Formulator: Memastikan Keamanan Produk Kosmetik

Formulator : Pastikan Keamanan Produk Kosmetik
Dika Rahmakartika Sari, Formulator Wipro Unza Indonesia

Tujuh tahun bekerja sebagai Formulator Executive, Dika Rahmakartika Sari memiliki tanggung jawab yang besar dalam menjamin keamanan setiap produk yang diproduksi oleh Wipro Unza Indonesia.

Alumnus Apoteker Universitas Padjajaran ini bisa dibilang menjadi ujung tombak keamanan setiap produk kecantikan yang dirilis Wipro Unza Indonesia.

Apa sih yang menjadi tugas dan tanggung jawab dari seorang Formulator ?

Seperti namanya, Formulator bertugas membuat formula baru sesuai dengan arahan yang diinginkan oleh tim marketing. Jika Fragrance Evaluator mengembangkan aneka wewangian pada sebuah produk, Formulator Executive lebih fokus kepada bahan baku yang ada dalam produk tersebut.

“Seorang Formulator sangat bertanggung jawab terhadap keamanan produk karena sebelum produk tersebut dijual ke pasar produk tersebut harus melewati berbagai tahapan yang menjamin keamanan produk, jika digunakan secara intensif oleh pengguna,” jelas Dika kepada Job-Like Magazine.

Dalam memproduksi formula varian produk, Formulator bekerja sama dengan tim marketing untuk menentukan karakter produk. Setelah itu, Formulator akan bekerja untuk menyesuaikan bahan aktif yang tepat untuk produk tersebut.

“Misalnya, tim marketing sedang menggarap produk baru untuk produk feminine hygiene, yang bisa memutihkan daerah kewanitaan. Tugas saya sebagai Formulator memastikan bahan yang akan digunakan dan bagaimana komposisinya, agar cocok dengan konsep yang diinginkan tim marketing dan pastinya aman saat digunakan,” jelasnya.

“Kesulitan yang dialami, di dalam satu bahan baku itu kan banyak komposisinya. Ada air, fragrance, belum lagi bahan lainnya. Bagaimana caranya kita mengombinasikan itu semua menjadi produk yang layak untuk digunakan.”

Mengingat besarnya tanggung jawab dari seorang Formulator, Dika mengakui harus banyak melakukan percobaan dan sering melakukan konsultasi juga uji keamanan. Semua dilakukan untuk memastikan keamanan jenis kosmetik yang digunakan.

Formulator : Pastikan Keamanan Produk Kosmetik
Dika saat meracik formula untuk produk Wipro (Foto: Kiky.Waode/Job-Like Magazine)

Baca Juga: Fragrance Evaluator, Di Balik Kesuksesan Produk Kecantikan

Saat ini, Dika tengah sibuk menggarap formula produk hand wash, feminine hygiene, dan shampoo. Menurutnya, formulasi yang paling menantang yaitu untuk produk feminine hygiene karena produknya digunakan untuk area intim wanita. Proses formulasi bisa memakan waktu tiga hingga empat bulan. Setidaknya 75 kali percobaan dilakuan untuk menghasilkan satu produk berkualitas.

“Yang menjadi kepuasan saya sebagai Formulator, yaitu kalau produknya laku keras di pasaran. Misalnya, saya pernah mengembangkan sebuah produk feminine hygiene yang mengandung whitening dan ternyata laku keras. Di situ titik kebanggaan saya atas profesi ini. Apalagi dari perusahaan memberikan apresiasi,” kenang Dika.

Ingin Jadi Formulator ? Semua Berawal dari Sini

Selama tujuh tahun bekerja di Wipro Unza Indonesia, Dika merasakan kebanggaan tersendiri karena profesi yang dilakoni bisa dibilang jarang dilakukan orang lain. Trial and error tak lepas dari bagian menantang pekerjaan ini.

Namun, ini justru membuat Dika menjadi lebih percaya diri. Semakin banyak salah, semakin banyak ia belajar. Ia harus cermat dalam memilih dan memutuskan bahan yang akan digunakan, untuk menghasilkan produk yang berkualitas.

Formulator : Pastikan Keamanan Produk Kosmetik
Foto: Kiky.Waode/Job-Like Magazine

“Yang saya nikmati dari pekerjaan ini, yaitu saya merasa memiliki ‘rahasia’ tersendiri yang tidak diketahui oleh orang lain hahaha. Proses behind the scene seperti ini selalu menyenangkan,” gelaknya.

Tak hanya mix and match berbagai bahan aktif untuk menciptakan sebuah produk, Formulator juga terlibat dalam proses research and development. Profesi ini dinilai Dika sangat menjanjikan karena menomorsatukan pengalaman dan pengalaman itu mahal harganya.

“Selain skill, feeling juga dibutuhkan dalam melakukan profesi ini. Yang juga harus dipelajari yaitu sifat-sifat bahan baku yang selalu berkembang. Harus selalu mau belajar hal-hal yang baru dan jangan cepat bosan, karena industri ini merupakan salah satu industri yang berkembang cukup pesat,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here