Hadirkan Keseruan di Medan Laga, Inilah 5 Film Perang Asia Terbaik

Film Perang Asia Terbaik
Source: mubi

Dibuat oleh para sineas film Asia, beberapa judul film perang menjadi tontonan yang menarik untuk disaksikan. Simak deretan film perang Asia terbaik berikut ini.

Selain di genre horor dan drama romantis, para sineas film Asia juga telah membuat beberapa judul film perang yang cukup sukses menuai kesuksesan setelah ditayangkan. Film-film tersebut mendapatkan perhatian berkat alur ceritanya yang menarik, para aktor dan aktris kondang yang bermain, serta visual efek yang ditampilkan.

Inspirasi dan ide pembuatan dari film-film tersebut juga berbeda. Ada yang diangkat dari kisah fiksi, namun ada juga yang diadaptasi dari kisah nyata. Selain ide pembuatannya yang berbeda, seting lokasi dan seting waktu yang dipilih juga beragam. Berikut ini judul-judul film perang Asia Terbaik yang layak untuk ditonton.

Deretan Film Perang Asia Terbaik

The Warlords

Deretan Film Perang Asia Terbaik
Foto: dongyaentertainment

Film ini diadaptasi dari kejadian pemberontakan Taiping yang terjadi di tahun 1860. Kisahnya sendiri sudah pernah diangkat untuk sebuah film yang berjudul ‘The Blood Brothers’ yang dibuat pada tahun 1973. Ceritanya berkisah tentang tiga orang sahabat yang harus berhadapan satu sama lain di medan pertempuran.

Ketiga orang sahabat itu bernama Pang Qingyun, Jiang Wuyang, dan Zhao Erhu. Dua aktor mandarin terkenal membintangi Warlords. Kedua aktor tersebut adalah Jet Li dan Andy Lau. Selain mereka berdua bermain pula aktor asal Jepang, Takeshi Kaneshiro.

Baca Juga: Meski Modalnya Kecil, 3 Judul Film Hollywood Ini Meraup Untung yang Sangat Besar!

For Those We Love

Foto: rarewarfilms

For Those We Love mengambil seting waktu Perang Dunia II. Ceritanya berkisah tentang para pilot Kamikaze dari sudut pandang Jepang, dimana beberapa pilotnya terpaksa harus menjadi pilot pesawat Kamikaze. Sebagian yang lain memilih menjadi pilot Kamikaze karena ingin membaktikan hidupnya untuk negara.

Film yang berbudget cukup besar ini diproduseri oleh gubernur Tokyo, Shintaro Ishihara, yang terkenal sebagai pemimpin yang sangat mencintai negaranya.

71: Into The Fire

Perang saudara antara Korea Utara dan Korea Selatan yang terjadi pada tahun 1950-an juga mendapat tempat di layar lebar. Salah satunya diwakili oleh 71: Into The Fire.

Film ini berkisah tentang 71 orang pelajar yang harus berperang meski belum memiliki pengalaman. Para pelajar tersebut mendapat tugas untuk mempertahankan benteng Korea Selatan dari serangan tentara Korea Utara. Intrik yang terjadi antara komandan dan anak buahnya juga menyuguhkan nuansa lain di film ini.

The Admiral: Roaring Currents

Foto: kore

Film perang Korea lainnya adalah The Admiral: Roaring Currents. Bedanya, lawan yang dihadapi kali ini adalah Jepang. Kejadiannya juga terjadi jauh sebelum Perang Korea tahun 1950 meletus atau saat dinasti Jeoseon berkuasa di Korea. Roaring Currents sukses mendatangkan 7 juta penonton hanya dalam waktu 8 hari setelah ditayangkan.

Dikisahkan, armada laut Korea yang dipimpin oleh Yi Sun-shin harus menghadapi angkatan laut Jepang pimpinan Wakizaka. Kekuatan tidak berimbang karena Sun-shin hanya memiliki 13 kapal. Sedangkan Wakizaka diperkuat oleh lebih dari 300 kapal perang. Meski demikian, perang akhirnya dimenangkan oleh Yi Shun-shin.

Red Cliff

Foto: digitallydownloaded

Red Cliff disutradarai oleh John Woo, sutradara di balik kesuksesan beberapa film Hollywood seperti ‘Windtalkers’, Face Off’ dan ‘Mission Impossible: II’.

Kisahnya di film ini terjadi di era dinasti Han. Diceritakan, jenderal Cao Cao bermaksud menggulingkan dua penguasa yang memimpin di bagian selatan China. Keduanya adalah Liu Bei dan Sun Quan. Bei dan Quan sebenarnya saling bermusuhan. Namun penasehat militer Liu Bei, Zhuge Liang, menganggap kedua pemimpin ini harus bersatu untuk menghadapi Cao Cao.

Beri komentar Anda tentang artikel ini