Hati-Hati! Post Wedding Blues Mengintai Pengantin Baru

Sumber : Wedding for 1000

Hari-hari setelah pernikahan memang tidak selalu diwarnai dengan kebahagiaan. Banyak tantangan mewarnai tanggung jawab baru Anda sebagai pasangan suami istri. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor pemicu munculnya post wedding blues.

Apa yang dimaksud dengan post wedding blues?

Yuk simak ulasannya berikut ini supaya gangguan tersebut tidak terjadi pada Anda!

Keresahan Besar Pasca Menikah

Sumber: Daily Herald

Dalam bahasa ilmiah Psikologi, post wedding blues dikenal dengan istilah postnuptial depression. Istilah tersebut digunakan untuk mendefinisikan depresi yang dialami seseorang pada hari-hari setelah menikah. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Laura Stafford dan Allison Scott Gordon pada tahun 2018, diperoleh fakta bahwa terdapat 12% dari 152 wanita yang mengalami post wedding blues.

Setiap wanita yang baru menikah pasti mengalami perubahan tanggung jawab dan kebiasaan hidup. Ada hal-hal baru yang sebelumnya tidak dialami ketika melajang. Apalagi bila kondisi pasca menikah diwarnai dengan hal-hal baru, misalnya kebiasaan suami yang baru mulai terlihat, masalah finansial, hubungan dengan keluarga, dan lainnya.

Kendati demikian, jangan sampai post wedding blues menyebabkan depresi parah. Anda tak boleh berpikir bahwa menikah adalah salah satu keputusan paling salah yang pernah Anda lakukan. Masa transisi sebagai pasangan hidup dan ibu rumah tangga harus dilalui secara bijaksana.

Cara Efektif Mengatasi Post Wedding Blues

Sumber: Collective Hub

Berbagi Keluh Kesah dengan Suami

Jangan ragu mengutarakan ketidaknyamanan yang Anda rasakan pasca menikah. Bicarakanlah isi hati Anda kepada suami. Supaya suami Anda bisa memberikan support yang Anda butuhkan. Berterus terang kepada pasangan adalah kebiasaan baru yang harus menjadi pondasi rumah tangga Anda. Karena Anda tidak dapat menyimpan keresahan sendirian.

Baca Juga: Mulai Jarang, Sebenarnya Ini Manfaat dari Makan Malam Keluarga!

Membuat Rencana-Rencana Baru bersama Pasangan

Persiapan rumah tangga yang kurang matang juga sering menjadi biang keladi terjadinya post wedding blues. Jadi, alangkah lebih baik bila Anda menyiapkan waktu untuk membuat rencana-rencana baru. Rencana finansial, keputusan untuk memiliki buah hati, dan hal-hal lainnya harus dibahas sampai tuntas. Sehingga Anda dan suami akan lebih siap menghadapi tantangan rumah tangga di masa mendatang.

Jangan Mengabaikan Me Time

Meningkatkan Kemampuan Diri

Pernikahan tak membuat Anda harus selalu terikat bersama pasangan. Karena Anda juga butuh me time untuk rileks dan melakukan evaluasi terhadap diri sendiri. Jika memungkinkan, luangkan waktu me time di sela-sela aktivitas Anda. Jangan lupa meminta izin suami agar Anda bisa menikmati momen me time secara leluasa.

Jangan sampai Anda mengalami depresi pasca menikah yang berlarut-larut hingga mempengaruhi keharmonisan rumah tangga. Anda harus menyiapkan diri secara utuh untuk menjalani peran baru yang menjadi pilihan hidup Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here