Tidak Ada Fleksibilitas Kerja di Kantor Bikin Produktivitas Menurun Lho

Perusahaan tentu tidak menginginkan adanya penurunan kinerja dan produktivitas karyawannya. Untuk meningkatkannya, ada banyak caranya. Salah satunya dengan memastikan adanya fleksibilitas di kantor atau tempat kerja.

Fleksibilitas kerja membuat karyawan merasa tidak terikat dalam mengerjakan pekerjaannya. Hal ini membuat karyawan merasa nyaman dalam bekerja. Sehingga, karyawan tidak merasa penat dan jenuh meski bekerja seharian penuh.

Kalau karyawan sudah nyaman dalam bekerja, kinerja dan produktivitasnya diharapkan bisa meningkat.

Mengapa Fleksibilitas di Kantor Bisa Meningkatkan Produktivitas?

Bekerja secara fleksibel membuat moral kerja karyawan meningkat. Hal ini karena karyawan hanya bekerja jika ia benar-benar menginginkannya. Sebaliknya, bekerja dengan terpaksa akan membuat kualitas pekerjaan menurun. Karyawan juga menjadi miskin ide dan inovasi.

Fleksibilitas juga membuat karyawan tidak merasa stres. Menurunnya tingkat stres akan menghindarkan karyawan dari burnout. Selain itu, karyawan yang tidak stres akan meningkat kepuasan kerjanya.

Baca Juga: Kenali, Aktivitas yang Membunuh Produktivitas di Tempat Kerja

Dengan fleksibilitas kerja, karyawan bebas mengatur jadwal kerjanya. Hal ini mendatangkan beberapa manfaat. Manfaat pertama, yaitu membangun rasa saling percaya antara karyawan dan rekan kerja atau atasannya. Manfaat lainnya, yaitu membangun tanggung jawab dan motivasi diri. Kedua hal tersebut sangat dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas.

Cara Membuat Suasana Kerja yang Fleksibel

Peran perusahaan sangat dibutuhkan jika ingin menjadikan suasana kerja menjadi fleksibel. Untuk itu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Salah satunya, dengan mengurangi jam kerja. Dengan begini, karyawan mendapatkan kesempatan untuk lebih banyak beristirahat atau menyempurnakan work-life balance. Sehingga saat bekerja kembali, moral dan motivasi kerjanya akan semakin tinggi.

Cara lainnya, dengan menetapkan jadwal kerja yang fleksibel. Sehingga, setiap karyawan bebas menentukan jadwal kerjanya. Perusahaan juga bisa merekrut karyawan part-time dan freelancer. Kedua tipe karyawan tersebut dikenal memiliki tingkat fleksibilitas kerja yang tinggi.

Meski demikian, perusahaan harus memperhatikan beberapa hal jika ingin menerapkan fleksibilitas kerja. Salah satunya adalah komunikasi. Fleksibilitas seringkali mengurangi frekuensi komunikasi antar karyawan. Tanpa komunikasi yang baik, proses kerja akan terganggu.

Selain itu, perusahaan juga harus memastikan setiap karyawannya memahami tujuan dan target-target yang ingin dicapai. Hal ini akan membuat karyawan tetap fokus untuk menyelesaikan pekerjaannya meski jadwal dan tempo kerjanya tidak sama.

Terakhir, perusahaan harus memiliki sistem khusus untuk mengelola dan mengawasi karyawan. Karena, jadwal kerja yang fleksibel seringkali membuat pekerjaan tidak terselesaikan dengan baik. Kurangnya pengawasan bisa membuat kualitas pekerjaan menurun.

Jika beberapa hal di atas sudah dimiliki, perusahaan akan mendapatkan banyak manfaat dari adanya fleksibilitas kerja. Salah satunya, yaitu meningkatnya kinerja dan produktivitas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here