Cerita Bernhart Farras Mendirikan Entrepreneur Platform di Usia Belia

entrepreneur
Bernhart Farras, Presiden Hartlogic (Sumber linkedin)

Bagi Bernhart Farras, Hartlogic lebih dari sekedar perusahaan. Ia lebih senang menyebutnya sebagai Entrepreneur Platform. Hartlogic lahir dari idealisme seorang pemuda. 20 Mei 2012, Bernhart yang masih duduk di bangku SMA mendirikan Hartlogic sebagai penyedia jasa pemeliharaan website. Saat itu, Bernhart tengah menjalankan bisnis konveksinya dan membutuhkan tampilan website yang lebih baik bagi para kliennya. Secara tidak sengaja, desain website yang ia buat disukai oleh beberapa klien hingga akhirnya pria berusia 24 tahun ini memutuskan untuk membentuk Hartlogic, sebagai badan usaha yang menyediakan layanan pemeliharaan website.

7 tahun berjalan, Hartlogic tidak mandek pada layanan pemeliharaan website, digital marketing, maupun penyelenggaraan event. Hartlogic memiliki visi yang lebih besar yakni dengan menjadi wadah bagi para calon entrepreneur yang belum pernah memulai berbisnis sama sekali.

“Pulang dari Jerman tahun 2016, aku berpikir aku tidak mau Hartlogic ini menjadi consulting company. Karena masalah di Indonesia, bukan untuk orang yang sudah berbisnis tetapi untuk orang-orang yang baru mau memulai bisnis, memulai karya-karyanya, memulai entrepreneurship journeynya. Januari 2016, kami mulai perluas segmentasi bisnisnya. Jadi tidak hanya consulting untuk website, digital marketing, dan event tetapi melahirkan pengusaha-pengusaha baru juga,” jelas Bernhart saat ditemui Job-Like Magazine di sela-sela kesibukannya sebagai wartawan. 

Dalam menciptakan peluang bagi calon entrepreneur, Hartlogic mengupayakan dengan membangun terlebih dahulu komunitas Hartlogic dan inkubasi. Melalui komunitas Hartlogic, para peserta dapat menentukan apa kebutuhannya dalam berbisnis sehingga bisa mendapat gambaran lengkap tentang bisnis yang ingin dibangunnya. Sedangkan untuk program inkubasi, Hartlogic membuka setiap 1 bulan sekali.

Saat ini Hartlogic dipunggawai oleh 7 orang Hartroopers (sebutan untuk karyawan Hartlogic). Meski masih minimalis, namun perjalanan Hartlogic tidaklah mudah. Awalnya, Bernhart didirikan dari dana pribadi Bernhart yang sempat kuliah sambil bekerja di Jerman. Hartlogic membuka peluang bagi investor, tetapi bukan untuk mendanai Hartlogic melainkan untuk mendanai bisnis yang dibentuk oleh peserta inkubasi entrepreneur di Hartlogic. Tantangan demi tantangan dilalui, termasuk mencari tim yang solid dan dapat menerima visi serta misi Hartlogic.

“Di tahun 2016, kami tidak memiliki karyawan tetap. Jadi, Hartlogic berjalan dengan saya sebagai decision maker dibantu dengan pekerja freelance jika ada proyek yang harus dikerjakan. Waktu itu usia saya 20 tahun dan saya berpikir ini harus digarap dengan serius. Berbekal modal hasil bekerja di Jerman dan nekat, Hartlogic mulai merekrut karyawan. Waktu itu ada 9 orang dan kantornya di Bandung. Ternyata, it’s not easy to hiring people. Saya sadar, kita tidak hanya mengandalkan uang saja untuk merekrut karyawan. Kita harus meyakinkan karyawan dengan visi dan misi Hartlogic serta nilai-nilai apa saja yang mendasarinya,” jelasnya.

Loyalitas Penting Dalam Membangun Tim

Bernhart menanamkan beberapa nilai yang cukup fundamental bagi entrepreneur platform ini. Loyalitas menjadi nilai utama bagi Hartlogic. Karena menurutnya, loyalitas itu tidak dapat dibeli dengan uang. Loyalitas hanya dapat dibeli oleh perasaan, kepemimpinan, dan waktu yang sudah terjalin bersama. Selain loyalitas, rasa kekeluargaan juga diterapkan Bernhart kepada hartroopers. Dengan merangkul karyawan seperti keluarga, apapun masalah yang terjadi di dalam tubuh Hartlogic akan selalu dapat diselesaikan dengan duduk bersama.

Dari seluruh keuntungan Hartlogic, satu perak pun tidak saya ambil. Semua keuntungan akan kembali untuk operasional dan karyawan. Jadi, penghasilkanku memang dari profesi wartawan ini. Karena memang Hartlogic dari awal didirikan bukan untuk uang. Saya bikin Hartlogic karena memang melihat ada masalah di negeri ini dan kita harus kolaborasi untuk menjadikan semua lebih baik. This is not for money. This is for something bigger.”

Meski Bernhart memiliki profesi lain di samping menjadi Presiden Hartlogic, Hartlogic tetap bisa berjalan sesuai dengan yang seharusnya. Ini menjadi salah satu keuntungan sebuah lembaga memiliki tim yang solid dan komunikasi yang jelas. Mengandalkan tim yang memiliki visi serta misi yang sama, Bernhart dapat mempercayakan Hartlogic kepada hartroopers.

Saya berani untuk menjadi wartawan ketika Hartlogic system flownya sudah berjalan, itu pun secara bertahap. Waktu itu saya coba 1 hari sampai 1 minggu, kalau tidak ada keputusan dari saya, bagaimana ya? Sampai akhirnya mereka mandiri, sudah tahu harus mengerjakan apa, posisinya apa, dan sebagainya. Beruntung, tim mendukung karena apa yang saya lakukan ini beneficial juga untuk Hartlogic. Ilmunya akan semakin bertambah, koneksi juga semakin luas, sehingga kolaborasi pun akan semakin banyak.” 

Baca Juga : Ini Cara-Cara Memanfaatkan Budaya Perusahaan untuk Merekrut dan Mempertahankan Karyawan

Cita-cita yang besar selalu disematkan ke dalam tubuh Hartlogic. Dalam waktu 2 hingga 3 tahun ke depan, Bernhart bercita-cita ingin memaksimalisasikan 3 layanan utama Hartlogic yakni solution, ventures, dan foundation. Saat ini, Hartlogic tengah fokus pada bagaimana seluruh user Hartlogic bisa saling terhubung, berkolaborasi, dan membangun bisnisnya sendiri.

Entrepreneurship is hard. Business is harder. Banyak cara kalau tujuannya memang untuk uang. Tidak harus berbisnis, semua orang bisa menghasilkan uang yang banyak dengan cara bekerja di perusahaan. Tetapi, jika kamu ingin memecahkan masalah yang belum diwujudkan oleh orang lain, I think creating a business, creating a foundation, and creating a movement, will make sense. It’s the only way,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here