Film Dilan 1991 Didemo Masyarakat Makassar, Produser akan Menempuh Jalur Hukum

film Dilan 1991
sumber: jawapos

Film Dilan 1991 yang sedang tayang di bioskop Tanah Air memang menyita perhatian publik. Film sekuel Dilan 1990 ini sudah ditunggu-tunggu penggemarnya. Sayangnya, sekuel bertema drama romantis antara dua pelajar sekolah SMA tersebut memicu polemik dari masyarakat Makassar.

Apa alasan masyarakat Makassar menolak penayangan film Dilan 1991 di daerahnya? Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Alasan Masyarakat Makassar Menolak Penayangan Film Dilan 1991

Seperti dikutip dari Insertlive, masyarakat Makassar menilai film Dilan 1991 bisa merusak moral anak bangsa. Menurut mereka, film ini mengandung banyak adegan-adegan yang tidak sepatutnya dilakukan anak SMA.

Baca Juga: Sukses di Film Pertama, Kisah Tentang Pendiri Facebook akan Dilanjutkan?

Karenanya, sejumlah masyarakat Makassar menggelar aksi penolakan terhadap penayangan film sekuel ini di salah satu bioskop yang berlokasi di sebuah mall di daerah Panakukan, Kota Makassar.

Rudini, selaku Ketua Umum Laskar 98 yang turut terjun dalam aksi penolakan di Makassar mengungkapkan alasannya. Menurutnya, drama romantis tersebut bisa merusak moral para penontonnya, terutama di dunia pendidikan.

“Film ini kami anggap tidak bagus dipertontonkan di Indonesia, melihat moral generasi dari pihak sekolah tidak dapat mengatur murid dan gurunya. Dan ini nantinya dapat langsung di berbagai media sosial, seperti Youtube dan Facebook,” ungkap Rudini.

Menyikapi hal ini Ody Mulya selaku produser film Dilan 1991 turut mengambil sikap. Menurutnya, film Dilan 1991 sudah melalui banyak proses dan tahapan sebelum lolos tayang. Ia juga menuturkan, film Dilan 1991 telah lulus sensor LSF (Lembaga Sensor Film).

“Dilan 1991, sudah lulus sensor LSF (Lembaga Sensor Film). Dan semua adegan nggak ada masalah,” ujar Ody.

Terkait penolakan masyarakat Makassar atas filmnya, Ody menegaskan pihaknya akan menempuh jalur hukum. Terlebih aksi penolakan yang dilakukan dinilai sudah merugikan salah satu pihak.

“Karena sudah menjurus ke arah anarkis, tim saya di Makassar akan melaporkan ke polisi masalah ini. Kami juga sudah menyiapkan pengacara,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here