Employee Journey Mapping: Meretensi Karyawan Lewat Pengalaman

Employee journey mapping merupakan salah satu cara untuk meningkatkan employee experience. Dengan meningkatkan employee experience, perusahaan diharapkan mampu meretensi karyawannya.

Employee experience merupakan pengalaman dan semua perasaan yang dialami karyawan selama bekerja di sebuah perusahaan. Pengalaman dan perasaan ini dialami sejak proses melamar hingga hari ini ia bekerja. Sementara, kegiatan mengidentifikasi perjalanan karyawan dikenal dengan employee journey mapping.

Mengapa Melakukan Employee Journey Mapping?

Perusahaan tentunya ingin memberikan pengalaman kerja yang baik dan menyenangkan pada setiap karyawannya. Hal ini diperlukan agar turnover dapat ditekan. Selain itu, agar employee engagement bisa meningkat.

Lewat employee journey mapping, perusahaan bisa mengetahui hal-hal apa saja yang bisa diperbaiki atau ditingkatkan. Baik yang berhubungan dengan proses perekrutan dan proses kerja. Maupun yang berhubungan dengan fasilitas kerja, kenyamanan kerja serta gaji dan benefit.

Cara Melakukan Mapping

Employee journey mapping dilakukan dengan mendata semua kejadian atau event yang dialami karyawan secara berurutan, mulai dari awal perekrutan sampai dengan sekarang. Perusahaan juga harus mencatat apa-apa saja yang dirasakan karyawan berkaitan dengan kejadian tersebut. Tujuannya, agar bisa mengetahui momen apa saja yang berpengaruh bagi karyawan.

Semisal, perusahan mendata apa saja yang dirasakan karyawan saat onboarding. Berikutnya, perusahaan mendata apa yang dirasakan karyawan saat pertama kali mendapatkan tugas dari atasannya. Demikian seterusnya.

Baca Juga: Mengenal Penyebab Turnover, agar Karyawan Terbaik Tidak Resign

Berdiskusi untuk Melakukan Perbaikan

Selanjutnya, dengan menggunakan data ini perusahaan bisa melakukan diskusi tentang apa yang disenangi atau tidak disenangi karyawan. Diskusi ini bisa dilakukan dengan karyawan yang sudah keluar dari perusahaan, karyawan yang berprestasi maupun para manajer/pimpinan.

Dari hasil diskusi, perusahaan bisa mengetahui hal-hal apa saja yang dirasakan menyenangkan bagi karyawan dan apa saja yang dirasakan tidak menyenangkan. Sehingga perusahaan bisa memperbaiki proses perekrutan atau proses kerja yang dilakukannya.

Semisal, jika karyawan merasakan pengalaman tidak menyenangkan saat onboarding, dan diketahui angka turnover naik di tahun pertama dan kedua, maka perusahaan bisa memperbaiki program onboarding yang dilakukannya.

Selain untuk meretensi karyawan, hasil diskusi pada employee journey mapping juga bisa digunakan untuk meningkatkan employee engagement. Karena, perusahaan jadi tahu kegiatan-kegiatan apa saja yang banyak menarik minat karyawan untuk terlibat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here