10 Efek Samping yang Menakutkan Ini Dapat Terjadi Bila Anda Mengalami Kelebihan Berat Badan

10 Efek Samping yang Menakutkan Berikut Dapat Terjadi Bila Anda Mengalami Kelebihan Berat Badan
Sumber: Fappr

Dikatakan bila 10 persen dari semua jenis kanker dikait-kaitkan dengan kematian di dunia tiap tahunnya. Dan yang menyedihkan adalah, hal tersebut juga dihubungkan dengan obesitas. Dari sini Anda bisa membayangkan betapa seriusnya kondisi tersebut. Seseorang dikatakan mengalami kelebihan berat badan atau obesitas bila memiliki BMI di atas normal dan persentasi lemak dalam tubuh sangat tinggi. Untuk menghindari risiko terkena penyakit kronis, Anda juga perlu tahu tentang efek samping bila mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Efek Samping Jika Anda Memiliki Masalah Kelebihan Berat Badan

Berikut ini adalah beberapa efek samping yang bisa Anda hadapi bila Anda mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

1. Sembelit

Mengatasi Sembelit
Sumber : obatnya

Normalnya, sembelit adalah sebuah kondisi yang menyebabkan seseorang kesulitan untuk mengeluarkan tinja dan sering dikait-kaitkan dengan gangguan pencernaan dan pola makan. Namun begitu, obesitas juga bisa menjadi salah satu penyebab sembelit karena lemak tubuh yang berlebihan dapat mengeraskan tinja dalam usus.

2. Kehilangan Memori

pejamkan mata
Sumber: stuffmomnevertoldyou

Kehilangan memori adalah sesuatu yang sebagian besar orang tidak pernah mengaitkannya dengan obesitas. Namun ketika lemak dalam tubuh berlebihan, kadar kolesterol juga meningkat. Hal ini pun dapat menurunkan sel-sel otak hingga menyebabkan kehilangan memori dan terkena demensia serta Alzhaimer di usia muda.

3. Batu Empedu

Sumber: alodokter

Batu empedu adalah sebuah kondisi di mana air empedu, lemak, dan kolesterol mengeras dalam kantong empedu hingga berubah menjadi endapan berbatu yang menyebabkan sejumlah gejala yang tidak mengenakan. Salah satu penyebab terbesar dari batu empedu adalah obesitas karena kelebihan lemak dan kandungan kolesterol dalam tubuh.

4. Migrain

meredakan migrain
Sumber : massroots

Migrain adalah sebuah kondisi ketika seseorang mengalami sakit kepala yang intens dan gejala lainnya karena terjadi peradangan pada syaraf. Sejumlah riset menemukan bahwa migrain juga dikait-kaitkan dengan kelebihan lemak dalam tubuh karena bisa mencegah aliran darah beroksigen pada kepala.

5. Kelahiran Prematur

hamil

Sebagian besar orang telah mengetahui bahwa kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan kemungkinan kemandulan pada wanita karena ketidakseimbangan hormon. Selain itu, menurut hasil penelitian, wanita yang mengalami kelebihan berat badan juga memiliki risiko mengalami kelahiran prematur pada bayi akibat ketidakseimbangan hormon oleh karena lemak berlebih.

Baca Juga: Waspada! Faktor-Faktor Berikut Ini Dapat Meningkatkan Risiko Obesitas

6. Osteoarthritis

Sumber: alodokter

Osteoarthritis adalah sebuah kondisi di mana tulang rawan pada lutut, pergelangan kaki, dan siku mengeras sehingga pergerakan sendi pada bagian tersebut menjadi menyakitkan dan sulit. Dapat dikatakan bila kelebihan berat badan dan lemak bertanggung jawab atas kondisi tersebut karena banyak tekanan yang ditujukan pada bagian sendi akibat kelebihan berat badan.

7. Kanker Prostat

Sumber: lifestyle.okezone

Kanker prostat adalah satu satu tipe kanker yang paling umum terjadi pada pria, di mana ini mempengaruhi kelenjar prostat. Memiliki lemak berlebih dapat menyebabkan kelenjar prostat melebar, di mana ini bisa memicu perkembangan sel kanker pada area tersebut hingga menyebabkan jenis kanker yang mematikan.

8. Kanker Rahim

menahan buang air
Sumber: news

Seperti halnya kanker prostat yang disebabkan oleh kelebihan berat badan atau obesitas yang terjadi pada pria, kanker rahim yang dapat terjadi pada wanita akibat pembesaran uterus akibat dari banyaknya lemak berlebih.

9. Gangguan Endokrin

orang gemuk
Sumber: mirror

Kelenjar endokrin adalah kelompok kelenjar yang menghasilkan berbagai hormon fungsional ke dalam darah yang diperlukan oleh tubuh. Kelebihan berat badan dapat mencegah produksi hormon endokrin yang sehat hingga menyebabkan sejumlah ketidakseimbangan hormonal.

10. Infeksi Jamur

Beberapa penelitan menunjukan bahwa orang-orang yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas memiliki risiko terkena infeksi jamur lebih besar karena mereka memiliki lemak tubuh yang berlebihan, banyak berkeringat yang diproduksi hingga membuat infeksi jamur terjadi pada beberapa bagian tubuh.