3 Masalah dengan Kolega yang Paling Membuat Frustrasi di Tempat Kerja

masalah dengan kolega
Sumber : wholelifechallenge

Rekan kerja Anda mungkin terlihat sibuk, tetapi jika Anda tidak yakin apa yang mereka lakukan sehari-hari, Anda tidak sendirian. Berdasarkan State of Work Report 2018 yang diadakan oleh platform manajemen proyek Workfront, 86% dari kita ternyata tidak mengerti dengan jelas apa yang dikerjakan oleh rekan kerja kita. Kita juga percaya bahwa kita adalah para karyawan yang paling produktif di tempat kerja. Karena itu, kita sering merasa frustrasi dengan apa yang dilakukan rekan-rekan kerja kita, meskipun kita tidak mengetahui sepenuhnya. Berbagai masalah dengan kolega ini membuat kita jadi kurang nyaman dalam bekerja secara tim dan bahkan bisa menimbulkan konflik yang benar-benar tidak sehat.

Daripada frustrasi, sebaiknya Anda tetap menjaga perasaan positif. Rekan kerja Anda tak pernah berniat mengganggu Anda. Inilah tiga masalah dengan kolega yang paling umum yang sering membuat siapa pun frustrasi, padahal sebenarnya bisa dicegah.

Masalah dengan Kolega yang Sering Membuat Frustrasi di Kantor

Prioritas

prioritas

Sumber masalah dengan kolega yang paling utama adalah prioritas yang berkonflik, karena sekitar 57% persen menyatakan adanya ketidaksamaan objektif strategis. Timeline dan urgensi adalah hal yang tidak biasa dipahami oleh satu anggota tim, dan informasi yang harus dipahami oleh para anggota tim juga seringkali tidak tersedia. Dan karena inilah, sering terjadi konflik di baris depan.

Cara untuk mengurangi frustrasi karena rekan kerja yang memiliki prioritas tidak sama  dengan Anda adalah dengan meningkatkan transparansi mengenai apa yang penting bagi perusahaan. Berkomunikasilah secara transparan tentang hal-hal seperti visi, misi, dan nilai-nilai organisasi. Jika semuanya sepakat untuk menggunakan tool yang sama untuk mendokumentasikan prioritas, maka prioritas-prioritas yang berkonflik akan dengan cepat ditemukan oleh manajemen, dan para karyawan tak akan lagi terjebak di tengah-tengah. Karena itu, setiap anggota tim pun harus menciptakan daftar prioritas pada daftar siklus kerja baru.

Komunikasi

Sumber : Stuff

65 persen dari para pekerja memiliki masalah dengan kolega yang terkait dengan komunikasi, berdasarkan jajak pendapat. Apalagi ketika alat-alat komunikasi di tempat kerja yang sudah lama, seperti email, rapat, dan berkas spreadsheet digunakan dalam waktu yang sama dengan alat-alat baru seperti platform alur kerja digital. Mengumpulkan informasi, membagikan pikiran, dan memberi update kepada para anggota baru adalah sebuah proses yang masih baru dan manual. Karena itu, konflik seringkali terjadi karena satu orang atau tim tidak sadar bahwa tim atau orang lain sedang melakukan hal yang sama.

Agar masalah dengan kolega terkait simpang siur komunikasi ini tidak berlanjut, Anda dan para kolega harus memiliki definisi yang sama ketika membicarakan metode komunikasi yang dipilih. Beberapa orang menganggap bahwa pesan teks atau email cukup, sedangkan beberapa yang lain menganggap mereka perlu menjadwalkan rapat tatap muka. Selain itu, komunikasi juga akan membuat frustrasi jika tidak para kolega tidak mampu mengekspresikan apa yang mereka butuhkan, kapan mereka membutuhkannya, dan mengapa hal tersebut penting. Sangat kritis untuk terus membicarakan ini dan saling memberikan umpan balik.

Urgensi

rekan kerja sok tahu
Sumber: managersareheroes

Yang terakhir, ternyata sekitar 47% karyawan menganggap bahwa tidakadanya rasa urgensi yang sesuai adalah sebuah hal yang sangat membuat frustrasi. Baik di kelompok kecil maupun besar, tidak adanya orang yang mengecek dan memberikan update mengenai jadwal dan ketepatwaktuan bisa jadi sebuah pemicu masalah dengan kolega. Agar kerja tim jadi lebih efektif, interdependensi dan budaya kolektif perlu dilestarikan dan bukannya reward individu.

Kadang, masalah ini juga terkait dengan masalah komunikasi. Bisa jadi rekan kerja Anda tidak benar-benar memahami deadline dan komitmen Anda. Karena itu, jelaskanlah deadline ketat Anda pada pihak-pihak terkait agar tidak jadi masalah dengan kolega.

Beri komentar Anda tentang artikel ini