Zoom Burnout: Online Meeting Terus-Menerus Bikin Kamu Rentan Kelelahan

Sebagian orang yang tidak bekerja dari rumah (working from home atau WFH) menganggap bahwa kegiatan tersebut sangat menyenangkan. Padahal anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Aktivitas WFH yang dipenuhi rutinitas online meeting dan setumpuk pekerjaan lainnya malah rentan memicu zoom burnout.

Zoom adalah aplikasi video conference yang mulai naik daun sejak pandemi COVID-19 menyerang seluruh penjuru dunia.

Lantas, apa yang dimaksud dengan zoom burnout? Mari cari tahu dulu definisinya agar kamu dapat menanggulanginya secara tepat.

Cermat Mengenali Gejala Zoom Burnout

Zoom burnout adalah kondisi kelelahan fisik dan psikis yang disebabkan oleh aktivitas online meeting dan WFH yang berlebihan. Selama online meeting dan WFH, otak kamu akan berusaha menggali banyak informasi dari orang-orang yang bertemu denganmu secara virtual. Hal ini juga dapat diperparah oleh distraksi yang berasal dari media sosial dan godaan browsing di sela-sela aktivitas kerja.

Beberapa gejala zoom burnout yang kerap dialami para karyawan modern antara lain:

  • Perasaan gelisah selama melakukan online meeting.
  • Tubuh sangat lelah, bahkan otot-otot dan sendi pun menjadi kaku.
  • Malas berinteraksi dengan orang lain sehingga terkesan kurang ramah.
  • Tidak fokus dalam menyelesaikan pekerjaan atau membahas materi meeting.
  • Produktivitas kerja semakin menurun, khususnya saat pekerjaan makin menumpuk.

Baca Juga: Brain Dump: Cara Sederhana nan Efektif Membebaskan Pikiran dari Stres

Berbagai Pemicu Kelelahan Saat Online Meeting dan WFH

Risiko zoom burnout bisa bertambah besar akibat beberapa pemicu, antara lain:

  • Durasi online meeting yang terlalu lama dan disertai intensitas yang tinggi. Misalnya, kamu melakukan online meeting dalam waktu melebihi satu jam dengan intensitas lebih dari dua kali dalam sehari.
  • Gangguan kondisi internet yang berujung pada kendala online meeting juga sangat menguras energi.
  • Tuntutan untuk tetap berpenampilan menarik karena harus menghadapi atasan, rekan kerja, atau klien meskipun sedang WFH.

Bagaimana Cara Terbaik Mengatasi Kelelahan Tersebut?

Jangan biarkan zoom burnout terjadi terus-menerus dan mengganggu produktivitasmu. Lakukanlah beberapa hal ini supaya aktivitas WFH tetap lancar dan menyenangkan:

  • Membatasi durasi online meeting, terutama jika tak ada keperluan mendesak. Online meeting sebaiknya dilakukan untuk briefing penting supaya durasinya lebih singkat.
  • Memilih media komunikasi lain sebagai alternatif, misalnya dengan cara menelepon atau sekadar berkirim email. Dengan demikian, kelelahan akibat online meeting akan berkurang drastis.
  • Luangkan waktu untuk beristirahat dan bersantai sejenak. Jangan ragu undur diri dari online meeting untuk tidur siang sejenak, menyantap camilan favorit, atau beristirahat dari rutinitas kerja yang super padat.

Sesibuk apapun, jangan sampai zoom burnout membuat kamu jadi malas bekerja dan tidak produktif seharian. Selesaikan pekerjaan secara kreatif saat menjalani rutinitas WFH tanpa harus tersiksa oleh online meeting.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here