Melepaskan Status Wanita Karier, Ini Self Discovery Co-Founder eDaun

Joyce Cahyani, Co-founder eDaun Inspirasi Dijital (kanan). (FOTO: dok. pribadi)

Dilema harus memilih antara karier dan keluarga biasa menyerang wanita karier. Terlebih ketika posisi kariernya tengah di puncak. Keinginan untuk berkarya, menunjukkan kualitas diri, dan menghasilkan pendapatan sendiri jelas hal yang sulit untuk dibendung begitu saja. Namun, ketika keluarga harus menjadi prioritas, apa yang akan kamu lakukan?

Keputusan sulit untuk melepas karier mau tidak mau pada akhirnya diambil oleh wanita karier. Meski dalam perjalanan barunya sebagai ibu rumah tangga akan merindukan rutinitas bekerja atau sekadar berada di lingkungan kantor.

Berat, sudah pasti. Tapi, menurut Joyce Cahyani, Co-founder eDaun Inspirasi Dijital (Hemat.id), situasi “terpaksa’ menjadi ibu rumah tangga justru momen untuk self discorvery.

Menariknya, self discovery yang dilakukan Joyce setelah meninggalkan kariernya selama 20 di dunia profesional bidang finansial dan perbankan, melahirkan sebuah ide bisnis. Ia dan tiga rekannya mendirikan perusahaan rintisan atau startup eDaun sebagai solusi pemasaran digital, termasuk untuk produk-produk kelontong dan elektronik yang sedang promo.

Baca Juga: #ILoveYou10K, Rencanakan Investasi Finansial Kamu dari Rp10 Ribu

Kepada Job-Like Magazine yang menemuinya, Joyce menceritakan momen tiga tahun yang ia jalani sebagai ibu rumah tangga menuntunnya untuk menemukan jati dirinya yang sesungguhnya. Salah satunya, semangat yang muncul untuk berkontribusi kepada masyarakat.

“Ketika masih bekerja, saya tidak punya waktu. Keseharian saya sudah terjadwal dengan rutinitas. Begitu memiliki banyak waktu luang karena tidak bekerja, saya banyak merenung. Saya memikirkan apa yang terpenting dalam hidup,” bilang Joyce.

“Sesuatu yang dulu mungkin tidak penting bagi saya, kemudian menjadi penting. Saya pun menyadari pentingnya kebahagiaan dan kedamaian, yaitu dengan merasa cukup. Tidak lagi shopaholic. Self discovery ini yang ingin saya bagikan lewat Hemat.id,” ujarnya.

Stop Shopaholic, Yuk Belanja Sesuai Kebutuhan

Sumber: Kliptalog

Sebagai ibu rumah tangga, Joyce merasakan pentingnya untuk smart shopping atau belanja dengan cerdas agar pengeluaran dapur bisa sesuai dengan bujet. Kampanye untuk belanja dengan cerdas sesuai kebutuhan digaungkan Joyce bersama ketiga rekannya, Jeffry Cahyono (Founder & CEO), Veldri Kurniawan (Co-founder & Director), dan David Adiutama (Co-founder & Director) melalui Hemat.id.

Hemat.id menjadi produk pertama eDaun, dengan memuat promo katalog dari 11 online supermartket, lima retailer elektronik, dan dua retailer kesehatan. Dengan kehadiran Hemat.id, para konsumen yang sekitar 60 persen adalah wanita dari seluruh kota-kota di Indonesia dapat mengetahui informasi produk promo.

Setelah Hemat.id, eDaun mulai mengembangkan aplikasinya, yaitu Hemat.id Kliptalog yang siap diluncurkan pada semester pertama 2020. Dengan teknologi “deep zoom image”, konsumen akan lebih mudah untuk mengunduh katalog yang diinginkan dengan bandwith sehemat mungkin.

Produk-produk yang diunduh akan mudah dikumpulkan dalam satu keranjang belanja, dan bisa disebarkan kepada orang lain melalui platform chatting sosial media.

“Kami berharap dapat membantu komunitas kami terutama keluarga-keluarga muda untuk dapat menemukan penawaran terbaik dari setiap barang yang diperlukan secepat mungkin, dan tidak tergantung dari iklan promo surat kabar atau katalog kertas dari supermarket saja,” ujarnya.

“Sehingga user dapat memastikan untuk belanja lebih terarah dan tidak konsumtif. Kita harus dapat mencukupkan diri dengan anggaran kita sendiri. Ini adalah nilai-nilai yang ingin kami bagikan dan fasilitasi ke komunitas muda kita,’ tuturnya.

“Fungsi startup yang paling dasar adalah memberikan solusi nyata untuk sesama, bukan mesin pencari uang. Keuntungan finansial akan secara alamiah menyusul jika solusi ini benar-benar dibutuhkan users”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here