Generasi Sandwich dan Segala Dilema yang Dialami, Kamu Termasuk?

Generasi sandwich menjadi sering disoroti belakangan ini karena dianggap memiliki “beban” tersendiri dalam hidup. Generasi ini menjadi gambaran seseorang yang harus bersusah payah hidup bukan untuk diri sendiri, melainkan juga keluarga. Ketergantungan keluarga akan generesi sandwich ini yang kemudian memunculkan banyak dilema seperti berikut.

Generasi Sandwich Rentan Tertekan karena Berperan sebagai Penyokong Keluarga

Salah satu hal yang rentan dialami para generasi ini adalah mudah tertekan akibat beban yang dimiliki terlalu banyak. Dengan kondisi orang tua yang belum mampu benar-benar mandiri, mau tidak mau seseorang harus ikut membantu perekenomian keluarga. Bahkan, hal ini terus dilakukan saat orang tersebut sudah membangun rumah tangga sendiri.

Tekanan seperti inilah yang membuat para generasi ini sering stres karena terlalu banyak pikiran. Kadang seseorang bahkan tidak punya kesempatan untuk memikirkan diri sendiri lantaran terlalu memusatkan perhatian pada keluarga.

Efeknya, Kehidupan Karier, Sosial, hingga Rumah Tangga Bisa Kena Getahnya

Dampak terbesar yang paling sering dilihat dari generasi sandwich adalah kehidupan di sekelilingnya yang ikut berubah. Mulai dari karier, hubungan sosial dengan orang lain, hingga masalah rumah tangga. Satu tekanan besar dalam hidup seseorang dapat memberikan efek buruk ke lingkungan tanpa dia sadari.

Misalnya, seseorang akan mudah stres bukan hanya karena pekerjaan, melainkan juga tanggungan untuk punya penghasilan lebih besar. Saat kebutuhan untuk diri sendiri, rumah tangga, dan keluarga besar sulit dipenuhi, dia akan makin merasa kacau. Jadi, menjadi generasi seperti ini efeknya besar juga ya.

Para Generasi Sandwich Perlu Memiliki Investasi sejak Dini

Agar generasi selanjutnya kelak tak mengalami hal yang sama, ada baiknya orang yang hidup sebagai penyokong keluarga mulai berencana punya investasi. Tentu tidak ada satu orang pun yang hidup saat tua kelak harus merepotkan anak bukan? Itu sebabnya, edukasi mengenai investasi perlu dipelajari sejak dini.

Dengan banyak tanggungan yang kebutuhannya harus dipenuhi, memiliki investasi rasanya memang mustahil. Tapi, yakinlah selalu ada jalan bagi orang yang berniat melakukan hal baik. Jangan sampai lahir generasi-generasi sandwich berikutnya di masa depan.

Baca Juga: Benarkah Milenial Suka Resign? Tenang Dulu, Begini Penjelasannya!

Selain Itu, Penting Juga Menyiapkan Dana Pensiun sejak Awal Kerja

Generasi sandwich pasti belajar dari apa yang dialami orang tua mereka di hari tua. Tentunya ada sebersit keinginan bahwa ketika tua kelak tidak ingin merepeotkan anak. Nah, inilah pentingnya menyiapkan dana pensiun sejak mulai awal kerja.

Banyak cara bisa dilakukan untuk menyiapkan dana pensiun. Langkah termudah adalah konsisten menyisihkan dana setiap bulannya. Saat beberapa tahun kemudian sudah terkumpul cukup banyak, dana tersebut bisa dialihkan ke bentuk deposito atau jenis investasi lainnya.

Agar Beban Tak Makin Berat, Generasi Sandwich Sebisa Mungkin Meminimalkan Utang

Sudah tahu punya banyak tanggungan, maka ada baiknya para generasi ini tidak mudah tergoda membeli barang dengan mencicil. Kalau pun ingin mencicil kendaraan, simulasikan dulu kondisi keuangan aman atau tidak. Jangan sampai penghasilan bulanan habis untuk menghidupi diri sendiri, rumah tangga, keluarga, dan utang.

Cara termudah untuk menghindari jeratan utang adalah dengan tidak memiliki kartu kredit terlebih dahulu. Meski punya banyak kegunaan, cek dulu cash flow bulanan masih lancar atau tidak. Ingat, penggunaan kartu kredit yang tidak bijak hanya bikin ketagihan untuk belanja.

Jadi, bagaimana cara kamu menyiasati masalah keuangan sebagai generasi sandwich? Jangan lupa kasih ruang untuk diri kamu sendiri sebelum harus memenuhi kebutuhan orang lain ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here