Gagal Naik Jabatan Memang Pahit, Sembuhkan Diri dengan Cara-Cara Ini

gagal naik jabatan
Sumber : careerbuilder

Harus menerima kenyataan bahwa Anda gagal naik jabatan dan orang lainlah yang kini memegang posisi incaran Anda bisa begitu berat. Beragam emosi mulai dari rasa marah, dendam, hingga perasaan dihargai bisa begitu membanjiri hati dan pikiran Anda. Memang, rasanya berat. Reaksi pertama Anda ketika gagal naik jabatan mungkin adalah upaya untuk segera menyebar resume Anda untuk menunjukkan kepada atasan Anda bahwa mereka telah melakukan kesalahan besar. Namun, justru melakukan hal ini bisa membuat Anda melewatkan kesempatan untuk menggunakan musibah ini jadi keuntungan Anda. Apa saja cara yang tepat untuk menyikapi hal ini?

Lakukan Hal-Hal Ini saat Anda Gagal Naik Jabatan

Tenangkan Emosi Anda

Sumber : Vrain MD Health

Halangi hasrat untuk segera melakukan tindakan dan luangkanlah waktu untuk melakukan refleksi dan menenangkan diri Anda. Saat mengalami sebuah musibah yang membuat Anda terpukul, seperti ketika gagal naik jabatan, memberikan emosi Anda ruang adalah cara yang terbaik untuk memastikan agar Anda tidak bereaksi di cara yang bisa membahayakan Anda nantinya. Jadi, luangkanlah waktu untuk menenangkan diri Anda sendiri dan emosi-emosi Anda. Nantinya, reaksi Anda akan datang dari tempat yang lebih masuk akal.

Baca Juga: Pilih Tawaran Pekerjaan Baru atau Naik Jabatan? Pertimbangkan Ini-Ini Dulu, Yuk!

Keluar dari Pola Pikir Korban

mengurangi stres
Sumber: Hellosehat

Merasa kecewa adalah sebuah hal yang wajar, namun jika Anda terus-menerus mempertahankan perasaan ini atau terus merasa tertolak berlarut-larut setelah gagal naik jabatan, Anda malah bisa rugi sendiri. Ini bisa mengakibatkan pikiran-pikiran yang tidak membantu merasuki Anda. Anda mungkin jadi bertanya-tanya apakah Anda memang yang tidak cukup baik. Jika atasan Anda tidak bisa melihat kualitas Anda, maka mungkin ia benar dan Andalah yang tidak cocok mendapatkan kenaikan jabatan tersebut kan? Pikiran-pikiran seperti ini sangat merusak dan akan terus memburuk jika Anda memeliharanya.

Kendalikan pikiran Anda dengan memilah-milah emosi-emosi Anda, apakah mereka dikendalikan oleh reaksi emosional belaka atau berdasarkan fakta? Ketika kita merasa tertolak, kita tidak selalu bisa melihat segalanya dengan jelas.

Mintalah Umpan Balik

minta umpan balik
sumber: businessinsider

Daripada terus memelihara kekhawatiran dan bertanya-tanya tidak pasti, pendekatan terbaik adalah mencari tahu alasan mengapa Anda gagal naik jabatan. Caranya? Dengan terang-terangan meminta umpan balik kepada atasan Anda. Lakukan ini dengan straightforward, tetapi jagalah profesionalisme Anda dan jangan terdengar menuntut. Jagalah agar cara Anda meminta umpan balik ini hanya sekadar mengenai diri Anda dan bukannya tentang orang lain yang akhirnya mendapatkan jabatan yang Anda inginkan. Jangan sampai Anda protes atau merengek dengan nada seperti, “mengapa Anda memberikan kenaikan jabatan tersebut ke orang lain dan bukannya saya?”

Alih-alih, ungkapkan saja hasrat Anda untuk tumbuh di perusahaan tersebut. Mintalah umpan balik yang spesifik mengenai mengapa Anda gagal naik jabatan pada kesempatan tersebut agar di masa depan kesempatan Anda lebih baik. Pada akhirnya, Anda ingin tahu apa yang menyebabkan atasan Anda mengambil keputusan tersebut dengan cara yang penting bagi Anda, bukan mengapa orang lain lebih pantas dipromosikan daripada Anda.

Atur Langkah Menuju Masa Depan yang Lebih Baik

Masa depan

Gunakanlah umpan balik yang Anda terima untuk mempersiapkan diri terhadap kesempatan berikutnya. Tanyakan apakah ada sesuatu lebih yang bisa Anda lakukan untuk bisa mendapatkan kenaikan jabatan yang Anda inginkan. Gunakan kesempatan untuk melakukan hal-hal tersebut, terlibatlah pada proyek-proyek yang khusus, atau ambil kursus untuk meningkatkan keahlian Anda dan tatalah diri Anda untuk meraih kesempatan merebut promosi, baik ketika Anda berada di perusahaan tersebut atau tempat lainnya.

Gagal naik jabatan jangan sampai membuat Anda merasa mengalami kemunduran yang final. Lihat ini sebagai kesempatan untuk berfokus pada “mengapa” dan akhirnya meningkatkan diri Anda di masa depan.

Semoga sukses!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here