Apa yang Dilihat HR Saat Merekrut Fresh Graduate?

Dalam merekrut fresh graduate, HR biasanya punya beberapa kriteria dan pertimbangan tersendiri. Pastinya kualifikasi yang diharapkan dari pelamar berbeda dengan orang yang sudah memiliki pengalaman kerja. Sebagai lulusan paling baru, kamu penting nih memahami orang-orang seperti apa sih yang dicari perusahaan?

Berikut beberapa kriteria yang menjadi pertimbangan HR saat merekrut fresh graduate. Perhatikan baik-baik dan pastikan kamu sudah punya kualifikasi ini ya.

Pengalaman Kerja atau Magang

Meski kebanyakan fresh graduate belum memiliki pengalaman kerja, HR jauh lebih suka pelamar kerja yang setidaknya sudah pernah magang. Bentuk pengalaman yang dicari HR pun bukan dari perusahaan besar. Bahkan, pernah melakoni pekerjaan part time pun sudah menjadi nilai plus kok.

Intinya, HR butuh tahu seberapa jauh pelamar kerja pernah berada di lingkungan kerja. Dari pengalaman kerja atau magang tersebut, setidaknya fresh graduate mengantongi bekal soft skill yang cukup.

Jurusan Kuliah

Jurusan kuliah juga menjadi pertimbangan HR dalam merekrut fresh graduate. Memang zaman sekarang latar belakang pendidikan tidak menjadi tolak ukur utama. Namun, tetap saja ada beberapa posisi yang membutuhkan skill khusus yang hanya didapat dari orang-orang tertentu.

Sebaliknya, beberapa pekerjaan kreatif terkadang kurang memerhatikan tentang jurusan kuliah. Yang terpenting sudah punya pengalaman di bidang yang dilamar. Terlebih sekarang makin banyak orang memilih menjadikan hobi sebagai pekerjaan.

Baca Juga: Gimana HRD Merekrut Karyawan? Psst…Intip Dulu Rahasianya

Kegiatan di Luar Kuliah

HR juga punya cara tersendiri untuk melihat soft skill para pelamar yang belum ada pengalaman kerja. Salah satunya adalah dengan mengecek kegiatan-kegiatan di luar yang pernah diikuti. Orang-orang yang berpengalaman di organisasi memang kadang jauh lebih disukai HR dalam merekrut fresh graduate.

Namun, bukan berarti aktif di banyak organisasi menjadi “kartu as” utama menarik perhatian HR. Banyaknya kegiatan di luar kuliah harus diimbangi dengan nilai akademis yang mumpuni. Percuma jadi aktivis kampus kalau urusan akademis menjadi terbengkalai.

IPK

Bisa dibilang IPK tinggi tak lagi relevan sebagai jaminan memperoleh pekerjaan bagus. IPK ibarat tiket masuk untuk lolos saringan awal HR saja. Lulusan cumlaude bahkan punya kemungkinan kalah bersaing dengan lulus IPK biasa-biasa saja.

Akan tetapi, HR juga tetap cukup memerhatikan masalah IPK ini. Setidaknya di zaman sekarang makin banyak perusahaan yang mensyaratkan IPK minimal 3,0. Bagaimana pun juga, kualitas akademik tetap bisa mencerminkan layak tidaknya seseorang dalam bekerja.

Reputasi Kampus

Beberapa HR menggunakan reputasi kampus sebagai tolak ukur merekrut fresh graduate. Meski dalam praktiknya jarang digunakan, toh tetap saja lulusan kampus bergengsi lebih dilirik perusahaan. Apalagi jika perusahaan tersebut punya hubungan baik dengan salah satu kampus ternama.

Sebenarnya tidak banyak HR yang memakai cara ini. Kualitas diri seseorang dianggap lebih penting daripada sekadar dari kampus mana dia berasal.

Pastikan kamu punya keunikan tersendiri untuk memikat para HR agar mau merekrutmu. Jangan keburu minder sebagai fresh graduate. Semua orang punya kesempatan sama untuk mengejar karier impian kok!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here