Startup Baru: Ekspetasi Besar Karyawan vs Realita yang Terjadi

Startup baru kadang menjadi incaran para generasi milenial dan generasi Z yang mendambakan bekerja fleksibel. Saat ini, rasanya hampir sebagian besar fresh graduate bermimpi untuk bisa bekerja di startup. Pekerjaan ini dianggap sangat kekinian dan memenuhi selera para anak muda.

Sayangnya, ekspetasi tinggi karyawan pada startup baru terkadang tidak sesuai dengan realita yang terjadi. Tidak jarang juga ada karyawan yang justru merasa terjebak ketika sudah terjun bekerja di startup. Gambarannya kira-kira seperti ini.

Banyak Orang Mudah Terbuai dengan Iming-Iming Bekerja di Startup Baru

Apa yang muncul di benak kita saat mendengar kata startup? Biasanya gambaran ini pasti muncul: bekerja fleksibel, ke kantor tanpa pakai seragam, dapat snack dan makan siang gratis, hingga area playground yang menyenangkan. Lalu, benarkah sebuah startup yang baru berdiri mampu mewujudkan semua gambaran tadi?

Kebanyakan fresh graduate menyamaratakan kehidupan kerja di startup selalu menyenangkan. Padahal, sama halnya seperti bisnis kebanyakan, merintis startup yang masih tergolong baru tentu butuh waktu lebih lama. Jadi, belum tentu semua gambaran menyenangkan tadi pasti ada.

Bekerja di Startup Baru Tentu Jauh Berbeda dengan Startup Besar

Salah satu perbedaan besar yang muncul adalah kestabilan startup itu sendiri. Di startup besar yang sudah cukup lama berdiri, tentu sistem kerja dan job desc sudah lebih jelas. Saat bergabung di startup yang masih baru berdiri, kemungkinan besar rekrutan karyawan pertama justru akan diberi tantangan untuk membangun sistem kerja di sana.

Lagipula, karyawan startup harus bersiap-siap pada perubahan mendadak yang terjadi di perusahaan. Jangankan startup yang masih baru, startup lama dan besar pun juga sering mengalaminya. Belajar membangun sistem kerja tentu butuh effort lebih banyak daripada hanya menjalani sistem kerja.

Baca Juga: 5 Tips Melamar Bekerja di Startup bagi Para Fresh Graduate

Gaji dan Fasilitas Jadi Kendala Tersendiri

Jangan berharap terlalu banyak saat bekerja di startup yang seumur jagung. Kalau kamu biasa mendengar opini kalau kerja di startup bisa mendapat gaji dua digit, belum tentu itu akan didapatkan di startup baru. Intinya, memulai karier di tempat yang sedang berkembang tentu butuh “merangkak” juga saat bekerja.

Bahkan, beberapa startup yang agak sulit berkembang kurang mampu memberi kenaikan gaji cukup signifikan pada karyawannya. Mentoknya nih, kenaikan gaji akan ada setelah dana kucuran dari investor turun lagi. Belum tentu juga fasilitas seperti snack dan makan siang akan diberikan di perusahaan rintisan baru.

Karier Belum Tentu Aman jika Startup Baru Sulit Berkembang

Dibandingkan dengan bekerja di perusahaan swasta biasa, startup jelas punya tantangan tersendiri. Karier bekerja di startup sulit diprediksi. Bisa saja mudah naik dan berkembang, tetapi bisa saja tiba-tiba mengalami PHK saat startup mulai gemar merugi.

Startup yang baru saja berdiri harus mampu berkembang secepat mungkin dengan sumber daya yang terbatas. Kalau terlalu lama terseok-seok, karier para karyawannya tidak lagi aman. Siap-siap saja mengalami pemecetan hingga yang paling ironis adalah perusahaan harus gulung tikar.

Jadi, apakah kamu masih ingin ngotot bekerja di startup baru? Semoga apa pun pilihan yang kamu ambil sudah bisa dibarengi dengan sikap siap menghadapi risiko ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here