Fungsi Psikotest yang Wajib Kamu Tahu, Biar Nggak Ngasal Saat Tes!

Fungsi psikotest dalam rekrutmen calon karyawan menjadi kunci penting di tahap awal menjaring bibit unggul. Sebelum menjalani sesi wawancara, seseorang diharuskan lolos dari tahap psikotest terlebih dahulu. Pada bagian ini pula beberapa orang terpaksa gugur karena gagal lolos.

Lalu, apa saja sih fungsi psikotest bagi HRD? Kenapa ya tes di tahap awal rekrutmen ini tidak boleh dianggap sepele? Simak ulasan singkatnya berikut ini ya!

Fungsi Psikotest Paling Utama adalah untuk Membaca Kepribadian

Dalam merekrut calon karyawan, HRD harus cukup jeli untuk membaca kepribadian para pelamar. Kepribadian seseorang menjadi kunci penting dalam menentukan cocok tidaknya seseorang bisa bergabung ke perusahaan. Mengenal kepribadian seseorang tentu saja tidak bisa dilakukan hanya dari sekali pandang bukan?

Itu sebabnya, psikotest dijadikan sebagai salah satu tolak ukur untuk bisa membaca gambaran umum seseorang. HRD dapat membantu perusahaan menemukan karyawan dengan kepribadian yang cocok dengan sistem kerja atau budaya perusahaan. Jangan heran ya kalau gambaran tentang dirimu dapat dengan mudah terbaca lewat psikotest yang kamu jalani.

Potensi Calon Karyawan Bisa Diketahui dari Hasil Psikotest

Fungsi psikotest berikutnya adalah untuk mengenali potensi calon karyawan. Tentu tidak ada kandidat yang benar-benar sempurna memenuhi semua kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan. Oleh sebab itu, potensi dari masing-masing pelamar dapat dijadikan bahan pertimbangan HRD untuk memilih kandidat terbaik.

Tugas HRD adalah memilah dan memilih potensi para pelamar yang sekiranya paling dekat dengan kualifikasi posisi yang dibutuhkan. Ingat, belum tentu seseorang dengan IPK paling baik sekali pun bisa otomatis lolos tahap psikotest. Semuanya tergantung juga pada penilaian potensi yang dilakukan HRD.

Baca Juga: Teknik Wawancara Jitu Biar HRD Mendapat Karyawan Oke

Fungsi Psikotest Dapat Berupa Alat Ukur Tingkat Kecerdasan Calon Karyawan

Terakhir, ada juga beberapa posisi yang mengkhususkan para calon karyawan memiliki intelegensi tertentu. Dari psikotest inilah tingkat kecerdasan seseorang juga bisa diukur. Sebelum mendalami kemampuan kandidat lewat wawancara, seseorang harus bisa lolos di psikotest ini dulu.

Harus diakui bahwa perusahaan juga butuh seseorang yang cerdas dan cepat dalam membuat keputusan. Apalagi untuk posisi atau jabatan strategis di level yang lebih tinggi. HRD harus jeli menilai kandidat dengan kecerdasan intelektual yang baik lewat psikotest ini.

Ternyata fungsi psikotest beragam juga ya. Oleh sebab itu, jangan sekali-sekali meremehkan tahap awal proses rekrutmen ini. Kerjakan dengan serius dan sungguh-sungguh agar kamu bisa lanjut ke tahap berikutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here