Flirting dengan Rekan Kerja Bisa Kurangi Stres, Benarkah?

Entah itu obrolan singkat saat di depan mesin printer atau sedikit candaan saat makan siang, sebuah penelitian yang dikutip Men’s Health Australia menyebutkan bahwa flirting dengan kolega bisa membawa manfaat kesehatan. Sebuah penelitian yang diterbitkan Organizational Behavior dan Human Decision Processes menyelidiki mengenai perilaku seksual sosial di tempat kerja, seperti bercandaan di antara rekan-rekan. 

Namun, para peneliti telah membuat perbedaan yang jelas antara obrolan ringan dan tindakan pelecehan seksual yang tidak disukai. Sheppard selaku salah satu anggota tim penelitian mengungkapkan bahwa di lingkungan kerja memang kerap terjadi candaan-candaan genit, namun tampaknya hal ini cukup aman.

Bahkan ketika peserta penelitian tidak menyukai perilaku tersebut, namun hal itu masih belum dikategorikan sebagai pelecehan seksual. Candaan berupa flirting dinilai tidak menyebabkan stres meningkat, melainkan telah menjadi sesuatu yang cukup berbeda.

Baca Juga: Jangan Takut Menghadapi Karyawan Senior. Pahami Cara Mendekatinya!

Reaksi Pekerja tentang Flirting di Lingkungan Kerja 

Peneliti dari Amerika Serikat (AS), Kanada dan Belanda menganalisis data yang dikumpulkan dari survei yang menguji pekerja di AS, Kanada dan Filipina. Dengan ratusan sukarelawan, tanggapan datang dari berbagai demografi. Sementara jawaban menunjukkan bahwa sebagian besar karyawan cukup netral dalam hal bercerita seksual (seperti lelucon dan sindiran), dan banyak yang bereaksi lebih positif terhadap godaan.

Mereka menemukan bahwa jika rayuan di lingkungan kerja ternyata dinikmati dan dapat menawarkan beberapa manfaat. Misalnya, membuat seseorang merasa lebih nyaman dengan dirinya sendiri, yang kemudian dapat melindungi diri dari stres dalam hidupnya. 

Dalam satu kuesioner, para pekerja juga ditanya tentang pengalaman lainnya terkait perlakuan adil dari atasannya di tempat kerja. Ternyata, flirting dengan rekan kerja dapat membantu mengatasi stres dan insomnia yang disebabkan oleh ketidakadilan dari atasan di tempat kerja.

Bagaimana Cara agar Flirting Tidak Menjadi Pelecehan Seksual?

Tim ilmuwan berpendapat bahwa adanya kebijakan ketat terkait pelecehan seskual ternyata efektif membuat orang terhindar dari bentuk pelecehan seksual. Temuan juga mengungkapkan flirting tidak menjurus menjadi pelecehan seksual ketika dilakukan oleh rekan kerja, bukan atasan.

Baca Juga: Plus Minus Punya Pacar di Kantor: antara Romantis atau Bosan?

Para ahli merekomendasikan agar tempat kerja menemukan keseimbangan yang tepat di mana perilaku seksual sosial diperbolehkan dalam batasan tertentu, namun tidak mengarah pada pelecehan seksual.

Flirting dengan rekan kerja diarahkan menjadi sesuatu yang alamiah terjadi. Namun, manajer juga harus berhati-hati dalam melibatkan diri dalam hal ini, terutama dengan siapa pun di tingkat yang lebih rendah. Begitu ada ketidakseimbangan kekuatan, seorang manager berisiko memasuki domain yang dianggap sebagai bentuk pelecehan seksual.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here