Antara Beras Merah dan Beras Putih, Manakah yang Lebih Baik?

Fakta Tentang Beras Merah vs Beras Putih. Untuk Alasan Kesehatan Harus Pilih yang Mana?
Sumber: Neverfearfailure

Perdebatan mengenai beras merah versus beras putih masih terus berlangsung. Ada yang mengatakan bahwa beras merah lebih baik daripada beras putih, dan begitu pula sebaliknya. Tentu saja, masing-masing memiliki alasannya sendiri dan bergantung dari kebutuhan masing-masing individu. Namun, ada beberapa poin yang perlu digarisbawahi. Berikut adalah fakta mengenai beras merah dan beras putih.

Beras Merah vs Beras Putih

Indeks Glikemik

Sumber: bondistry
Sumber: bondistry

Indeks glikemik (Glycemic Index = GI) menilai makanan berdasarkan seberapa banyak mereka dapat menaikan kadar gula darah. Jika mereka menaikannya dengan cepat dan banyak, itu artinya memiliki nilai GI tinggi. Dan secara umum, orang-orang yang ingin hidup sehat akan memilih makanan dengan glikemik rendah. Bahkan, penderita diabetes dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dengan glikemik rendah.

Jika tidak, hal tersebut dapat meningkatkan tingkat gula darah sehingga memicu komplikasi. Untuk alasan ini, bisa jadi mengejutkan banyak orang saat mengetahui jika beras putih memiliki nilai GI paling tinggi. Dan untuk alasan menjaga tingkat gula darah agar tetap seimbang, beras merah dianggap lebih sehat dibandingkan beras putih.

Kemudahan untuk Dicerna

setelah selesai makan
Sumber : verywell

Kembung, gas, kram, dan sembelit adalah semua gejala gangguan pencernaan yang mengerikan. Sayangnya, karena sebagian orang memiliki pola makan yang buruk atau tidak menyadari apa yang seharusnya di makan dan makanan apa yang tidak dapat dikombinasi, seseorang dapat mengalami gangguan pencernaan. Bahkan, sebagian dari kita mengalaminya secara teratur. Lalu, apakah ini bisa dicegah dengan pola makan yang benar? Tentu saja bisa.

Yang mengejutkan adalah bahwa ternyata beras putih adalah salah satu jenis makanan yang paling toleran di bumi. Tentu saja dengan tingkat toleransi yang lebih baik untuk sistem pencernaan dibandingkan dengan beras merah. Namun, ada keberatan tentang klaim ini karena beras merah juga cukup memiliki toleransi. Namun faktanya, tidak demikian memiliki toleransi untuk sistem pencernaan jika Anda punya masalah alergi makanan sehingga Anda pun menjadi tidak nyaman. Jadi untuk poin ini, beras putih menang.

Nutrisi

nasi sayur

Apakah Anda mengira jika beras merah yang hebat ini bisa mengalahkan beras putih? Anda berpikir jika beras merah benar-benar dipenuhi dengan nutrisi, sementara beras putih biasa-biasa saja, bukan? Biarpun, beras merah mengandung tinggi serat dan protein, sebenarnya beras putih dan beras merah memiliki kandungan yang cukup setara.

Keduanya kurang lebih memiliki jumlah protein gram yang sama, sementara beras merah secara umum memiliki jumlah gram serat lebih banyak. Namun, sulit untuk menentukan siapa yang jadi pemenang. Lebih dari itu, untuk mendapatkan ekstra gram dari serat kembali, Anda hanya perlu menambah potongan brokoli di samping nasi putih yang ada di piring Anda.

Mikronutrisi

Sumber : tropicanaslim
Sumber : tropicanaslim

Jika berbicara tentang mikro nutrisi (vitamin dan mineral), tentu saja beras merah-lah juaranya. Pada awalnya, beras putih adalah beras merah, kecuali lapisan luarnya telah dilucuti dalam proses pembuatan. Saat lapisan luarnya dilucuti, begitu juga mikronutrisinya. Mikronutrisi sendiri tidak akan menyebabkan kenaikan berat badan, lemak, atau pertambahan otot.

Jadi Anda jangan berasumsi jika beras putih akan membuat Anda gemuk. Namun, nutrisinya lebih sedikit dibandingkan beras merah dan itu berarti tidak memberi manfaat yang lebih banyak. Dikatakan, perusahaan makanan terkadang menambahkan mikronutrisi pada beras putih untuk membuatnya lebih sehat, yang dalam label tertulis ‘enriched atau diperkaya’.

Kandungan Arsenik

 

Tiap beras memiliki jejak arsenik, begitu juga dengan buah, dan bahkan air. Namun, selama ini jejak arsenik cukup dapat ditoleransi sehingga tidak akan membunuh Anda. Beras merah dikatakan mengandung lebih banyak arsenik. Saat proses pengelupasan lapisan luar beras merah menjadi beras putih, proses ini akan menghilangkan mikronutrisi dan arsenik. Tentu saja, beras merah yang mengandung arsenik tidak akan membunuh Anda. Paling tidak, Anda harus mengetahui fakta tersebut dan jangan ‘tergila-gila’ untuk makan nasi merah tiap hari.

Dari fakta-fakta di atas, kira-kira mana yang akan Anda pilih untuk disantap setiap harinya?