Perhatikan Etika Jadwal Ulang Wawancara, Biar Permintaan Kamu Disetujui

Tidak semua kandidat karyawan menyanggupi jadwal wawancara kerja yang ditawarkan perusahaan. Bisa jadi jadwal yang diberikan bentrok dengan jadwal kandidat. Sebagai kandidat karyawan kamu tentunya bisa meminta penjadwalan ulang. Tapi, ada baiknya kamu mengetahui beberapa etika jadwal ulang sebelum melakukan penjadwalan ulang wawancara.

Dengan mengetahui etika penjadwalan ulang, kamu memperbesar peluang permintaanmu disetujui. Karena, tidak semua perusahaan bersedia menyanggupi permintaan jadwal ulang wawancara lho. Pasalnya, perusahaan dan pewawancaranya memiliki tenggat waktu yang harus dipatuhi.

Nah, apa saja etika jadwal ulang wawancara itu?

Lakukan Pemberitahuan Jadwal Ulang Wawancara Sesegera Mungkin

Semakin kamu cepat kamu meminta jadwal ulang wawancara, semakin besar kemungkinan permintaan itu disetujui. Mengapa? Karena perusahaan bisa lebih mudah melakukan penjadwalan ulang untuk kandidat lainnya. Ingat, pada umumnya, HRD atau pewawancara mengundang lebih dari satu orang kandidat karyawan.

Di sisi lain, dengan melakukan pemberitahuan sesegera mungkin, pewawancara juga mengetahui bahwa kamu bukanlah kandidat yang hanya mementingkan kepentingan diri sendiri. Namun, jangan lupakan untuk menyampaikan alasan mengapa kamu harus meminta jadwal ulang.

Antusiasme untuk Melakukan Wawancara

Kandidat yang memiliki motivasi tinggi untuk bekerja punya peluang lebih besar untuk diterima. Di sisi lain, pewawancara yang awalnya tidak ingin mengubah jadwalnya, bisa melunak karena kamu menunjukkan motivasi kerjamu lho.

Oleh karenanya, selama berhubungan dengan pewawancara atau pihak HRD kamu harus menunjukkan motivasi ini. Termasuk saat meminta jadwal ulang untuk wawancara. Menunjukkan motivasi bisa dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya, menunjukkan semangat dan menggunakan kalimat yang tepat.

Baca Juga: Wawancara Kerja Tanpa Persiapan, Apa yang Sebaiknya Kamu Lakukan?

Memberikan Alasan yang Tepat Saat Meminta Jadwal Ulang Wawancara

Saat meminta jadwal ulang wawancara hendaknya kamu menggunakan alasan yang tepat. Umumnya pewawancara tidak bersedia merubah jadwal wawancaranya jika kandidat menggunakan alasan pribadi. Semisal, melakukan perjalanan liburan ke luar kota, harus bertemu teman, atau suasana hati sedang buruk.

Gunakanlah alasan yang tepat dan masuk akal. Semisal, belum mendapat izin dari perusahaan lama, sedang mengikuti workshop atau sedang sakit.

Jangan Menjadwal Ulang Jadwal Pengganti

Saat meminta jadwal ulang, sampaikan pula jadwal pengganti yang diinginkan. Ada baiknya jadwal pengganti tidak berselisih terlalu jauh dari jadwal semula. Semisal, berselang sehari atau dua hari. Jika perusahaan memberikan jadwal alternatif dan kamu menyanggupinya, segera sepakati jadwal tersebut.

Namun, usahakan kamu tidak meminta jadwal ulang kembali jika jadwal pengganti sudah disepakati. Hal ini menunjukkan kamu adalah kandidat yang mudah berubah pendirian.

Dengan mengetahui beberapa etika meminta jadwal ulang di atas diharapkan perusahaan bisa menyanggupi permintaanmu. Namun, jika perusahaan benar-benar tidak bersedia melakukan penjadwalan ulang, sebagai kandidat karyawan kamu harus bisa menerima keadaan tersebut dengan lapang dada.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here