“Drama” di Balik Pekerjaan Customer Service, Pokoknya Harus Sabar!

Pekerjaan customer service belakangan ini mulai diminati para milenial. Bukan hanya sekadar memberikan pelayanan bagi konsumen, pekerjaan ini melatih seseorang untuk bisa berkomunkasi dengan baik juga loh. Di balik keramahtamahan para customer service, ternyata begitu banyak “drama” mewarnai pekerjaan customer service ini.

Yuk, tengok “drama” yang biasa terjadi agar kamu bisa mempersiapkan diri.

Pekerjaan Customer Service Menuntut Harus Menjawab Pertanyaan sesuai SOP

Pernahkah kamu membayangkan kalau di balik keramahan seorang customer service, ada aturan dalam berbicara yang harus mereka taati? Ya, setiap customer service tidak bisa sembarangan menjawab pertanyaan konsumen seenak hati. Mereka harus mengikuti rambu-rambu yang sudah dibuat agar dapat melayani konsumen dengan baik.

Coba bayangkan, bagaimana seorang customer service harus menahan kesal dengan mengucapkan kata-kata penuh kesabaran saat meladeni konsumen menyebalkan? Ternyata berbicara sesuai SOP pun tidak semudah yang kita bayangkan ya. Ibaratnya harus bisa akting di depan konsumen.

Terbiasa dengan Omelan Konsumen

Pekerjaan customer service akan membuat seseorang kebal akan omelan. Ya, sebagai seseorang yang paling mudah bersinggungan dengan konsumen, jangan heran kalau semua keluhan akan meluncur ke seorang customer service.

Padahal, belum tentu keluhan konsumen tadi adalah murni kesalahan customer service. Bisa jadi customer service harus panjang lebar menjelaskan banyak hal pada konsumen agar keluhan tersebut dapat teratasi. Mungkin semacam begini: “Siapa yang salah, kok aku yang kena imbasnya?”

Baca Juga: Duka Menjadi HR yang Jarang Karyawan Lain Tahu, Kayak Apa Sih?

Selalu Minta Maaf Seolah Menjadi Ciri dari Pekerjaan Customer Service

Selain itu, customer service identik dengan selalu meminta maaf. Mau salah atau benar, kata-kata “mohon maaf” kerap sekali diucapkan ketika ada konsumen yang mungkin meledak-ledak marah. Padahal, bisa jadi loh kesalahan juga ada di konsumen yang kurang memahami tentang produk.

“Drama” pekerjaan ini memang banyak tantangannya. Meski dibuat kesal setengah mati, seorang customer service harus tetap ramah dalam melayani dan dilarang bersikap tak sopan pada konsumen. Bisa dibayangkan ya betapa hati para customer service kerap mendidih.

Pekerjaan Customer Service Juga Bagus untuk Melatih Kesabaran Loh

Di balik semua “drama” yang kerap dialami, pekerjaan ini punya nilai sangat positif. Seseorang akan terlatih untuk bersabar ketika sudah menjalani profesi ini. Kalau bisa dikelola dengan baik, seorang customer service dapat mempraktikkan ilmu tentang anger management juga.

Meski begitu, ada kalanya juga pekerjaan ini tetap butuh pelampiasan kesal. Jangan sampai terbiasa untuk memendam emosi pada konsumen harus terbawa ke kehidupan nyata. Bagaimana pun juga, emosi positif atau negatif tetap harus disalurkan agar jiwa menjadi lebih baik.

Bagaimana? Sudah kebayang kan gambaran kehidupan pekerjaan customer service? Seru dan pastinya menantang banget ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here