Kebiasaan Senyum Palsu di Kantor Ternyata Merugikan Diri Sendiri

Sikap ramah di lingkungan kerja biasanya membuat seseorang lebih mudah digemari orang lain. Hal inilah yang kemudian memicu kebiasaan senyum palsu di kantor. Padahal, sebenarnya kebiasaan tersebut justru bisa menimbulkan kerugian bagi diri sendiri.

Apakah kamu termasuk orang yang memiliki kebiasaan senyum palsu di kantor?

Jika iya, sebaiknya kamu menghentikan kebiasaan tersebut supaya beberapa dampak buruk ini tidak terjadi pada dirimu:

Kelelahan Mental (Mental Burnout)

Mental burnout merupakan salah satu risiko yang tak dapat dihindari bila kamu terbiasa senyum palsu di kantor. Senyum yang tidak berasal dari hati tentu bertolak belakang dengan perasaan dalam diri sendiri. Ketidakseimbangan tersebut akhirnya bisa memicu kelelahan mental yang membuat kamu mudah stres atau depresi selama berada di lingkungan kerja.

Baca Juga: Ketawa Karier: Jalan Pintas agar Tampak Bahagia di Lingkungan Kerja

Produktivitas Menurun

Tak dapat dipungkiri bahwa senyum palsu di kantor juga dapat menyebabkan penurunan produktivitas. Sebuah penelitian yang dilakukan di Michigan State University, Amerika Serikat, mengamati staf customer service yang melakukan senyum palsu kepada pelanggan selama seharian.

Hasilnya, para staf customer service tersebut mudah bad mood dan berimbas pada penurunan produktivitas. Karyawan yang tersenyum palsu tidak mendapatkan kebahagiaan yang sebenarnya sehingga merasa kurang nyaman selama bekerja.

Dianggap Sebagai Pribadi yang Hipokrit

Dampak buruk senyum palsu di kantor juga dapat berasal dari atasan dan rekan-rekan kerja. Kebiasaan tersebut bisa membuat kamu dipandang sebagai pribadi yang hipokrit (munafik atau suka berpura-pura).

Meskipun kamu menunjukkan senyum palsu sebagai bagian dari profesionalitas, tetapi tetap saja akan selalu ada yang tak menyukai profesionalitas dan malah menilai dirimu dengan pandangan negatif.

Butuh Pelampiasan di Luar Lingkungan Kerja

Kebiasaan senyum palsu di kantor yang menyebabkan kelelahan membuat seseorang butuh pelampiasan di luar lingkungan kerja. Pelampiasan positif berupa curhat kepada keluarga atau sahabat, me time, atau melakukan hobi tentu tak jadi masalah besar.

Sayangnya, banyak orang yang melampiaskan kelelahan kerja dengan cara keliru, misalnya mengonsumsi alkohol, bergadang, atau menjalani gaya hidup kurang sehat lainnya. Akibatnya, kebiasaan buruk tersebut akan menurunkan kualitas kesehatan fisik dan psikis seiring berjalannya waktu.

Kesimpulannya, jangan sampai kamu terlalu lelah karena memaksakan senyum palsu di lingkungan kerja, ya. Jadilah diri sendiri agar lebih enjoy menjalani rutinitas kerja setiap hari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here