Fintech Cashlez, Resmi IPO dan Berinovasi di Tengah Pandemi COVID-19

Layanan mPOS dari Cashlez. (FOTO: dok. Cashlez)

Di tengah pandemi COVID-19, fintech Cashlez justru mengembangkan bisnisnya dengan melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO), pada akhir April silam. PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk ini memutuskan untuk melantai di bursa. Selain itu, Cashlez juga mengakuisisi PT Softorb Technology Indonesia (STI).

Cashlez mengakuisisi STI dengan menggelontorkan 61,31 persen dana dari total raihan dana Rp87,15 miliar pasca IPO. Dengan akuisisi ini, Cashlez resmi memiliki 51 persen saham STI. Founder dan CEO Cashlez, Teddy Tee, mengatakan kepada Job-Like Magazine melalui komunikasi via surat elektronik bahwa keputusan IPO dan akuisisi merupakan komitmennya untuk selalu berinovasi.

Itu sebabnya, meski terpaan pandemi COVID-19 mengguncang perekonomian dunia, fintech Cashlez tetap pada komitmennya untuk merealisasikan rencana IPO. Sehingga kedepannya Cashlez sebagai penyedia sistem mPOS (mobile point of sale) akan lebih banyak menjaring pelaku usaha. Khususnya, pelaku usaha dari usaha menengah kecil mikro (UMKM).

“Keputusan untuk melakukan IPO telah direncanakan dalam jangka panjang, saat situasi pasar belum bergejolak akibat pandemi virus corona. Tujuan Cashlez untuk IPO adalah sebagai pengembangan bisnis dan pemenuhan visi perusahaan, dengan adanya STI melengkapi bisnis Cashlez,” jelas Teddy.

“Berkaca pada perusahaan-perusahaan fintech payment gateway di luar negeri yang sukses, banyak dari mereka yang menjadi perusahaan tercatat di bursa. Kami ingin meningkatkan GCG (tata kelola perusahaan yang baik) yang juga dapat meningkatkan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” tuturnya.

“Cashlez terus beradaptasi dengan kondisi saat ini. Cashlez selalu berinovasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang dinamis dengan menghadirkan solusi pembayaran sesuai dengan apa yang dibutuhkan merchant,” imbuhnya.

Baca Juga: Untuk Bersaing di Pasar Digital, UMKM Harus Perbaiki 5 Masalah Ini

Sejauh ini, fintech Cashlez telah menjaring lebih dari 7 ribu pelaku usaha, dan sebanyak 88 persen di antaranya merupakan UMKM. Pasca IPO, Cashlez menargetkan untuk merangkul 10 ribu pelaku usaha hingga akhir tahun 2020. Cashlez yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai saham efek syariah juga telah bekerja sama dengan beberapa partner. Sebut saja, Bank Mandiri, BNI, Maybank, BTPN, Jenius, DBS, dan Commonwealth.

Cashlez, Solusi Metode Pembayaran Digital bagi UMKM

Tim Cashlez yang gencar berinovasi untuk melahirkan produk mPOS terunggul. (FOTO: dok. Cashlez)

Yuk, mengenal lebih dekat dengan Cashlez. Perusahaan fintech ini didirikan pada tahun 2015, namun resmi beroperasi pada tahun 2016. Setahun kemudian, Cashlez mendapatkan suntikan dana dari Mandiri Capital Indonesia. Prospek bisnis Cashlez kemudian menarik perhatian Sumitomo Corporation asal Jepang yang memutuskan turut berinvestasi pada Cashlez. 

Pada awalnya, Cashlez didirikan dengan fokus menyediakan layanan kasir berbasis smartphone, yakni mPOS. Sistem layanan ini mengatur penjualan dan transaksi bisnis pelaku usaha berskala kecil agar lebih efisien. Untuk pengoperasiannya, mPOS menggunakan sistem berbasis cloud POS yang bisa diaplikasikan pada pelbagai platform

Sistem mPOS yang dikembangkan Cashlez memungkinkan pelaku usahauntuk menerima pembayaran melalui kartu. Yaitu, kartu kredit maupun kartu debit berbasis aplikasi pada smartphone yang dihubungkan dengan card reader melalui sambungan bluetooth. Cashlez juga mendukung proses pembayaran digital lainnya, seperti kode QR dan Cashlez Link untuk pembayaran e-commerce, dan virtual account (VA).

Sementara itu, dengan status IPO, Cashlez mengajak masyarakat untuk ikut memiliki saham berlogo CASH melalui program Yuk Nabung Saham. Program ini merupakan kampanye Bursa Efek Indonesia (BEI) agar masyarakat menabung saham secara rutin mulai dari Rp100 ribu per bulan. Kampanye ini diharapkan turut mengedukasi masyarakat mengenai manfaat berinvestasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here