Ini Etika Menulis Email yang Tak Boleh Diabaikan Para Pencari Kerja

etika menulis email
sumber: fashion

Mencari kerja di zaman sekarang bukanlah sesuatu yang sama dengan apa yang biasa dilakukan beberapa tahun lalu. Tak sampai sepuluh tahun yang lalu, mengetuk pintu setiap bisnis adalah sebuah hal yang wajib dilakukan oleh siapa pun yang ingin mendapatkan pekerjaan dan tidak memiliki koneksi. Sedangkan hari ini, praktik ini sudah jarang ditemukan. Sebagian besar perusahaan, kecil maupun raksasa, membuka lowongan dengan menyebarkannya di internet. Hampir semua lamaran pekerjaan pun tidak diberikan langsung kepada orang yang membuka lowongan, melainkan menggunakan internet. Bukannya menggunakan amplop berwarna cokelat dan bantuan layanan pos yang makan waktu berhari-hari, lamaran pekerjaan kini dikirimkan lewat email. Karena itu, setiap pencari kerja wajib memahami etika menulis email yang benar agar lamaran mereka tidak diabaikan begitu saja oleh HRD atau pihak perusahaan mana pun yang membacanya.

Saat Melamar, Perhatikan Etika Menulis Email Ini

Selalu Isi Subjek Email

Sumber : Forbes

Salah satu etika menulis email terpenting adalah menyertakan subjek untuk memberikan petunjuk atau gambaran apa isi email tersebut kepada sang penerima email. Namun saat melamar kerja, hal ini sifatnya justru jauh lebih penting lagi. Jika Anda tidak menuliskan apa-apa pada bagian subjek email, maka hampir bisa dipastikan bahwa email Anda akan berakhir di kotak sampah atau tersaring di spam. Karena, siapa yang akan membuka email jika nama pengirim tidak dikenal dan tidak ada subjeknya?

Pahamilah bahwa HRD perusahaan menerima puluhan dan bahkan bisa sampai ratusan email setiap harinya pada saat membuka lowongan pekerjaan, jadi jika email Anda tidak jelas, maka bukan salah HRD jika tidak tertarik membacanya. Subjek Anda harus berisi nama pekerjaan yang Anda lamar, sehingga orang yang menerimanya tahu apa maksud Anda dan pekerjaan apa yang Anda inginkan tanpa perlu membukanya dulu. Seringkali, pihak HRD akan mencetaknya atau mengumpulkannya di satu folder untuk membandingkannya dengan kandidat-kandidat lain yang melamar pekerjaan sama.

Baca Juga: Ini 4 Masalah Email Terbesar yang Sering Terjadi dan Cara untuk Menjauhinya

Gunakan Alamat Email Khusus untuk Bisnis

menulis resume terbaik
Sumber : womansday

Apakah Anda tahu bahwa 60 persen orang ternyata tidak menggunakan alamat email pribadi mereka untuk melakukan hal-hal yang berkaitan dengan bisnis? Berdasarkan sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Avatier, sebagain besar orang cenderung membedakan antara email bisnis dan pribadi mereka. Jadi ketika Anda sedang mencari pekerjaan, pastikan bahwa alamat email Anda adalah email yang profesional. Menggunakan alamat email dengan nama-nama imut yang Anda buat ketika masih remaja tentu bukanlah sesuatu yang sesuai dengan etika menulis email profesional. Pastikan Anda membuat kesan yang baik dengan menggunakan nama Anda tanpa embel-embel yang tidak perlu. Bahkan jika perlu, gunakanlah email yang baru khusus untuk mencari kerja.

Gunakan Format yang Tepat

Sumber : freepik

Sebuah email lamaran kerja harus terlihat seperti email bisnis serius dengan tujuan to the point, yakni melamar kerja. Karena itu, Anda tidak boleh menggunakan format yang aneh-aneh dalam email tersebut, atau membiarkannya berantakan dan tidak terformat sama sekali. Salah satu etika menulis email lamaran kerja yang bisa meningkatkan peluang Anda adalah memastikan tidak ada kesalahan ejaan dan tata bahasa. Karena, jika Anda tidak meluangkan waktu untuk mengoreksi kesalahan-kesalahan kecil di email Anda, Anda akan nampak sangat tidak profesional.

Perlakukan Seperti Surat Bisnis

Sumber: onlinelearningtips

Pesan pada email Anda yang berisi tentang lamaran pekerjaan Anda harus ditulis seperti Anda menulis surat bisnis reguler lainnya. Karena itu, jangan menggunakan akronim, bahasa gaul, atau emoji. Mengunakan ini untuk menulis email kepada teman adalah hal yang oke. Tetapi, tidak jika Anda sedang berusaha untuk menunjukkan bahwa Anda seorang profesional. Ini sudah melanggar etika menulis email resmi bagi para profesional.

Selamat melamar kerja!

Beri Komentar Anda

komentar