Pandemi, eFishery Justru Raup Pendapatan Hingga Empat Kali Lipat

Di tengah pandemi COVID-19, startup akuakultur, eFishery, justru meraup peningkatan pendapatan hingga empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Melalui keterangan tertulis, peningkatan pendapatan eFishery mencapai hingga 287,2 persen secara year-on-year Gross Merchandise Value (GMV) selama 2020. 

Lonjakan pendapatan yang diterima eFishery meski kondisi ekonomi dunia tengah terguncang akibat pandemi COVID-19 ini tidak terlepas berkat keberhasilan eFishery mengembangkan lini bisnisnya. Salah satunya, pelayanan yang diberikan sebagai solusi atas masalah modal usaha yang dialami pembudidaya ikan, keterbatasan pakan yang tersedia di retailer, serta kesulitan dalam penyaluran hasil budidaya.

Menjawab permasalahan yang ada, eFishery meluncurkan pelayanan eFisheryFund yang memberikan akses serta menghubungkan pembudidaya ikan dengan institusi keuangan. Pembudidaya ikan bisa memanfaatkan fitur Kabayan (Kasih Bayar Nanti) untuk menyicil pembayaran produk eFishery seperti eFisheryFeeder dan pakan ikan.

“Di tahun ini kami secara agresif mengoptimalisasi lini bisnis kami selain eFisheryFeeder, yaitu eFisheryFund untuk akses terhadap pendanaan, eFisheryFeed untuk penyediaan pakan, dan eFisheryFesh untuk pendistribusian produk hasil budidaya,” ujar Co-Founder dan CEO eFishery, Gibran Huzaifah.

Baca Juga: eFishery Luncurkan Perangkat Lunak Baru untuk Tingkatkan Hasil Panen

eFisheryFund menjadi solusi bagi pembudidaya untuk menyelamatkan bisnis mereka melalui sistem cicilan yang fleksibel dengan penawaran tenor hingga enam bulan. Selama 2020 ini, eFisheryFund menggandeng kerjasama dengan pelbagai institusi keuangan seperti BRi, Alami Sharia, dan Investree. eFisheryFund telah memberikan total pinjaman lebih dari Rp50 miliar untuk membantu lebih dari 800 pembudidaya. 

Sementara itu, eFisheryFeed bekerjasama dengan pelbagai merek pakan yang telah mendistribusikan lebih dari 3 ribu pakan ikan. eFishery mengungkapkan bahwa di awal pandemi pembudidaya mengalami krisis karena terjadi penurunan atas permintaan ikan hingga 20 persen. Hal ini disebabkan oleh meredupnya aktivitas di bidang perhotelan, restoran, kafe, serta belum maksimalnya akses untuk beralih ke pasar online

“eFishery berfokus untuk meningkatkan dampak sosial yang dapat membantu menjaga usaha para pembudidaya tetap berjalan. Salah satu langkah yang kami lakukan adalah dengan menarik ikan hasil panen pembudidaya dan mengolahnya menjadi produk beku demi menambah nilai jual dan memperpanjang masa konsumsi. Dengan demikian, hasil panen dapat disimpan lebih lama sehingga mengurangi risiko terbuangnya hasil panen,” jelas Gibran. 

Sejak didirikan pada 2013, eFishery mengemban misi untuk memberikan solusi di industri akuakultur melalui inovasi teknologi. Melalui fitur-fitur eFishery yang berbasis data dan internet (internet of things/IoT), pembudidaya mendapatkan informasi lebih aktual dan tepat terkait pemberian pakan ikan. Solusi yang ditawarkan eFishery ini sukses menarik minat para investor dunia, seperti Aqua-spark, Wavemaker Partners, Maloekoe Ventures, Social Capital, dan lembaga pendanaan lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here