Founder Bukalapak Siap Investasi US$20 Juta untuk Startup, Asal…

Achmad Zaky, Founder & Eks CEO Bukalapak.

Beralih sebagai angel investor, founder Bukalapak Achmad Zaky menyiapkan dana investasi US$50 ribu hingga US$20 juta untuk membantu para startup. Rencana ini digaungkan Zaky dalam sebuah Instagram Live bersama Adita Irawati, Stafsus Komunikasi Menteri Perhubungan, Rabu (13/5).

Sejak mengundurkan diri sebagai CEO Bukalapak, Zaky, begitu ia disapa, memang memfokuskan dirinya sebagai angel investor di bawah label Init 6. Angel investor adalah individu yang memberikan modal untuk perusahaan rintisan atau startup. Sebagai timbal baliknya, angel investor biasanya akan mendapatkan obligasi konversi atau ekuitas kepemilikan. 

Kesuksesannya membangun Bukalapak pada tahun 2010 bersama dua rekannya, Fajrin Rasyid dan Nugroho Herucahyono, menjadi modal Zaky untuk meneropong startup-startup potensial. Sebagai angel investor, Zaky telah melakukan investasi kepada startup edukasi online bernama Eduka System.

Baca Juga: Apa yang Harus Diperhatikan Startup dalam Pendanaan dari Investor?

Eduka System merupakan startup rintisan Sudiko Hidayad yang menyediakan platform latihan soal UTBK/SBMPTN bagi siswa SMA untuk masuk ke perguruan tinggi. Startup ini diluncurkan pada November 2018 dan sukses menyaring 300 ribu siswa pendaftar kurun tujuh bulan pertama.

Selain Eduka System, founder Bukalapak ini tengah mempersiapkan proses investasi untuk dua startup lainnya. Melalui IG Live kemarin, Zaky menegaskan satu persyaratan penting yang harus dimiliki startup bila ingin mendapatkan investasi dari Init 6.

“Kami melakukan ke startup tahap awal dengan nilai investasi antara US$50 ribu sampai US$20 juta. Saat ini kami sudah investasi di Eduka System, dan ada dua startup lagi yang saya sedang proses untuk investasi. Intinya bukan saja e-commerce yang bisa di-invest, yang lain juga bisa,” katanya.

“(Syaratnya) terpenting memang founder-nya. Kalau idenya bagus tapi founder-nya tidak tangguh, sama saja tidak akan besar,” imbuhnya. 

Suntikan dana untuk startup tahap awal memang menjadi fokus Init 6. Terlebih adanya kemungkinan new normal atau lahirnya kebiasaan baru setelah pandemi COVID-19. Zaky berharap bisa menemukan startup-startup baru yang memberikan solusi bagi masyarakat terhadap perubahan yang terjadi.

Itu sebabnya, karakter tangguh seorang founder disebut sebagai syarat mutlak yang harus dimiliki startup. Hal ini juga diungkap Zaky pada unggahan akun Instagram miliknya pada 28 April silam.

“Kami berinvestasi pada startup tahap awal untuk membangun pola hidup baru setelah COVID-19. Kami berinvestasi pada founder yang hebat. Dan menyukai founder yang teknis dengan semangat memecahkan masalah besar,” tulisnya.

“Kami memahami tantangan yang mereka hadapi dan tak takut tangan kami harus kotor untuk membantu mereka.”

Sebelum Zaky, Sudah Ada Banyak Investor Startup di Indonesia. Siapa Saja?

Investasi pertama yang diterima Gojek pada tahun 2015 berasal dari kantong Northstar Group. Northstar Group didirikan oleh Patrick Waluyo pada tahun 2003. Selain Gojek, Northstar Group telah menyuntikkan dana kepada lebih dari 25 perusahaan di lintas sektor, seperti perbankan, telekomunikasi, asuransi, migas, batu bara, CPO, dan ritel.

Banyak perusahaan rintisan juga mendapatkan investasi dari East Venture. Lebih dari 160 startup, seperti Tokopedia, Waresix, Traveloka, Co-Hive, dan Ruang Guru telah mendapatkan investasi East Venture. Venture Capital ini didirikan pada tahun 2009 oleh Willson Cuaca, Batara Eto, dan Taiga Matsuyama. 

Selain itu, ada juga PT Global Digital Prima (GDP) Venture dari Group Djarum. Diluncurkan pada tahun 2010, GDP Venture telah berinvestasi di beberapa startup. Salah satunya, Tiket.com, Tinkerlust, dan qlue. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here