Merusak Hasil Interview Bisa Dilakukan Tanpa Sengaja, Jaga Perilaku!

Tanpa disadari, kamu sendiri yang merusak hasil interview karena melakukan sesuatu yang tidak seharusnya. Jika tidak berhati-hati, kamu bisa menyabotase peluang untuk bisa diterima kerja.

Perlu kamu tahu jika wawancara kerja dimulai sejak menit pertama kamu menginjakkan kaki di gedung kantor dan tidak akan berakhir sampai kamu meninggalkannya. Agar tidak merusak hasil interview, kamu perlu memastikan memberi kesan positif.

Kenapa Harus Menjaga Perilaku Selama Proses Interview?

Jika kamu tidak berhati-hati, lidah dapat keseleo dan kamu lepas kontrol dalam berperilaku. Apa yang kamu lakukan ini justru dapat merusak hasil interview, bahkan sebelum dimulai. Bagaimana kamu memperlakukan orang lain sangat menggambarkan karakter kamu yang sebenarnya.

Tiap orang menunjukan perilaku terbaik selama proses wawancara, tetapi ‘true colors’ yang sebenarnya muncul saat seseorang tidak berpikir jika ia sedang diawasi. Bagaimana kamu berinteraksi dengan orang lain yang tidak memiliki power di kantor adalah indikator terbaik untuk menunjukan bagaimana kamu akan berinteraksi dengan rekan kerja, terutama mereka yang posisinya berada di bawah posisi kamu.

Baca Juga: Jangan Putus Asa, Lakukan Koreksi Diri Setelah Gagal Interview Kerja

Cara Menunjukan Karakter Positif agar Tidak Merusak Hasil Interview

Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan agar kamu tidak merusak hasil interview:

Bersikaplah ramah pada semua orang

Bayangkan bahwa tiap orang yang kamu temui dapat berperan dalam membantu kamu untuk mendapat pekerjaan. Jadi, bersikaplah ramah pada tiap orang.

Mengucapkan ‘terima kasih’ pada seseorang yang membukakan pintu atau ‘selamat pagi’ ketika kamu berjalan melewati resepsionis juga bisa sangat membantu. Tidak ada alasan untuk bertindak meremehkan siapapun, jadi jangan lakukan itu.

Akui orang lain di ruang itu

Jika kamu duduk bersama orang lain sambil menunggu interview, jangan lupa untuk menyapa. Kamu tidak perlu memulai percakapan, hanya dengan tersenyum dan berjabat tangan saja itu sudah positif.

Bisa jadi, sebagian besar dari mereka adalah pelamar kerja, namun terkadang rekruter juga meminta karyawan untuk duduk di sana untuk melihat bagaimana kandidat berinteraksi dengan mereka. Bila kamu hanya sibuk dengan ponsel dan acuh, ini bisa dianggap tidak sopan dan arogan.

Letakkan ponsel dan lepaskan headphone

Sebelum kamu melangkah masuk ke dalam gedung, masukan ponsel ke dalam tas dan lepaskan headphone. Tidak ada yang lebih tidak sopan ketika berbicara dengan seseorang dengan headphone yang masih terpasang, atau ketika kamu sesekali melihat ponsel.

Juga, pastikan ponsel kamu dan kondisi ‘silent’ dan jangan periksa notifikasi saat kamu sedang berbicara dengan orang lain.

Tunjukan rasa hormat

Perlakukan semua orang dengan rasa hormat, karena respek memang harus diberikan kepada semua orang terlepas dari jabatan dan posisi mereka.

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menunjukan rasa hormat, mulai dari kata-kata hingga tindakan. Melakukan kontak mata ketika berbicara sampai mengucapkan terima kasih saat menerima bantuan.

Bersikap tulus

Hormati orang-orang di sekitar kamu dengan tidak berbicara di ponsel atau melakukan percakapan dengan suara keras. Yang paling penting adalah bersikap tulus. Tidak peduli seberapa baik kamu sebagai seorang aktor, ketidaktulusan tetap dapat terlihat.

Ingatlah jika kamu akan selalu dinilai, mulai dari menit pertama kamu berjalan ke pintu masuk kantor hingga keluar. Jadi, jaga perilaku sepanjang waktu agar kamu tidak merusak hasil interview. Kamu tidak akan pernah tahu siapa orang yang mengawasi tiap kandidat yang datang dari jauh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here