebabkan dilema.

Perusahaan umumnya menerima karyawan karena dua hal, yaitu karyawan memenuhi kriteria atau karyawan dibutuhkan karena kepentingan yang mendesak. Kalau kamu mendapatkan tawaran dari perusahaan yang tidak diminati, ada baiknya kamu menerima tawaran tersebut.

Pasalnya, dengan menerima pekerjaan, pengalaman kamu bisa bertambah dan kemampuan bisa berkembang. Selain itu, jangan lupa, seringkali karyawan yang sukses mengawali kariernya di posisi atau perusahaan yang tidak diminati.

Persaingan Tidak Sehat di Kantor

Persaingan adalah hal wajar di kantor atau perusahaan. Tapi persaingan yang tidak sehat justru bisa mengganggu karier. Apalagi kalau sudah ada penilaian berdasarkan suka dan tidak suka. Kalau bertahan, kamu tentunya menjadi tidak nyaman dalam bekerja. Malahan, bisa-bisa pekerjaan jadi berantakan.

Dalam hal ini, ada baiknya kamu lebih memerhatikan karier. Dengan kata lain, kamu harus mulai mencoba mencari pekerjaan di perusahaan lain yang kondisi kerjanya nyaman atau kondusif. Sehingga kamu tidak stres dan bisa mengembangkan karier tanpa hambatan.

Selain beberapa hal di atas, sebagai first jobber kamu juga akan banyak melakukan kesalahan di tempat kerja yang baru. Namun, jangan buru-buru merasa tidak mampu atau ingin pindah kerja ke perusahaan lain. Pasalnya, perusahaan biasanya memaklumi kesalahan yang dilakukan oleh karyawan baru. Yang terpenting, cobalah belajar dari kesalahan dan selalu meng-upgrade kemampuan yang kamu miliki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here