Penyakit Mental Tidak Sama Dengan Gila! Simak Mitos dan Fakta Tentang Kesehatan Mental Berikut Ini
Sumber: Smallcaps

Apa itu kesehatan mental? Kesehatan mental adalah sebuah kondisi yang mengacu pada keadaan kognitif, perilaku, dan kesehatan emosi yang berpengaruh pada kehidupan sehari-hari, kesehatan fisik, bahkan hubungan. Istilah kesehatan mental seringkali menggambarkan tentang ketiadaan gangguan mental. Dan berikut adalah fakta tentang kesehatan mental yang perlu Anda tahu.

Fakta tentang Kesehatan Mental yang Perlu Anda Tahu

terjebak dalam kemonotonan karir
Sumber: netdoctor

Apa yang Terjadi pada Otak saat Stres?

Stres kronis melepaskan hormon stres, termasuk kortisol dan adrenalin, di mana ini dapat memicu tekanan darah tinggi, meningkatkan simpanan lemak dalam tubuh, dan berakibat pada pusat memori otak. Keberadaan kortisol dapat menghasilkan glutamat berlebih yang dapat meningkatkan tingkat radikal bebas, yang bisa membunuh sel otak dan meningkatkan risiko kehilangan memori serta penyakit neurodegeneratif, seperti Alzheimer.

Serotonin dan dopamin adalah ‘hormon bahagia’ yang dapat jatuh saat seseorang mengalami stres kronis. WHO menekankan bahwa kesehatan mental tidak hanya tentang gangguan mental, namun ada beberapa tipe penyakit mental, seperti gangguan mood, gangguan kecemasan, dan gangguan schizophrenia.

Mitos dan Fakta tentang Kesehatan Mental

Kesehatan mental dapat memperkuat dan mendukung kemampuan untuk mengatasi pasang-surut kehidupan, mempertahankan kesehatan fisik, membuat pilihan hidup yang baik, dan memiliki hubungan yang sehat. Dan berikut adalah mitos dan fakta tentang kesehatan mental yang perlu Anda tahu.

Baca Juga: Benarkan Sosial Media Dapat Memicu Masalah Kesehatan Mental? Ini Penjelasan Hasil Penelitiannya!

1. Mitos: Anak Kecil Tidak Mengalami Masalah Kesehatan Mental

Faktanya, anak kecil mungkin menunjukan tanda peringatan dari kesehatan mental. Masalah kesehatan mental ini seringkali didiagnosa dan dapat menjadi alasan untuk faktor biologis, psikologis, dan sosial. Sebelum seseorang berusia 14 tahun, tanda pertama dari gangguan kesehatan mulai muncul. Dan sebelum usia 24 tahun, ¾ gangguan kesehatan mental dimulai.

2. Mitos: Orang-Orang Menjadi Buas dan Tidak Dapat Diprediksi

Fakta tentang kesehatan mental ini mengatakan bahwa sebagian besar orang dengan gangguan mental tidak melakukan kekerasan dan hanya 3–5 persen menjadi kasar ketika mereka memiliki penyakit mental yang serius. Ini juga menjadi fakta bahwa banyak orang dengan penyakit mental yang 10 kali lebih mungkin menjadi korban kejahatan kekerasan. Juga, banyak orang dengan masalah kesehatan mental yang sangat aktif dan tidak menyadari bahwa mereka memiliki gangguan mental.

3. Mitos: Orang-Orang dengan Penyakit Mental Tidak Dapat Mengatasi Stres Pekerjaan

Faktanya adalah orang-orang dengan gangguan mental dapat se-produktif pegawai lain. Orang-orang ini memiliki tingkat kehadiran dan ketepatan waktu yang baik, motivasi di tempat kerja dan masa kerja yang setara atau lebih besar daripada pegawai lain.

4. Mitos: Kelemahan Kepribadian Dapat Menyebabkan Masalah Kesehatan Mental

Fakta tentang kesehatan mental menyatakan bahwa masalah kesehatan mental tidak ada hubungannya dengan menjadi lemah atau malas. Faktor yang berkontribusi pada masalah kesehatan mental adalah trauma, riwayat pelecehan, histori masalah kesehatan mental keluarga, dan faktor biologis.

5. Mitos: Seseorang Tidak Dapat Sembuh dari Masalah Kesehatan Mental

Hasil studi mengungkapkan bahwa orang-orang dengan gangguan mental menjadi lebih baik dan dapat pulih sepenuhnya. Pemulihan ini berarti proses di mana seseorang dapat hidup, bekerja, belajar dan berpartisipasi dalam aktivitas berbeda. Ada juga pilihan perawatan lain dan sistem dukungan masyarakat yang tersedia.

6. Mitos: Mencegah Penyakit Mental adalah Hal yang Mustahil

Fakta tentang kesehatan mental mengatakan bahwa pencegahan gangguan mental, perilaku, dan emosi fokus pada penanganan faktor risiko, seperti trauma saat masih kecil dan remaja. Anda dapat mencegah penyakit mental dengan meningkatkan kualitas hidup, produktifitas yang lebih tinggi, pendidikan yang lebih baik, tingkat kejahatan yang rendah dan kehidupan keluarga yang lebih baik.

Beri komentar Anda tentang artikel ini