Harus Dihindari, Faktor Ini Bisa Menyabotase Kesempatan Interview Anda

Proses pencarian kerja adalah sebuah proses panjang hingga Anda bisa diterima bekerja. Tidak masalah berapa banyak hal positif yang Anda lakukan selama prosesnya, namun satu kesalahpahaman atau keputusan yang salah bisa menghancurkan kesempatan emas dipanggil rekruter. Tanpa Anda sadari, ada beberapa hal yang dapat menyabotase kesempatan interview. Berikut beberapa di antaranya.

Mencoba Terlihat Menonjol, tetapi dengan Cara yang Buruk

Terlihat menonjol di antara pelamar kerja adalah langkah yang cerdas. Namun, ada kalanya justru menjadi bumerang yang menyabotase kesempatan interview. Sebagai contoh, banyak pencari kerja yang terlihat hebat dengan resume menggunakan template mewah atau mengubah resume menjadi infografik berlebihan.

Mereka berpikir dengan desain resume yang unik, ia akan mendapatkan poin positif dibandingkan dengan pelamar kerja lain yang hanya punya resuma hitam-putih. Namun kenyataanya adalah bahwa format unik resume Anda hanya akan membuat lebih sulit bagi manajer untuk membaca resume Anda. Jadi, tanpa Anda sadari, Anda sendirilah yang menyabotasi kesempatan interview.

Perilaku Anda Secara Online Tidak Profesional

Terkadang, alasan kenapa Anda tidak mendapat undangan interview tidak ada hubungannya dengan apa yang Anda kirimkan pada lamaran kerja. Melainkan dari hasil pencarian online rekruter mengenai diri Anda. Perlu Anda ketahui bahwa internet dan sosial media kini menjadi salah satu pertimbangkan perusahaan akan mempekerjakan Anda atau tidak.

Rekruter bisa saja membatalkan rencana memberi Anda peluang kerja ketika menemukan jejak kata-kata tidak pantas yang Anda tulis di sosial media. Rekruter tidak peduli bila itu adalah postingan yang Anda buat bertahun-tahun yang lalu, atau ketika Anda selfie dengan pose tidak pantas. Menyabotase kesempatan interview seperti ini seharusnya sudah Anda sadari.

Melakukan Semuanya Sendiri

Mental “do it yourself” seperti pisau bermata dua. Di satu sisi, ini baik untuk kemandirian dan membuat Anda bisa bertahan saat menghadapi masa sulit. Tetapi di sisi lain, Anda tidak menyadari terkadang lebih baik untuk mencari bantuan. Anda hanya akan menyabotase kesempatan interview bila melakukan hal tersebut.

Tentu saja, mencari bantuan kepada orang yang dapat dipercaya sangat rumit. Untuk itu, pastikan Anda memiliki orang yang bisa membantu Anda atau orang yang dapat diandalkan untuk melancarkan usaha Anda sehingga bisa menjadi orang yang lebih positif dalam karier.

Persoalan Pengalaman Kerja yang Beda

Apakah Anda memiliki kesenjangan kerja? Anda memiliki pengalaman kerja di bidang yang berbeda? Atau, Anda tampil sebagai orang yang sedang mencari pekerjaan sampingan? Cukup wajar bila Anda berharap agar rekruter tidak akan memperhatikan aspek pengalaman kerja Anda. Namun akan jauh lebih baik bila Anda punya inisiatif untuk membicarakan masalah tersebut terlebih dulu agar Anda tidak menyabotase kesempatan interview.

Faktanya, rekruter dilatih untuk bersikap skeptis dan sering menganggap yang terburuk ketika memiliki imajinasi mereka sendiri. Dengan menawarkan penjelasan yang detail dalam cover letter atau resume, Anda dapat meyakinkan manajer perekrut untuk mengabaikan masalah mencolok yang tampak mengganggu.

Tidak Konsisten

Inkonsistensi dapat mengikis kepercayaan. Ini adalah salah satu blunder terbesar dari pencari kerja dan membuat bingung rekruter karena harus menerima informasi kontradiktif. Untuk itu, pahami benar apa yang ada di resume karena itu adalah informasi yang diketahui oleh rekruter. Jika Anda tidak konsisten, rekruter pun menjadi ragu pada Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here